| |
|
Wednesday, June 29, 2005 |
|
Cinta lama
|
Ketika
cinta lama datang
menyapa.. kembali
Perlukah kita
berharap kembali
dan
melupakan cinta baru |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:22:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Cinta..ya..cinta..
|
Mendengarkan hati
berkata
cinta..ya..cinta..
tak ada imbuhan lain
tanpa akhiran
tak perlu awalan |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:11:00 PM
|
|
|
|
|
|
Sunday, June 26, 2005 |
|
MAAF UNTUK LANGIT
|
Langit..
maafkan aku
Bukan maksudku mengambil sinarmu
Tapi
aku butuh bintang
menyinari hidupku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:10:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Pegangan kita
|
Kini
aku ingin menggenggammu
erat..
Membawamu dalam hidupku
Berharap ..usah melepaskan
pegangan kita |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:06:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Path
|
Now
the path is clear
Wherever I go
it will lead to you |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:04:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Klise
|
Sejuta klise terjadi
Ada..nyata..
Sangkalku bohongku
Tak dapat menutupi klise |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:59:00 PM
|
|
|
|
|
|
Friday, June 24, 2005 |
|
Feeling
|
Fixing my unbroken heart I ran from my feeling
Wanting to undo my feeling
Trying to not feeling the feeling about you |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:06:00 AM
|
|
|
|
|
|
|
Bukan bintangku
|
Langit tak lagi berawan
Saat kutahu...
Bintang bukan untukku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:02:00 AM
|
|
|
|
|
|
|
Thinking of him
|
Thinking of him
Every single minute of my every single breath
Now..then...tomorrow |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:54:00 AM
|
|
|
|
|
|
Thursday, June 16, 2005 |
|
Seseorang
|
Bukan meninggalkan hatiku
atau ingin menutup perasaanku
aku pasti kembali
untuk seseorang...
Seseorang
yang membuatku percaya
akan harapan |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:13:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Karena kita
|
Bersamamu
menelusuri mimpi kita menjalin mau kita
membuatku yakin
saat kulihat mentari besok pagi
dan kunikmati romantisnya bulan malam hari
pun saat gelombang kehidupan mendera
Resahku akan hilang
karena kau karena aku
karena kita
Kita akan saling menjaga
hati kita jiwa kita perasaan kita
Karena kita |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:11:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Faith
|
After all these times, you want me to trust you? After all the pains, the brokens you took me to, after the endless waitings ending with big disappointments, and after the promises you gave...
You want me to trust you? give me ONE good reason why I should trust you, my own heart?
True, I gave you pains, I took you to brokens, I made you waiting, I disappointed you, and I didn't keep my promises,
BUT
You forgot one thing..
I maybe am your heart. BUT you're the one who choose what to do with me.
and..
You got to have FAITH in me. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:53:00 AM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, June 15, 2005 |
|
With you
|
Being with you I find myself
when you're gone I am so lost
wanting to find myself again
Want so much you're here
being with me |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:05:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Buat Tuhan
|
Tuhan
biarkan aku menjauh darinya |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:01:00 AM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, June 14, 2005 |
|
Sometimes
|
Sometimes..
I don't know
what to say what to do
Sometimes..
I 'm speechless
that I'm sorry is the only language came from my heart
Sometimes
I'm so lost with my own feeling
not knowing which heart to follow
Sometimes
I feel I'm vanished in my own thought |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:02:00 AM
|
|
|
|
|
|
Sunday, June 12, 2005 |
|
Bedaku
|
Di saat ramai aku memilih sendiri
Saat yang lain tertawa aku memilih tersenyum
Ketika yang lain tenggelam dalam canda aku memilih serius
Aku memang beda
Dulu perbedaan menakutkanku
Menjadi lain seperti berada di gelap sendirian
Menjadi lain seperti menutup dunia untuk mengenalku
Tapi..kini aku memilih berbeda
Aku memang berbeda
seorang introvert emosional labil sensitif
Pasti kau akan berpikir ribuan kali dekat denganku
Kau tahu.... tidak apa buatku
Ini aku...
dengan warnaku duniaku perbedaanku
Aku tidak memaksamu untuk masuk ke duniaku
Ini aku bahagia dengan bedaku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:12:00 PM
|
|
|
|
|
|
Saturday, June 11, 2005 |
|
Cinta..selesai sudah
|
...merasakan cinta hilang
Yang kurasakan
segenggam rindu tak terbalas
pergi ..sudah
telah sirna ...harapan
Cinta
selesai sudah |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:49:00 PM
|
|
|
|
|
|
Friday, June 10, 2005 |
|
Secarik cerita
|
"Ella, aku minta maaf."
"Tiara sayang, gak ada yang perlu dimaafkan. Bener deh say."
"La, pernikahan gue ada karena eloe juga," Tiara memelukku erat.
"That's what friend are for, right? Udah, udah. Gak boleh sedih lagi. Besok eloe kan mau nikah, gak lucu donk kalo mata kamu sembab besok," aku melepaskan pelukan Tiara, teman baikku yang sudah seperti nyawaku.
11 Juni 205, Masjid Pondok Indah jam 8 pagi...
"Saya terima nikahnya Tiara widuri Sandjaya....."
Aku hadir di pernikahan Tiara dan Fiko hari ini, menyaksikan mereka akhirnya menikah.
Jam 11 malam...
"Halo, boleh bicara dengan Aldi?"
"Hei La, gimana kabar loe? duh maaf yaa gw gak bisa dateng tadi pagi. You knowlaah, kerjaan gw kayak gimana."
"Hehe, gak papa. Anyway, besok gue berangkat ke Aussie."
"Lho kok jadi besok? bukannya bulan depan?"
"Iya, di sananya udah nungguin gue."
"Congrats ya La, akhirnya loe mendapatkan impian eloe," suara Aldi terdengar tulus.
"Well, biarpun gue statusnya masih asisten, but it's one step closer, right?"
"Bener banget."
"Di, aku kirim email ke eloe." Ella akhirnya berani ngomong maksud dia nelpon Aldi.
"Oya? ntar gw baca ya."
"Bacanya besok aja, kalo gue udah berangkat."
"Lho, kenapa begitu?"
"Please Di, I need you to read it setelah guenya pergi."
"Oke..oke. Selamat jalan Ella."
"Thanks Di. Keep in touch yaa."
"Sure do."
Aku meneruskan beres-beres setelah menelpon Aldi, karena besok harus berangkat pagi.
Jam 5 pagi...
"Ella, udah bangun sayang?" suara mama terdengar saat aku lagi melipat mukena.
"Udah ma, masuk aja."
"La, di bawah ada Tiara sama Fiko. Katanya mau ikut kita nganterin kamu."
"Oyaa..." aku seneng banget mereka ikut nganterin.
"Haiiiii.....!!!" aku berteriak senang, berlari turun tangga.
"Ellaaaa...kita boleh ikut yaa nganterin eloe?" Fiko bertanya sambil tersenyum.
"Boleh bangeeet, tunggu yaa gue siap-siap dulu. Penganten baru silahkan lhoo kalo mau makan," candaku.
"Iiih eloe tuh yaa," saut Tiara, malu.
Jam setengah tujuh kita sudah sampai di airport. Sekarang lagi makan pagi di A&W.
"La, loe udah kasih tau Aldi about..you know," Tiara bertanya sambal makan waffle.
"Aku udah email sih."
"Lho kok email? Don't you want to know his answer?"
"Jujur, gue setengah pengen tapi gak siap.Lebih baik email kan."
"Ella. kamu tuh selalu gitu. Pesimis duluan. Siapa tau..." saut Fiko sambil makan.
"Jangan bahas itu lagi deeeh, gue udah mau berangkat nih."
"Iya deeeh. Say, kamu baek-baek yaa di sana. Doain gue juga sama Fiko." Tiara menatapku, wajahnya udah menunjukkan tanda-tanda mau nangis.
"Pasti, I'll pray for you guys always. Jangan nangis dooonk, Ra. Ko, loe harus sayang lho sama Tiara. Awas kalo gak," candaku.
"Iya bu Ella," Fiko balas bercanda.
"Hahahahahahahaha," akhirnya terdengar tawa yang memecah kesedihan di antara kita bertiga.
"Ok deh, I have to go nih. Tuh udah dipanggil." Aku bangkit dari kursi.
"La, goodb.."
Aku memotong, "no goodbye please. Kita kan masih stay in touch," aku memotong ucapan Tiara.
"Sampai ketemu ya say.Gonna miss you." Tiara memelukku dan Fiko menyalamiku. Huh, aku pengen nangis.
"Ma, doain yaaa. Pa, Ella pergi yaa." Aku memeluk mama dan papa.
"Hati-hati ya La. Jangan lupa sholat 5 waktunya," mama berpesan sambil mengelus-elus rambutku.
"Iya ma, mama juga jangan sakit ya. Ella bisa jaga diri kok."
"Assalamualaikum semua." Aku melambai sambil masuk ke dalam airport.
Dear Aldi... pertama kali dengar suara kamu, entah kenapa ada sesuatu yang merasuki hatiku. Apalagi sewaktu bisa dekat dengan kamu, aku merasa bahagia sekali. Aku berani lagi merasakan perasaan yang sudah lama hilang dari hidupku, yaitu perasaan sayang.
Kenal sama kamu, teman-teman kamu membuat hidupku lengkap. Setengah tahun yang lalu aku mulai merasakan yang lain sama kamu. Aku mulai sayang sama kamu. Setiap email, sms dan
pertemuan-pertemuan kita membuatku tambah sayang sama kamu. Kamu tidak pernah berpura-pura menjadi orang lain, kamu cuek, apa adanya, kamu orangnya terbuka.
Aldi, mungkin aku klise, mungkin aku basi..tapi aku mau bilang aku sayang banget sama kamu. Dulu aku gak bisa bilang ini ke kamu, karena aku takut kamu berhenti menjadi temanku. Tapi u're the 1 that said life is nothing to lose, right?
Now, I take my chance. Mungkin kamu gak akan membalas email2ku lagi abis ini..that's ok, I understand why.
Well Aldi, take care yaaa. U're a very nice guy a girl can have.
Ella
PS: cerita ini fiktif belaka lho... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:32:00 PM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, June 08, 2005 |
|
Sepi
|
Menyusuri dulu
masih dapat merasakan
Salahku
tak kugenggam erat rasaku
melepaskannya
Salahku
tak kuucapkan
tak mampu lagi merasakan
Beku
Tak dapat kuletakkan hati di atas yang lainnya
tak ingin menikam jiwaku lagi
......Ingin kunikmati sepi sampai ia pergi |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
2:27:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Masih ada
|
Berlalu sekian lama
dilupakan diingkari Terhalang waktu...
Hati tertawa..mencibir bohong!
di dalam sini ...Cinta masih ada |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:38:00 AM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, June 07, 2005 |
|
Cinta lain
|
Asaku kau bawa serta
Saat kau pergi dengan cinta lain |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:52:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
June Rhapsody
|
When you walked down that aisle
I put all my heart aside
You were to embrace your new life
So did I..
I wouldn't mind
Thought You'd taken my heart away |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:31:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, June 06, 2005 |
|
Selamat tinggal
|
Menjelang pagi
kuucapkan selamat tinggal lara
Kini bahagia datang menjemputku
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:27:00 AM
|
|
|
|
|
|
Sunday, June 05, 2005 |
|
Tak bisa
|
Lupakan puitis bukan biru
Seseorang bernama aku menuliskan kata
memulai cerita
...menghapus kembali
Kenapa seorang aku tak dapat menceritakannya
Bukan sedih jangan pilu tak perlu mengerti
Aku hanya tak bisa |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:51:00 AM
|
|
|
|
|
|
Saturday, June 04, 2005 |
|
Lelah
|
Aku lelah...
Lelah menunggumu sehari dua hari seminggu
Lelah bertanya apakah diriku yang membuatmu pergi
Lelah menghibur diriku
Lelah... berandai, mengingkari, mengiyakan
Biarkan aku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:14:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Masih di sini
|
Tak terpikir berpuisi untukmu
Puisiku sederhana
Hanya menghabiskan menitmu membacanya
Bukan untukmu puisi ini
Bukan...
Aku tidak lagi menunggumu
Puisi ini tetap ada tanpa kamu mengertinya
Aku kan terus merantai kataku ..hatiku
Aku masih di sini |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:47:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Freedom of my Heart
|
Unlocking my feeling
Let it walk away
Not wanting to hold it back
Letting my weary heart rest
Then..celebrating
freedom of my heart |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:10:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Biarkan
|
Kutinggalkan kepingan-kepingan rindu untuknya
biarkan berserak
biarkan
Hanya waktu
dapat membawanya mengumpulkannya kembali
membawanya untukku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:53:00 AM
|
|
|
|
|
|
Thursday, June 02, 2005 |
|
Berharap
|
Berharap
dia datang malam ini
Berharap
dia kembali mengisi ruang hidupku
Berharap
dia tak pergi lagi
Berharap
dia menemaniku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:30:00 PM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, June 01, 2005 |
|
Just Because
|
Just because I don't say it very often, doesn't mean I don't love you.
Just because I don't show it to you now and then, doesn't mean I don't care about you.
Just because we rarely say hi to each other, doesn't mean I forgot all about you.
Just because we seldom meet face to face, doesn't mean I don't have you in my heart.
You know what...
I Love You, I care about you, I always remember you, and definitely you're always be in my heart.
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:52:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Kita
|
Berusaha mendamaikan
logika dan hati yang lagi bergumul dalam ketidakpastian
Saat ingin mengeja K-I-T-A |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:40:00 PM
|
|
|
|
|
|
|