Wednesday, September 07, 2005

Obsesi?

"Kenapa?"

"Aku tidak bisa baca rumah mayanya," aku mengeluh dengan sahabatku.

Sahabatku tak berkomentar apa-apa lagi, tapi pandangannya yang sedemikian rupa cukup membuatku ingin bertanya, "kenapa melihatku seperti itu?"

"Ternyata kamu masih ya."

"Maksudnya?"

"Iya, kamu masih terobsesi dengannya."

Aku marah! "Siapa bilang aku terobsesi??" sifat temperamenku mulai memuncak.

"Benar kan? Apa coba namanya kalau bukan TEROBSESI kalau tidak mampir di rumah mayanya setiap sejam sekali?"

Aku mencoba berdalih, "aku hanya..."

Temanku memotong, "Iya, kamu hanya TEROBSESI."

"Aku hanya sayang sama dia."

"Kamu tahu, bukti sayang terbesar yang bisa kamu tunjukkan adalah dengan mencoba melepaskannya menjalani hidupnya sendiri, tanpa harus ada kamu dalam hidupnya." Temanku mencoba meluruskan kembali pemikiranku.

Cukup dengan satu kalimat temanku itu, membuatku terjaga.
Sadar selama ini aku terlalu banyak, terlalu sering mencoba memaksakanku diriku masuk dalam lingkungannya.
Ini membuatku ngeri, menyaksikan diriku sendiri menjadi orang yang sakit.
Aku tidak mau lagi seperti ini.
Aku akan keluar dari hidupnya, lingkungannya, dan aku tidak akan membuka rumah mayanya lagi.

Hah! Sekarang rasanya lucu, aku tidak merasakan keinginan untuk melihatnya lagi.

Aku maju...

5 comments:

It's just me said...

bagusss.....I know you can do it....;) mungkin rumah itu tak perlu kau singgahi lagi..
banyak rumah lain yang masih terbuka pintunya...dan siap menyambutmu selayaknya tamu....

Nana said...

sometimes, Ya, pain really means freedom. And no matter how much you miss him, don't follow your heart when it says.. ayolah... ayo...liat dikit aja. Kan kangen?

Close every window... that may remind you of him. With time, you will be free. Just don't look back and continue knocking on his closed door.

Keluarga Fasril said...

Nice story... it take me back to the time when I'm still single. Too many thing can hurt your heart while U looking for someone to be your guard when u hurt,to lean on, to share day by day...forever.
I wish u luck to get the best man of your heart.Jgn pernah terpaku pada pintu kebahagian yg tlah tertutup, padahal masih banyak pintu bahagia lain yg terbuka utk kita.
Wassalam.

woro said...

Ya ampun Yaya, segitunya kah?! But gw juga suka gitu kok say, tenang aja selama lo masih bisa control yoursefl dan ngak terbawa emosi menurut gw itu masih wajar. But since your feeling is so much better without visiting his Dunia Maya, so rasanya memang lebih baik jangan keseringan juga [1 jam sekali is memang over juga sech heheheh].

bitiqe said...

miss yaya...is that dedicated for me??!?!...i never realized u've love me that much :D

hoohohoo.....kidding ya'

expresive banget nihhh.....gw suka!