Wednesday, January 14, 2015

Hanya

Rasanya, seperti keluar dari badan sendiri
dan menyaksikan aku sendiri.

Tanpa bisa membantu, menghibur, atau melarangku.

Mungkin itu yang dinamakan pengharapan?
saat kata tak lagi dapat diucap atau tindakan dapat dilakukan.

Hanya bisikan pengandaian
di ujung aksara.

Hanya rantaian doa
di setiap sujud.

Hanya...

Ah, di penghujung hari
hanya harapan yang bisa terucap
Jelas tanpa pretensi













-10 hari menjelang pertemuan dengan-Nya-



Monday, December 29, 2014

(Bukan) Cerita Sedih

I'm baack dari umroh.

Nope, just kidding. Belum berangkat juga kok :)

Lho kenapa Ya? kenapa ga jadi? apa yang terjadi?

Sebenarnya salahku juga sih, karena passpor Yaya tuh expire Juni 2015. Which I thought it's okay. Kenyataannya adalah passporku ditolak/ gak boleh masuk sama imigrasi Malaysia, karena emang rencananya pesawat yang dipakai kemarin kan akan transit di KL.

Pihak travel juga kemarin udah usaha kok, sampai nelpon langsung imigrasi Malaysianya. Sampai 1 jam jelang boarding juga masih usaha. Tapi yaah, emang gak bisa dan endingnya pelukan sama Daeng sambil nangis-nangisan.

Rasanya gimana Ya? sedih?

Iya. SEDIH BANGET. Sampai kemarin malam juga masih nangis kalau mikirin lagi. Tapi ya sudahlah. Waktunya untuk kembali bangkit.

Karena kan emang panggilan Allah itu ada 3
1.Panggilan sholat
2.Panggilan haji/ umroh
3.Panggilan untuk kembali ke Allah


Allah juga tidak memanggil orang yang mampu, tetapi Allah akan memampukan orang yang terpanggil.

Jadi positive thinking aja, mungkin kemarin emang belum waktunya Yaya pergi lagi. Walau kepengen banget bisa umroh bareng Daeng dan Walid, tapi Allah belum merestui ajah.

Positive thinking aja, akan ada rencana Allah yang lebih baik dengan menunda Yaya berangkat. InsyaAllaah bukan gak berangkat, cuman ditunda sebulan aja.


Doain yaa :)