Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Wednesday, August 27, 2008
Hari ini aku belajar tentang ikhlas
Subhanallaah sebulan belakangan ini Yaya belajar banyaak sekali tentang ikhlas. Dulu cuman bisa baca cerita-cerita tentang orang yang lagi belajar ikhlas, sekarang dikasih giliran sama Allah untuk belajar sendiri.

Pelajaran ikhlas pertama: ikhlas saat menerima ujian dari Allah.

Waktu mama masuk rumah sakit dulu, dua tiga hari pertama rasanya berat banget. Mau ngapa-ngapain bawaannya mau nangis terus. Mau ngomong sama saudara mohon doa saja, udah nangis duluan.

Sampai akhirnya Yaya dan kakak-kakak tiba di satu titik yang kita mikir "aah capek nangis terus, daripada nangis sama manusia..kita nangisnya ke Allah saja sambil berdoa."

After that, things are a lot easier.

Moral of the story: saat kita ditimpa cobaan gak ada salahnya menangis untuk mengungkapkan perasaan kita. Tapi jangan sampai kita terhanyut dengan perasaan kita sendiri, yang akhirnya kita jadi minta dikasihani sama orang lain.

Pelajaran ikhlas kedua: ikhlas menerima apapun yang terjadi sebagaimana pun pahitnya itu.

Waktu dokter ngasih tau tentang keadaan kesehatan mama, rasanya hati ini seperti abis dibor sampai lubang dan ngerasa gak percaya. Dan jujur pertanyaan "why us?" sempat terlintas di benak kita.

Coba deh sekali-kali belajar ngobrol sama suara hati kita sendiri, bicarain apa yang kita rasakan dan apa ketakutan terbesar kita. Jadi kali ini belajar bicara dengan diri sendiri.

Oya, belajar buat bisa sharing dengan orang lain juga membantu lho.

Moral of the story: Saat kita sudah berani jujur terbuka sama suara hati kita sendiri dan terbuka dengan orang lain tentang apa yang kita rasakan, insyaAllah kita sudah mulai bisa belajar ikhlas.

Pelajaran ikhlas ketiga: ikhlas untuk bisa beradaptasi sama keadaan yang sudah gak sama lagi.

Bingung ya? maksudnya gini lho. Setiap ada kejadian pasti itu akan membawa dampak ke hal-hal lain, yang membuat kita mau gak mau harus bisa menyesuaikan diri lagi dengan keadaan yang sekarang.

Pertama-tama pasti merasa bete dan mikir "duh, dulu perasaan gak seperti ini deeeh!" Kalau kita balikin cara berpikir kita ke "InsyaAllah kita bisa belajar hidup seperti sekarang," percaya deh kita berarti sudah lulus ujian ikhlas.

Yaaa, Yaya mah cuma bisa teori. Coba kalau ngalamin sendiri, masih bisa gak berkoar-koar tentang ikhlas?

Hmmm, gimana yaa...as much as I hate to say it, I've been there before. Dan saat itu adalah pelajaran ikhlas Yaya yang paling berat yang pernah Yaya rasakan.

Tapiiii sekali lagi:

Ikhlas..ihklas..ikhlas :)

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:59:00 PM
|
Sederhana

Sudah berapa lama?

Waktu rasanya sudah tak terkejar lagi untuk dihitung

Mauku bukan mengulang waktu yang tertinggal
karena mereka terlalu cepat memutari tahun.

Mauku bukan merubah apa yang terjadi
karena mereka terlalu dalam meninggalkan jejak di hidup.

Mauku bukan berteriak memberitahu dunia
tentang kesedihanku.

Hanya..

kesempatan untuk duduk membaca buku
dan biarkan kegalauanku hilang bersama rentetan kata yang tercetak hitam di atas putih

reflected by Nahria Medina Marzuki
4:11:00 PM
|