Friday, February 08, 2008

Kisah hujan

Menghapus tulisan kemarin
karena hujan tak lagi dapat menyampaikan pesanku padanya..

Maka kisah hujan, dia dan bintang juga mencapai titik akhir.

Hujan masih deras mengetuk-ngetuk jendela kamarku, tak peduli pena yang telah mengering karena terus menggores kata untuknya.

Hujan masih terus turun..
menungguku memintanya untuk pergi.

Hujan tidak salah..
tak usah cepat mengering
karena pena masih enggan menggores lagi.

1 comment:

Pritha Khalida said...

Ya, gue tau kenapa laki2 itu hanya ada pas hujan. Mungkin dia itu tukang ojek payung?
Huehehe becanda neng...
Apa kabar neh?
Makin cihuy aja puisinya...
Love you beybeh!