Wednesday, February 27, 2008

Menjemput imaji

Rasanya sudah lama tidak menggoreskan pena ini. Beberapa episode hidup terlewatkan begitu saja, tanpa ada catatan tentang mereka.

Kemana perginya luapan kata-kata yang selama ini memenuhi imajiku?

Ketika imaji sudah terganti dengan logika kehidupan..
langkahku tersaruk menapaki ruang-ruang imaji..terhenti sesaat.

Catatan terakhir tentang hujan meninggalkan begitu banyak noktah..
menghalangku untuk menceritakan tentang hidup yang masih ada.

Apa harus selalu menggores pena tentang hidup?

Guratan pena terseok-seok
di atas lembaran..

menjemput imaji yang masih enggan menggantikan logika.

No comments: