Friday, January 20, 2006

Percakapan di antara rasa

Naira: kangen

Araya: sama bintang lagi?

Naira: Iyah

Araya: katanya mau cari bintang lain?

Naira: aku udah coba cari bintang lain.

Araya: lalu? katanya waktu itu udah ada?

Naira: ternyata aku belum bisa melupakan bintang yang dulu, biarpun aku dan dia jaraknya jauh sekali.

Araya: katakan saja isi hatimu sama bintang.

Naira: kalau semudah itu, sudah dari dulu kukatakan.

Araya: jangan dipersulit, katakan saja. Jujurlah sekali-kali dengan hatimu sendiri.

Naira: kadang jujur sama orang lain lebih mudah ya, daripada sama hati sendiri.

Araya: Itulah manusia.

Naira: Bukan, itulah aku.

Araya: Ya sudah, lupakan bintang.

Naira: kamu tahu tidak? Kamu itu adalah orang yang kesekian kalinya yang ngasih nasihat sama ke aku.

Araya: jadi?

Naira: jawabku masih sama: bukannya aku tidak mau, tapi..

Araya: tapi apa? jangan-jangan kamu hanya memberi alasan untuk mengijinkan hatimu supaya tidak pernah lupa sama bintang.

Naira: gimana aku bisa melupakannya?

Araya: pertanyaan itu hanya kamu yang bisa jawab.

3 comments:

WeSy 'CiCi' said...

aq sudah mengatakannya kepada bintang. walaupun kenyataannya bintang itu tetap jauh, tapi aq senang karena sekarang bintang tau isi hatiku :)

It's just me said...

kalau bintang itu semakin menjauh...
apakah masih kau coba rengkuh?
memang benar tak semua pertanyaan butuh jawaban
namun terkadang jawaban itu sudah ada dalam hatimu sebelum kau pertanyakan...
jadi...
bangkitlah dan berdiri
berlari secepat kau mampu
biarlah bintang hanya hidup dalam syairmu

Kartina Mutien said...

coba untuk menerima bahwa bintang semakin jauh,..ga usah kau harap lagi walau itu mungkin susah..
coba buka untuk bintang yang lain...,mungkin itu lebih baik..
semangat donk semangat *salam*