Saat Allah memanggilku untuk mensyukuri pagi hari-Nya
Aku masih terbuai di bawah sejuknya pendingin ruangan di kamarku
Melewatkan panggilan Al Waduud pemilik segala kesejukan melebihi dinginnya kamarku
Bagaimana bisa aku berharap akan mengawali pagiku dengan tenang, tanpa persoalan duniawi?
Saat Allah memintaku beristirahat sejenak di siang hari untuk melepas lelah dan bercengkrama dengan-Nya
Aku memilih berkutat di mejaku duduk menghadap komputerku yang besar terus menyelesaikan pekerjaanku
Seolah genderang telingaku sudah tuli tak menggubris panggilan Al Mutakabbir yang lebih besar dari semua harta bendaku
Bagaimana mungkin aku berharap menyelesaikan urusan duniaku karena akupun sendiri tak mau menghadap-Nya?
Saat sore hari menjelang akupun bersiap-siap meninggalkan kerjaanku bergegas pulang menuju Baiti Jannatiku
Karena tergesanya aku, sajadah yang terhampar di musholapun tak kulirik
Kembali, Arasy Allah bergetar
Al Syahiid menyaksikan ringannya langkahku meninggalkan sore tanpa memanggil nama-Nya
Dengan mudahnya aku masih berharap perjalanan pulangku selamat sampai di rumah
Malampun menjelang lantunan cinta Allah tlah kudengar
tapi dengan ringannya aku menutup telingaku dari-Nya dengan mudahnya aku mencari acara tv yang lebih menarik
Ketika listrik rumahku padam langsung kumengeluh "gelap!"
Tak sadar, tadi aku meninggakan An Nuur
Kantuk mulai bergelanyut di kelopak mataku
Akupun menyelimuti diriku dan lelap di lembutnya bantalku
Terhanyut dalam buaianku kembali mata batinku tertutup
Tak ingin melihat Al Latiif Yang Memiliki Seluruh Kelembutan yang aku miliki
Astagfirullaah apa yang telah kulakukan?
Kugetarkan Arasy Allah kusempitkan liang kuburku sendiri
Apa yang dapat kusampaikan pada-Nya nanti?
Aku memiliki 2 mata untuk melihat dunia tapi kututp mata hatiku untuk melihat siapa pemilik dunia ini sesungguhnya
Aku memiliki 2 pendengaran yang sempurna untuk mendengar ciptaan-Nya tapi kutulikan kupingku dari mendengar panggilan Azan-Nya
Aku memiliki mulut yang dapat berbicara dengan lancar tapi kubisukan mulutku untuk melafazkan ayat-ayat suci-NYa
Aku memiliki 2 kaki dan 2 tangan yang dapat bergerak kemanapun aku mau tapi kuikat kaki tanganku dari sholat
Astagfirullaah
|
3 Comments:
hiks..hiks.. terharu gw baca puisinya.... "ngena" bgt, Astaghfirullah, setiap hari dosa2 gw makin bertambah... :(
aduh Ya....kadang aku suka nunda2 buat shalat :(
apa kabar dik?
gak hanya kamu ya...mungkin juga banyak orang di sudut dunia ini yang lupa untuk bersujud mengucapkan syukur :)
termasuk diriku :)
puisi kamu adalah wujud dari instopeksi diri...nice :)
Post a Comment
<< Home