Thursday, November 17, 2005

Aku..selalu di sini

"Pergilah," tercekat...akhirnya perkataan itu keluar juga dari mulutku.

"Kamu..gak apa-apa?"

Aku menatapnya, seseorang yang selama bertahun-tahun kupanggil dengan sebutan abang.

"Pergilah bang..kalau memang ini yang terbaik."

"Aku ingin kamu bahagia," perkataan abang menyimpan nada ragu.

Aku akan bahagia," janjiku.

"Seandainya aku bisa..." tak dapat meneruskan perkataannya sendiri, ia memelukku lama.

Abang..kenapa harus memelukku untuk melepaskannya lagi? aku membatin.

Abang benar-benar pergi hari itu. Kalau saja hari itu aku memiliki sedikit saja keberanian, untuk menahannya. Tapi hati kecilku tahu, aku tidak mungkin melakukannya. Tidak adil untuk aku..ataupun abang.


Hari ini aku membuka sebuah album foto yang telah lama terabaikan. Di halaman depan tertempel foto kita berdua. Di bawahnya tertulis "saat indah kita."

Saat itu, hanya ada abang dan aku. Saat itu, dunia serasa merestui kita berdua. Saat itu, waktu serasa membeku bagi kita berdua. Saat itu, serasa sudah lama sekali.

Aku berbisik pelan, "pergilah bang..aku selalu di sini untukmu."

5 comments:

It's just me said...

Jangan teralu lama berdiri disana
Ada tempat lain yang harus kau kunjungi
Buatlah album baru
Bertuliskan 'kita dan cinta' dibawahnya...
Pasti bisa...:)

-syl- said...

Ntar pasti jg ada abang-abang lain yg datang... just wait and see ;)
Baideweih, ketagihan kopdar? hayu deh dibikin lagiii :)

tukangpot said...

hehehe been there done that too many times just standing here keeping my spirit alive. now and forever. enjoy the liberty while you are still allowed to.

though sometimes that what so called loneliness appers without an advance notice.

that is what we call a circle of life. however someday we may get to the point where He the greatest has been planning on us since the day we were born :))

joyfully single,
alia

Kartina Mutien said...

hari kemarin. kits tak bisa mengubah apa pun yang telah
terjadi.
kits tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
kits tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang kits rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...

hari esok. Hingga mentari esok hari terbit,
kits tak tahu apa yang akan terjadi.
kits tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...
Yang tersisa kini hanyalah hari ini.

Pintu masa lalu telah tertutup;
pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri kits untuk hari ini.
kits dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila kita
mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan
esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan
hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini,
karena mungkin besok cerita sudah berganti.

ok ya...

isna_nk said...

hati
dia bagai monyet
selalu bergelantungan
dari satu dahan
ke dahan lain