Tuesday, December 27, 2016

[Fiksi] A Closure

"Hai Yaz."

Dua kata, khas sapaan Dani.

Lima tahun lalu
disaat Dani memilih pergi tanpa penjelasan, dan sekarang sapaan itu hadir lagi lewat email pagi ini.


Aku menghabiskan 30 menit di pagi ini depan laptop
mencoba memutuskan balasan apa yang seharusnya diucapkan untuk seseorang yang telah mematahkan hatiku.


WHY?

Akhirnya 1 kata itu terkirim membalas email Dani.

Karena aku tidak tahu apa yang harus terucap?

Selamat datang kembali di hidupku?
How's life?

Oh by the way, I'm doing fine since you broke my heart?


Dani...
satu rasa yang tak terdefinisi.


--------------------------

"Aku minta maaf Yaz."


Malam ini email itu berbalas kembali, lagi-lagi Dani hanya mengucapkan maaf.

Maaf untuk apa?

karena pergi
disaat semuanya begitu sempurna?

karena pergi
tanpa penjelasan?

Malam ini,
aku kembali meneteskan airmata
karena dia

Sunday, October 09, 2016

Daun, Angin, dan Satu Cerita




Daun terbang
karena pohon tidak memintanya untuk tinggal..

Daun terbang
karena angin membawanya


Kalimat sederhana yang menyentuh dari Tere Liye
malam ini membawa kembali ke kenangan yang lalu.

Berapa banyak
perasaan yang tertinggal tak terucap?

Berapa banyak
rasa yang terlepas?

Hanya karena 1 sebab:
Ragu

Ragu membuatku..

Melepaskan rasa
yang kutau ada di hati

Membungkus rasa
erat tak dapat dibuka lagi

Daun, daunku terbang
mungkin memang aku tak ingin ia ada..

Mungkin karena aku
lebih membutuhkan angin untuk membawaku pergi?