Sunday, August 22, 2004

HUJAN

Derasnya hujan seakan mengerti perasaanku
Setiap tetes hujan yang turun dari langit mewakili perasaanku

Suara guntur yang menggelegar
Tidak mengalahi kerasnya tangisanku

Hujan, terima kasih telah mewakili apa yang kurasakan
Karena kutak tahu lagi apa yang harus kuucapkan atau kulakukan

Aku harap
Ketika hujan berhenti
Begitu juga airmataku, berhenti mengalir
Kekecewaanku telah terobati
Dan aku dapat kembali menjalani hidupku
Seperti mentari yang kembali bersinar

No comments: