Friday, September 02, 2005

Patah

Bila saja
amarah dalam jiwaku
dapat didinginkan
oleh sebuah penjelasan

Andaikan waktu
dapat terbekukan
pada saat itu

agar saat
untuk memahami
tetap ada

Memecah heningnya malam

menyadari
Semua telah terlambat

Kita terlalu patah

untuk dapat
disambung lagi

6 comments:

Lili said...

well, were not wood, we're like steel or iron who could be fired and melting then could be togehter again. Or candle, soft but strong to hold the light...
Duh maap bahasa inggrisnya ancur...he.he..

Wah layout barunya tambah keren.

me said...

kemarin dilanda asmara, hari ini patah hati hahahhaha :) *sorry* gag sambung :)

me said...

sorry it's me
yuliana@sinarta.com

Tuteh said...

tadi malam sms godain Yaya,.. ternyata my sist ini lagi terkapar di rumah sakit!!

yaya.. semoga lekas sembuh ya. untuk teman2.. sekarang Yaya terbaring di rumah sakit.. katanya sakit.. kita doakan semoga yaya cepat sembuh yaa :) thx...

tuteh--

lorddhikaketawa said...

wah,ya,bukankah peribahasa bilang patah tumbuh hilang berganti.

It's just me said...

menyatukan hati yang telah patah,
bagaikan menyambung kaca yang telah pecah...
meski bisa kita berkaca,
namun retaknya tetap ada...