Saturday, October 08, 2005

"Akhir Perjalanan"

Dua bulan yang lalu
kesedihan sepertinya lebih tebal menyelimutiku
dibanding kegembiraan

Seolah dunia berubah warna
kelabu

Sebulan yang lalu
segala macam bentuk penyangkalan diri mulai terucap
membenarkan semua tindakanku
yang salah...
menyalahkan semua
yang menyakitkanku

Seminggu yang lalu
kemarahanku mengalahkan segalanya

Aku
begitu pekat

Kututupi diriku
dari dunia luar

Bahkan...kututup mata hatiku sendiri. Astagfirrullaah...

"Aku terombang-ambing dengan perasaanku sendiri."

Layaknya kapal yang kehilangan arah
aku akhirnya menepi

Membiarkan Ilahi
menuntun

jalan dan hatiku

6 comments:

It's just me said...

bersabar...
itu saja yang bisa terucap
tunggu hingga waktunya tiba
hingga kembali kapalmu berlayar...
mengarungi samudera
mengalahkan ombak yg mendera....

john hendra said...

Perahu kecilku berlayar
Arungi samudra jiwa
Iringi kapal megahmu
Yang melaju membelah ombak
Perahu mungilku melaju
Ikuti kapal besarmu
Menuju cakrawala
Kapalmu tiada pernah melihatku
Dan sebuah kapal pesiar cantik
Menarik, menawan kapal mewahmu
Tinggalkan perahuku
Terombang-ambing ombak perasaan

semangat aja yo yaya...puasa giman nih.

Henri Soeharsojo said...

marah gara-gara kapalnya ga bisa dikendaliin ya mbak? atau karena ga bisa ngebut hehe aku ga paham

lucy said...

hai Ya.... bagus puisi2nya yah, mana janjimu *nagih*

blossom said...

akhir perjalanan?
anggap saja itu cara untuk memulai sebuah perjalanan yg baru ya

woro said...

Wah, Yaya...
Salut, akhirnya lo bisa menepi dan berserah diri pada Illahi. Mungkin itu salah satu bentuk tawakal ya Ya :)
Mudah2x lo bisa menganbil HIKMAH dan memulai lembaran baru dengan SEMANGAT baru...