Wednesday, November 02, 2005

"Mungkin aku bukan komunitas kamu..."

Kira-kira seminggu yang lalu ada sebuah pesan masuk di handphone saya. Pesannya bernada akrab. Tapi saya jadi bingung karena nomer tersebut tidak terdapat di memory handphone saya (sehubungan dengan keterbatasan memory Hape), maka saya membalas dan dengan sopan bertanya identitas pengirim pesan tadi.

Tahunya, pesan tadi berasal dari seorang teman (yang memang baru pertama kali bertemu). Sebenarnya tidak masalah siapa pengirim pesan itu, tapi jawaban teman saya itu membuat saya sedikit tercenung.

"Mungkin aku bukan komunitas kamu..."

Dari kecil sampai sekarang, saya dibesarkan di keluarga yang mengajarkan untuk tidak memilih-milih dari luarnya saja dalam berteman. Dan dengan berjalannya waktu, sayapun menjadi lebih dewasa...saya berusaha untuk berteman baik dengan siapa saja.

Jujur, saya merasa divonis memilih-milih teman. Yaah, mungkin saja ini hanya masalah kesenjangan komunikasi saja. Saya termasuk orang yang lebih gampang mengingat seseorang bila telah bertemu muka langsung, daripada mengingat namanya.

Di malam takbir bergema di mana-manpun, saya mendapat beberapa pesan yang tidak terdaftar di handphone. Tak ada jalan lain, kecuali saya menelpon nomer itu kembali. Dan ternyata...teman saya yang sudah 2 tahun tidak berhubungan lagi.

Alhamdulillaah...tali silaturahmi terjalin kembali.

Tetapi malam ini saya merasa bersalah sekali, karena saya kembali melontarkan kalimat serupa untuk teman saya. Hanya karena saya dihinggapi perasaan kesal karena teman saya itu tidak pernah mau diajak bertemu dengan teman-teman yang lain. Maaf, saya tidak berhak untuk menilai kamu.

"Mungkin aku bukan komunitas kamu..."

tapi...

Seiring dengan Idul Fitri 1 Syawal 1426 H, saya mengucapkam Mohon Maaf Setulus Hati saya, mohon dibukakan ruang maaf yang selebar-lebarnya..



Iya..."Mungkin aku bukan komunitas kamu..."

tapi...

aku tidak pernah menganggap kamu bukan komunitas aku.

17 comments:

Sam said...

Mungkin lebih bijak menengok kebelakang untuk memahami ... alasan dibalik itu. Setidaknya tahu other side view dan aku yakin ini bukan satu masalah bila kita bisa "mengerti" pada akhirnya .... duh omongan gw kayak pildacil ya :P

met lebaran Yaya.

G said...

mmm.. sama yah kdg2 aku suka dianggep begitu, padahal kdg2 aku orgnya pemalu... hehehehe buat yg blom aku kenal sech, hehehe, setelah itu they said they cant shut me up! hehehe :) met lebaran jg yah, semoga ibadah puasanya diterima Allah SWT, eh itu kupu2 lucu sekali! :)

irene said...

Hi Yaya.. thanks ya udah mampir-mampir.. :D

btw, met lebaran ya.. :)


ireyna
http://critacriti.blogspot.com

Allison & Alexis said...

Met lebaran yah tante

DeJaBlue said...

Hii... saya bukan dari komunitas mana-mana..but I would like to send you my best regards and wish you the best, - from new friend... !!!

syafrina-siregar said...

Komunitas?! Jgn diartikan seseram itu deh...akui aja, mau gak mau, emang ada seleksi alam disini (caela....:-) )
Bisa jadi kita "menerima" semua orang dengan perlakuan sama, tapi mungkin untuk "hal2 tertentu" kita hanya bisa "akrab" dengan komunitas kita...supaya omongannya nyambung. Misal, gak mungkin banget aku "curhat soal cowok" ama generasi ortu, etc...itu hanya contoh umum, dan aku gak perlu spesifik banget ya.
yg jelas sih, buatku, brad pitt itu bener2 bukan komunitasku!!!:-D

siberia said...

dalam dunia pertemanan *duh* emang pasti ada circle2 kecil yg terbentuk krn punya pemahaman yg sama dan juga rasa nyaman...dan nyambung/cocok..

sebagai contoh dunia blog ini, aku punya lingkaran teman blogger sendiri, aku kira demikian pula kawan2 yg lain..

Ied Mubarrak. maaf lahir batin..

Ling said...

biarin aja ya,, bisa jadi itu kesan pertama,, let him be him.. let me be me.. hehhehehe..

mata capung said...

kadang ada orang yang berharap jadi temanmu, tapi dia tidak ingin masuk komunitasmu. dia menyadari kamu terlibat erat dengan komunitasmu, dan dia merasa tersingkir. orang yang butuh teman, gw rasa.

nice blog, tp tulisannya berat buat dibaca :)

salam
mc

blossom said...

iya ya....klo aku sich ga prnh mo musingin soal komunitas2 ato apalah lach...berteman bukan soal komunitas berteman tidak dibatasi oleh komunitas apapun, hanya soal menerima dan diterima...bagaimana menghargai dn dihargai itu saja

Mas Tom said...

Kalo aku termasuk komunitasmu nggak Ya? hihihihi...
Masih dalam suasana lebaran, maaf lahir dan batin juga, minal aidin wal faidzin :-)

ShOFa ImOeT said...

huhu sedih emang klo ada yg bilang gt... terlalus ensi mungkin dy nya :)

bkrazif said...

hmm gue suka banget postingan yg ini... ntah kenapa kena aja di gue juga... soalnya gimana yaa disini gue udah coba seakrab apapun ama orang, tp sepertinya kita tidak nyambung... baik ama orang prancisnya atau orang indonesia yang disini.. kdg2 selalu terlintas dipikiran gue... seperti yg lu bilang.. mungkin gue gak di komunitas kalian :)

imgar said...

tapi kadang memilih itu perlu loh.. karena kita juga bukan malaikat..!

prazz said...

met idul fitri
maap lahir batin :)

Our blog said...

Masalah "komunitas" ini emg menyakitkan. di kampus gw,juga ada komunitas yang sombongnya 1/2 mati.gw nge-date sama salah seorang diantara mereka!dan tetep gw ga disapa loh! jahat benerrr...

anyway, come and visit us :)
Selma from RuangCerita...

Alya's Mom said...

maaf lahir bathin, yaya.... Aku si pede aja, berasa 'bagian' komunitas kamu :p

devitaumardin.blog.com