Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Pada sebuah penantian
Pilihan saya
Salah
Bukan karena cinta, tapi..
Aku (tidak) = biru
Fajar untuk kita
Suara Hati
Hati yang masih berongga
Tapi langit...
Seorang abu-abu
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Wednesday, February 14, 2007
Astagfirullaah
Saat Allah memanggilku
untuk mensyukuri pagi hari-Nya

Aku masih terbuai
di bawah sejuknya pendingin ruangan
di kamarku

Melewatkan panggilan Al Waduud
pemilik segala kesejukan
melebihi dinginnya kamarku

Bagaimana bisa
aku berharap akan mengawali pagiku
dengan tenang, tanpa persoalan duniawi?

Saat Allah memintaku
beristirahat sejenak di siang hari
untuk melepas lelah dan bercengkrama dengan-Nya

Aku memilih berkutat di mejaku
duduk menghadap komputerku yang besar
terus menyelesaikan pekerjaanku

Seolah genderang telingaku sudah tuli
tak menggubris panggilan Al Mutakabbir
yang lebih besar dari semua harta bendaku

Bagaimana mungkin aku berharap
menyelesaikan urusan duniaku
karena akupun sendiri tak mau menghadap-Nya?

Saat sore hari menjelang
akupun bersiap-siap meninggalkan kerjaanku
bergegas pulang
menuju Baiti Jannatiku

Karena tergesanya aku,
sajadah yang terhampar di musholapun tak kulirik

Kembali, Arasy Allah bergetar

Al Syahiid menyaksikan
ringannya langkahku meninggalkan sore
tanpa memanggil nama-Nya

Dengan mudahnya
aku masih berharap perjalanan pulangku
selamat sampai di rumah

Malampun menjelang
lantunan cinta Allah tlah kudengar

tapi dengan ringannya
aku menutup telingaku dari-Nya
dengan mudahnya
aku mencari acara tv yang lebih menarik

Ketika listrik rumahku padam
langsung kumengeluh "gelap!"

Tak sadar,
tadi aku meninggakan An Nuur

Kantuk mulai bergelanyut
di kelopak mataku

Akupun menyelimuti diriku
dan lelap di lembutnya bantalku

Terhanyut dalam buaianku
kembali mata batinku tertutup

Tak ingin melihat
Al Latiif Yang Memiliki Seluruh Kelembutan
yang aku miliki

Astagfirullaah
apa yang telah kulakukan?

Kugetarkan Arasy Allah
kusempitkan liang kuburku sendiri

Apa yang dapat kusampaikan
pada-Nya nanti?

Aku memiliki 2 mata
untuk melihat dunia
tapi
kututp mata hatiku
untuk melihat siapa pemilik dunia ini sesungguhnya

Aku memiliki 2 pendengaran yang sempurna
untuk mendengar ciptaan-Nya
tapi
kutulikan kupingku
dari mendengar panggilan Azan-Nya

Aku memiliki mulut
yang dapat berbicara dengan lancar
tapi
kubisukan mulutku
untuk melafazkan ayat-ayat suci-NYa

Aku memiliki 2 kaki dan 2 tangan
yang dapat bergerak kemanapun aku mau
tapi kuikat kaki tanganku
dari sholat

Astagfirullaah










reflected by Nahria Medina Marzuki
4:16:00 PM

3 Comments:

At 5:15 PM, Blogger iDi@N - iPpEN said...

hiks..hiks.. terharu gw baca puisinya.... "ngena" bgt, Astaghfirullah, setiap hari dosa2 gw makin bertambah... :(

 
At 11:20 AM, Blogger Ayu said...

aduh Ya....kadang aku suka nunda2 buat shalat :(

 
At 4:13 PM, Blogger ririn said...

apa kabar dik?
gak hanya kamu ya...mungkin juga banyak orang di sudut dunia ini yang lupa untuk bersujud mengucapkan syukur :)
termasuk diriku :)
puisi kamu adalah wujud dari instopeksi diri...nice :)

 

Post a Comment

<< Home


|