Tuesday, September 20, 2005

Chemistry atau pernyataan dulu?

"Aku belum yakin, Ya."
"Bukannya kamu merasa dia adalah your-so called-the one?"
"Iya, memang dia sudah menyatakan perasaanya ke aku."

Aku tersenyum, ingatan membawaku ke sebuah talkshow di frekwensi radio kesayanganku yang menemaniku melewati ramainya lalu-lintas malam Minggu kemarin.


Chemistry atau pernyataan dulu?

Ternyata sebagian besar pendengar malam itu (yang mungkin lebih memilih melewati malam dengan cara yang sama denganku) memilih Chemistry.

Do we still need to say it out loud when we've already felt the-thing-called-chemistry?

10 comments:

zie... said...

Kadang2 tanpa pernyataan pun kita udah tau apa yang kita dan dia rasain dengan adanya si chemistry ituh :)
Tapi yaaa tetep aja.. kok kalo lom ada peryataan kayanya gimanaaaa gitu hehe :D

It's just me said...

chemistry menurutku perlu juga... didukung dengan pernyataan dan perbuatannya pasti ;)

bayoe_ said...

chemistry. tp perlu perbuatan juga. kalo engga nanti malah ga jelas...

blossom said...

suited well first ya *teuteup* pernyataan mengikuti :)

ketket said...

hmm..yeah..

bintang said...

"Do we need still need to say it out loud when we've already felt the-thing-called-chemistry?"

neeeeeeed! hehe..
coz hak paten itu perlu :P

mimimama said...

biasanya nggak berani bikin pernyataan aneh2 kalo belom yakin ngerasain chemistry hihihi :D

Ay's said...

uh huh!
need both i guess!

smacem perlu legalisasi dari KUA meskipun ijab udah cukup ;)

adcornelia said...

both will work well ;)

hariman said...

chemistry?

there is no such thing.

:D