Wednesday, January 18, 2006

Beku..diam

Serpihan kenangan yang telah berserak di setiap sudut hatiku, mulai mengumpul kembali. Jiwaku kembali mengumpulkan sejumput keberanian untuk menghadapi kenyataan, yang kini entah berasa apa. Hati mulai berani untuk mengenang kembali, juga menghilangkan semua "andai.."

Terkadang, hatiku begitu beku tak dapat merasakan apa-apa. Tak apa, kan? Tak ingin kupaksakan hati untuk merasa lagi

Biar beku
Biar diam

Biarkan hati merasakan apa yang diinginkannya.

Terkadang, kuinginkan pekat malam terus menyelubungi. Tapi, tidak dapat begitu kan? Hidup tidak seperti itu.

Pagi dan malam datang dengan membawa alasan untukku tetap hidup. Udara, sebuah berkah dari Ilahi, harus kusyukuri dan kuhirup.

Biarpun kadang udara begitu sesak kuhirup

Biarpun kadang aku tak dapat bernafas udaraku sendiri

Biarpun kadang aku lupa bagaimana tak bernafas udaramu

Sepertinya serpihan-serpihan itu tak membiarkanku membersihan diriku dari mereka Sepertinya udaramu masih bercampur dengan udaraku.

Aku benci

beku..
diam..

Tapi ini pilihanku sekarang. Tak peduli apa penilaian orang terhadapku. Kini pilihanku untuk tidak membiarkan orang lain menilaiku, termasuk kamu. Kini pilhanku untuk tidak ataupun sama denganmu.

Pilihanku, bukan kamu, bukan dia, bukan siapapun..

Biarkanku

beku..diam..

8 comments:

yety said...

hehehe...asyikkk aku yang pertama :P hmm...aku hanya bisa membaca kadang sulit untuk mengartikan karena emang diriku nggak bisa berkata² indah seperti dirimu :P

Kartina Mutien said...

yang semangat ya...
biarlah yg lalu biarkan pergi dan berlalu..sekarang tinggal buka lembaran baru...
mungkin akan lebih baik lagi...*hughs*

choenhwie said...

manusia memang butuh untuk "diam", karena dengan "diam" (kadang) akan ditemukan sesuatu yang dapat memberikan penerangan terhadap jiwa dan pikirannya.

linda said...

terkadang dengan diam
kita dapat bertindak lebih bijak
jangan pernah membuat beku hatimu
nanti akan susah mencairkannya

btw, sabtu jangan lupa bawa b'day cake ya ;)

It's just me said...

ingat satu saja pesanku..jangan terlalu lama dengan diam dan bekumu ya....;)

Achul said...

ketika kehangatan menyapa kebekuan
akankah kebekuan tetap membeku...?
dalam diam tersimpan rahasia yg tak terungkap
mungkin hanya waktu yg bisa menjawab
saat yg tepat ketika lidah tak kelu kembali
untuk menyampaikan kata-kata dari rahasia hati
beku dan diam...
ahh, mungkin itu hanya sebuah pilihann....


:D

WeSy 'CiCi' said...

Ingin di ingat atau di lupakan, kenangan akan tetap menjadi kenangan.
Manis atau pahit, kenangan akan tetap menjadi bagian dari kehidupan.
Jadi jangan pernah merasa takut dengan kenangan, tapi beranilah menghadapinya.
Semangat Yaya :)

Younoez said...

ketika beku mulai menyelimuti hatimu
biarkan ia merasakan dinginnya
dan memutuskan apakah beku adalah pilihan selamanya