Thursday, September 22, 2005

Suatu keputusan

Adzan Maghrib terdengar berkumandang dari dalam mesjid yang dilewati mobilku....

Hatiku terasa teduh mendengar panggilan Allah itu. Lebih nyaman rasanya mengakuinya sekarang.

Aku berhenti merasakan semuanya terhadapnya. Saat ini, semua perasaanku tumpah ruah, tak menyisakan apapun lagi tentangnya.
Aku berhenti menganggapnya bagian dari aku. Cukup lama, kuakui, untukku mengatakan ini dengan keras. Seolah dengan mengatakannya, aku telah menjadikannya sakral. Tak lagi mengingkarinya..

Aku tidak ingin di masa yang akan datang aku akan terus melihat yang terjadi di belakangku.
Aku sudah selesai dengan itu semua. Tak akan ada penyesalan yang kubawa tentangnya.

Perjalanan menuju rumahku masih lama, terhadang riuhnya lalu-lintas jalan.

Tapi...
perjalananku tentangnya telah sampai pada tanda Berhenti...




5 comments:

john hendra said...

yaya, tersentuh rasanya aku membaca tulisan mu ya..jangan putus asa non...perjalanan mu masih panjang nak...!"
piye yaya dah nggak sakit lagi kan..? take care my sister
salam

It's just me said...

ayo ceriah.....*ajakin yaya joged*

-dimas hary- said...

Welll .. been there-done that ... yang paling penting adalah kita sudah siap "positioning" diri kita sehingga semua orang tahu bahwa kita punya jiwa besar ... :)

zie... said...

iya nehhh... senyum dong say ga bole mellow2 lagi yaaaa
pasti tar lo bisa bilang.. ternyata gw BISA! :)

danu said...

ngambil keputusan sekecil apapun tidaklah mudah... kalau tekad sudah dibulatkan dan segala konsekuensi mau ditanggung, pastinya tak ada lagi kata mundur... well done...