Thursday, August 16, 2007

Perempuan Yang Cinta

Cinta sayang,
sejak pertama kali ketemu kamu, aku begitu menginginkanmu untuk bersanding denganku seperti 45 tahun yang lalu bangsa kita begitu ingin meneriakkan kemerdekaannya. Tapi hon, maaf yaa hari ini aku gak bisa romantisin kamu.

Eh Yang tahu kan, kalau dulu Ibu Fatmawati juga tidak pake kalimat romantis buat menyatakan rasa cintanya ke Indonesia? Beliau cukup menjahitkan Sang Saka Merah Putih buat dikibarin tanggal 17.

Hmm, sebenarnya aku gak bisa menjahit juga sih Yang. Tapi aku bisa melakukan yang lain buat ngebuktiin cinta aku ke kamu. Mau?? (iih sayaang, bukan yang itu..aku kan belum bilang "I do").


Cinta,
62 tahun yang lalu kan Soekarno Hatta akhirnya berhasil membacakan Proklamasi Kemerdekaan..

Aku tapi gak punya naskah cinta apapun untuk dibacain ke kamu, Yang. Tapi kalau kamu pengen aku nulis surat cinta juga, Yang bisa baca puisi di blogku aja. Semuanya untuk kamu, sayang.

Ngomong-ngomong Cin,
aku tau kok kalau cinta itu butuh pengorbanan. Tapi kamu gak minta aku buat meneteskan darahku seperti Jendral Sudirman dulu yang rela mati demi mempertahankan Indonesia kan?

Sayangku,
bukannya aku gak cinta lho, kalau aku gak rela mati demi kamu. Soalnya kalau aku mati, gimana bisa menikah sama kamu?

Honey..
lagu Indonesia Raya sudah berkumandang di mana-mana dengan bebas tanpa takut ada penjajah lagi, jadi aku juga sudah bebas untuk bilang ke dunia:

Aku perempuan yang mencintaimu...

4 comments:

Labibah said...

thank you yaya. klo muhrim, bukannya malah gak boleh dinikahi? karena diambil dari bahasa arab -mahrom yg artinya = yang diharamkan (dinikahi) kayak adek kakak kandung, ibu, bapak, paman dll.

Labibah said...

itu jadi bahasa gaul gitu ya? wah klo iyaa, ya secara makna lughowi (bahasa) dan Syar'i (hukum Islam), kurang pas bahkan cenderung keliru ya.

nah klo misale di ganti "sebelum dapet sertifikat halal dari penghulu, baru oke. karena klo sebelum jadi muhrim huwaaaa untuk jadi manten kan yg dicari yg bukan muhrim, kalau tiba2 jadi muhrim, wah pasti sedih deh karena gak bisa nikah hehehe

*jadi inget sepasang saudara yg terpisah, ketika gede saling jatuh cinta. bgitu tau bersaudara dan muhrim, huwaaaa sedih karena gak bisa nikah*

any way tulisanmu makin bagus. ya cuman itu ajah yg ngeganjel.

keep writing

dewicendika said...

hihihi..Yaya tukang nggombal :)

sa said...

trus, dibales apa sama yg dikirimi gombalannya, Ya? :D