Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Thursday, December 21, 2006
Suara Hati
Nan, hatiku lelah. Amat sangat lelah.

Dan tak ada hubungannya dengan lelaki senjaku yang bukan lelakiku lagi.

Aku lelah
"it's okay, I'll manage"
padahal
aku ingin sekali teriak "it's completely not okay. I'm hurt, detached, and miserable."

But, I act tough anyway.

Kemana perginya prinsipku "ikuti suara hati"?

Mungkin benar,
aku dan hatiku masih terbelenggu. Aku masih terbelenggu dengan ketakutan untuk ditinggal.

By the way Nan,
kamu tahu tidak kalau orang yang jujur sering membayar kejujurannya dengan mahal?

Aku sudah jujur,
dia juga akhirnya memilih pergi.

Hahaha..
tahu tidak, aku sekarang memilih
tidak mau lagi dan tidak akan pernah lagi melihat bintang.
Dan saat senja datangpun, aku memilih tidak mau melihatnya.

Padahal dulu "bintang dan senja" tak terlepas dari puluhan puisiku.

I wish you were here, Nan.
Cos I wanna shed my tears on your shoulder.

Karena cuman kamu, yang mendengarkanku tanpa menghakimiku. Walaupun aku yang salah.

Nan, what is so wrong with me that I cannot fix it?

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
2:55:00 PM
|
Thursday, December 07, 2006
Hati yang masih berongga
Dear Dien,
masih ingat?

Sebenarnya,
aku sudah lupa Dien.

Tapi,
lagi-lagi hujanlah yang menghanyutkan alam bawah sadarku.

Ke
saat itu, peristiwa itu..
percakapan pertama dengannya
pertemuan pertama bersamanya
konflik pertamaku dengannya..

Kenapa ya Dien,
malam ini aku kangen sama dia?

Sedihnya,
aku nggak bisa ingat kapan terakhir kali
aku berbicara dengannya.

Sudah lebih setahun, mungkin?

Ralat Dien,
bukan kangen..

Tapi,
ada satu tempat di hatiku yang masih berongga

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
8:32:00 PM
|
Monday, December 04, 2006
Tapi langit...
Aku duduk menatap langit.


Ya, ia dan kebiruannya masih menjadi lukisan favoritku. Saat aku biru seperti warna langit, ketika aku berwarna lain atau saat aku tak tahu warna hatiku lagi.


Birunya masih menyisakan sedikit kenangan. Walau harus kuakui, ingatanku tentangnya sedikit memudar sekarang. Seperti kau tahu, aku sengaja memblok ia dari hatiku.


Sekarang hatiku..

......


apa ya? tak terdefinisi, mungkin?


Kau bertanya,
sudah pulihkah aku darinya? Dari luka yang bukan ia yang menoreh, tapi justru itulah yang makin membuatku terluka.


Fakta bahwa ia bukan orang yang melukaikulah
..yang membuat lukaku.


Dia, aku sudah melewatinya. Tapi langit, seperti malam ini, aku masih suka menatapnya.

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
7:25:00 PM
|