Sunday, August 22, 2004

Jam 1

Jam bergerak menuju angka satu
Dari tadi aku mencoba bermain dengan kata-kata
Mencoba untuk merangkai kalimat-kalimat puitis
Untukmu,agar kau tahu
Rindunya aku kepadamu

Aku di sini sayang
Walau kau tak menemukan puisi romantis dariku
Tak berarti aku membuang semua kenangan tentang kita

Tadinya aku ingin menyapamu langsung
Mendengar suaramu yang merdu
Tapi...
Kaupun tak meninggalkan nomor telponmu
Dan aku bukan peramal
Yang bisa menebak nomor yang bisa membuat kita mendengar suara kita

Kenangan yang ada memang sulit kulupakan
Ya,mungkin kita mengenang hal yang berbeda
Aku memang berbeda...juga telah menjadi milik yang lain
Maaf jika aku masih minta ditunggu
Rindu tak bisa lagi kita ungkapkan

Maafkan aku..

No comments: