Wednesday, February 14, 2007

Astagfirullaah

Saat Allah memanggilku
untuk mensyukuri pagi hari-Nya

Aku masih terbuai
di bawah sejuknya pendingin ruangan
di kamarku

Melewatkan panggilan Al Waduud
pemilik segala kesejukan
melebihi dinginnya kamarku

Bagaimana bisa
aku berharap akan mengawali pagiku
dengan tenang, tanpa persoalan duniawi?

Saat Allah memintaku
beristirahat sejenak di siang hari
untuk melepas lelah dan bercengkrama dengan-Nya

Aku memilih berkutat di mejaku
duduk menghadap komputerku yang besar
terus menyelesaikan pekerjaanku

Seolah genderang telingaku sudah tuli
tak menggubris panggilan Al Mutakabbir
yang lebih besar dari semua harta bendaku

Bagaimana mungkin aku berharap
menyelesaikan urusan duniaku
karena akupun sendiri tak mau menghadap-Nya?

Saat sore hari menjelang
akupun bersiap-siap meninggalkan kerjaanku
bergegas pulang
menuju Baiti Jannatiku

Karena tergesanya aku,
sajadah yang terhampar di musholapun tak kulirik

Kembali, Arasy Allah bergetar

Al Syahiid menyaksikan
ringannya langkahku meninggalkan sore
tanpa memanggil nama-Nya

Dengan mudahnya
aku masih berharap perjalanan pulangku
selamat sampai di rumah

Malampun menjelang
lantunan cinta Allah tlah kudengar

tapi dengan ringannya
aku menutup telingaku dari-Nya
dengan mudahnya
aku mencari acara tv yang lebih menarik

Ketika listrik rumahku padam
langsung kumengeluh "gelap!"

Tak sadar,
tadi aku meninggakan An Nuur

Kantuk mulai bergelanyut
di kelopak mataku

Akupun menyelimuti diriku
dan lelap di lembutnya bantalku

Terhanyut dalam buaianku
kembali mata batinku tertutup

Tak ingin melihat
Al Latiif Yang Memiliki Seluruh Kelembutan
yang aku miliki

Astagfirullaah
apa yang telah kulakukan?

Kugetarkan Arasy Allah
kusempitkan liang kuburku sendiri

Apa yang dapat kusampaikan
pada-Nya nanti?

Aku memiliki 2 mata
untuk melihat dunia
tapi
kututp mata hatiku
untuk melihat siapa pemilik dunia ini sesungguhnya

Aku memiliki 2 pendengaran yang sempurna
untuk mendengar ciptaan-Nya
tapi
kutulikan kupingku
dari mendengar panggilan Azan-Nya

Aku memiliki mulut
yang dapat berbicara dengan lancar
tapi
kubisukan mulutku
untuk melafazkan ayat-ayat suci-NYa

Aku memiliki 2 kaki dan 2 tangan
yang dapat bergerak kemanapun aku mau
tapi kuikat kaki tanganku
dari sholat

Astagfirullaah









3 comments:

iDi@N - iPpEN said...

hiks..hiks.. terharu gw baca puisinya.... "ngena" bgt, Astaghfirullah, setiap hari dosa2 gw makin bertambah... :(

Ayu said...

aduh Ya....kadang aku suka nunda2 buat shalat :(

ririn said...

apa kabar dik?
gak hanya kamu ya...mungkin juga banyak orang di sudut dunia ini yang lupa untuk bersujud mengucapkan syukur :)
termasuk diriku :)
puisi kamu adalah wujud dari instopeksi diri...nice :)