Wednesday, November 30, 2005

Manusia juga di sini

"Ya, gajinya berapa bulan ini?

Kusebutkan sejumlah angka.

"Sama nih sama aku. Dikit ya."

"Iya dikit." Atas nama solidaritas aku iyakan saja keluhan temanku.

"Kamu sih enak, gaji dikitpun gak masalah. Masih ada orangtua ini," cetus temanku lagi.

Susah payah kutahan mulut ini untuk meneriakkan, "APA? Jadi kamu pikir aku tinggal ongkang-ongkang kaki saja di rumah, hanya karena aku masih ada orangtua yang sehat walafiat???"

Sebaliknya, kusunggingkan senyuman di bibir dan berkata, "Ah, jangan begitu. Aku sama saja kok."

Ya Allah Yang Maha Mengetahui, kenapa masih saja ada orang yang berpikiran semudah itu. Melihat semuanya dari kulitnya saja.

Memang, setiap hari Alhamdulillah aku masih menemui kedua orangtuaku di rumah.
Memang, aku masih sering minta uang sama mereka.
Memang, aku satu-satunya anak papa dan mama yang masih belum menikah dan tinggal seatap dengan mereka.

Apa itu berarti gajiku tidak berarti?

Aku selalu berusaha menghargai setiap sen uang yang aku dapat dari hasil mengajar ataupun menterjemahkan.

Tidak perlu aku omongkan kan sama temanku?

Ya Allah, sabarkan hati ini untuk tidak perlu meneriakkan fakta-fakta itu di depan temanku.

Ya Allah, berikan aku kemampuan untuk tetap tersenyum menghadapi kalimat yang sama setiap bulannya.
Masa' aku harus menyanyikan lagu Seurius yang, "Yayaaaa juga manusiaaaaa......"

17 comments:

siberia said...

Yaya dear,

nggak usah dimasukin ati...biarin aja..:)

imgar said...

sabar..sabar..

yoan said...

let' sing....yaya juga manusia..punya hati punya rasa....jangan samakan dengan pisau belati hehehehe...sabar yach say...*hugs*

Agung said...

Pagi yaya...Ngapain dipusingin Ya, ambil hikmahnya aja...Toh hidup akan terus mengalir tanpa harus peduli orang mau bilang apa...Yuk nyanyi....
Blogger juga manusia...akan sepi tanpa yaya.....

It's just me said...

jangan masukin ati say...sabar ya...Bukan akrena itu kan jadi sakit tenggorokan :)

nyi2 said...

cuekin aja ya ..yg penting kan kita gak kek gituw :)
eniwei, hope u have a great day today!

leo said...

Yaya juga khan manusia..jangan samakan dengan puput melati......

goiq said...

gw setuju ama lo ya. kenapa banyak banget orang yang suka menilai dari kulit luar nya aja...

-syl- said...

Sabarr... orang kan ngeliat luarnya aja ya, gak tau didalem seperti apa. Tapi justru itu yg bagus, buat apa tih ngumbar-ngumbar? ya gak? Ngerti banget deh soal jeritan hati yang ini, soalnya ngalamin juga. Hehehe

blossom said...

cuek yaya....ga sah dipikirin, itu artinya dia jg ga nyaman dgn dirinya sndiri, pertama kerja dulu jg gajinya kecil kok tp kan bertahap hehehehehe

topan said...

Yaya...! bisa juga temen kamu itu hanya alat tuk mencoba kamu oleh-Nya.Yang penting kita bisa selalu Tawaqal en Istiqomah, kata Ustadz Sanusi Loh...!

syafrina-siregar said...

Nyantai aja...

Wina said...

Yaya, sing sabar ya jeung, lagi ngiterin blog2nya org2 niy.. whuehuehue... met kenal ya...

dian mercury said...

seberapa dikitnya berkah tuhan, harus disyukurin. niscaya, tuhan akan memberi lebih...sok ustadzah deh gue hehehe

Younoez said...

namanya juga manusia...
bisa saja hatinya luka
tapi sabar aja , Yaya
mungkin ucapan itu karena ketidaktahuannya

cindymon said...

lagi PMS yah say, kok sensi? ^_^
perlu sesekali belajar cuek *maybe*
muach

karena manusia BERUBAH. . . said...

iyah...mbak yaya kan juga manusia...
jadi bisa berlaku manusiawi layaknya manusia2 lain kan?
hehehe...tapi hidup memang nggak selamanya manis ya mbak...
smoga slalu dikasih kesabaran...