Saturday, January 01, 2005

Satu, dua, tiga
aku mencoba menghitung
berapa banyak manusia tak bernyawa lagi
di Aceh

Aku menghentikan hitunganku
saat aku tau jumlahnya tak lagi
dapat dihitung

Gempa tak menyisakan apapun lagi
semuanya habis ditelan amukan alam
tak kenal ampun
tua muda kaya tak berpunya
semuanya harus tunduk pada alam

Tahun memang telah berganti
tapi tangisan tetap terdengar
rintihan tetap ada

Saat bayi tak berdosa lelap untuk selamanya
di pangkuan ibunda tercinta
dan ibu hanya dapat memeluknya erat
berharap napasnya kembali terdengar

ketika ibu telah pergi
meninggalkan darah dagingnya
dan ia hanya dapat memanggil nama ibu
tak tau ibu tak mungkin menjawab


Allah
kapan semuanya akan usai
di mana senyum saudaraku di Aceh dulu




No comments: