Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Thursday, April 24, 2008
Putri menanti
Tak lagi menunggu musim berganti
saat hujan pun tak lagi ada penantian untuknya
hanya sendiri
pada rinai rindu yang memupus lama

Tak lagi berandai
hanya ada kepastian
yang selalu ada tentang hati

Hati..untuk siapa?


Ketika hati mulai bertanya
tentang cerita pangeran yang masih samar

Pangeran
belahan jiwa
soulmate

Putri menanti

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:36:00 AM
|
Friday, April 11, 2008
Arti dari maaf
"Maaf yaaa..jangan marah donk."
"Masih marah yaa?"

"Marah ya? maaf deeh."


Akhir-akhir ini banyak banget mendengar kata maaf di lingkungan saya. Saking seringnya, jadi merasa kalau permintaan maaf mudah sekali diobral. Seolah-olah menganggap nanti kalau salah minta maaf saja.

Orang minta maaf disebabkan banyak hal, jelas karena habis berbuat/berkata salah, menyinggung orang lain atau ada yang cuman lip service (basa-basi). Saking seringnya saya dulu minta maaf ke orang, jadi capek sendiri akhirnya.

"Si Yaya sombong dan angkuh banget ya, gak mau minta maaf?"

Beginiiii, sempat mikir gak daripada sering-sering minta maaf..lebih baik belajar menyaring ucapan yang keluar dari mulut sendiri? Awalnya sih susah...mau ngomong aja kok ada filternya? Mulut sendiri ini, kok orang lain yang repot?

Hehehe, kalau saya siih mendingan diam daripada akhirnya mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan orang lain. Karenaaa, kita gak akan pernah bisa menelan kata-kata kita sendiri.

Bukan berarti maaf gak penting lhoo. Eh tapi kalau dipikir-pikir lagi, ini bukan masalah maafnya tapi lebih ke pengakuan kalau diri orang tersebut tidak sempurna.

Kalau begitu, kenapa harus gengsi meminta maaf?

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:27:00 AM
|