Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Monday, May 30, 2005
A Family
Can't remember the time
when I first met you

You guided my lost soul
to enlightment

You listened to me
shared with me
and comforted me

The best thing is

You accept me
the way I am

There was no days gone by
without me wanting to pass my day
without you

and I found a new family

I hate to see us like this

fighting
not trusting each other
a lot of disappointments

Can't you remember those days
anymore

The day we changed our friendship
into a family

Watching us torn apart

I feel like losing my half soul
today

Worst..
I feel like losing my family


PS: Fahers, let's not fight anymore

reflected by Nahria Medina Marzuki
4:52:00 PM
|
Sunday, May 29, 2005
With you
Looking at you

...then

I know now

I'm ready to let go
that memory

to be with you

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:33:00 PM
|
Saturday, May 28, 2005
Bintang
Setelah lama

diam
tak menyapa bintang

Malam ini
aku mengakui

Bintang...
aku kangen

Jangan pergi lagi

reflected by Nahria Medina Marzuki
8:36:00 PM
|
Friday, May 27, 2005
Berantem?
Sudah hampir jam setengah 11 malam, tapi Nina tetap gak bisa memejamkan matanya. Akhirnya Nina bangun dari tempat tidurnya dan menghampiri meja kerjanya yang berwarna pink, menyalakan komputer dan modemnya. Begitu keduanya nyala, langsung muncul sebuah kotak Yahoo Messenger yang berkedip-kedip di komputernya.
Nina mengklik kotak tersebut.


Dla: Hei bu...kok belom tidur?
Nindia: hehe..gak bisa tidur.
Dla: masih mikirin Tio?
Nindia: enggaaaaak....
Dla: How do you feel now?
Nindia: to tell you the truth....gue gak terima.
Dla: gak terima kenapa? karena dicuekin sama Tio :D
Nindia: Hahahahahaha....enak aja! Bukan. Tapi hati gue gak terima aja kalo picture perfect gue tentang Tio ternyata salah.
Dla:maksud loe?
Nindia:Gini lho, kan selama ini bayangan gue tentang seorang Tio Iqbal Adriansyah itu dia keren,cool,baek,pinter,asyik kalo diajak ngobrol dan 1001 yang baek-baek lainnya. Tapi ternyata....
Dla:Tapi ternyata dia gak sesempurna bayangan loe.
Nindia:Iya :(
Dla:Naah itu karena eloe yang nyiptain dia untuk perfect kayak gitu.
Nindia:Iya siich emang.
Dla:Emang loe sama sekali belum pernah ngobrol berdua sama dia?
Nindia:Pernah sekali, tapi itupun amat singkat sekali. Saking singkatnya bisa masuk dalam Guiness Book of Records kaleee, untuk percakapan tersingkat..hehehehehe..
Dla:ROLF
Nindia: Loe tau gak Dil?
Dla: Apa?
Nindia: Gue gak minta banyak kok...cuman sekaliiiii aja kesempatan untuk ngobrol berdua sama dia. Sekali aja kesempatan for me to get to know him better.
Dla: well, u creat that chance donk bu.
Nindia: he eh sich... eh, gw ngantuk nih. udahan yaa.
Dla:ok, byeee...eh Nin...
Nindia:apa?
Dla:sorry tadi gue marah sama eloe. Emosi gue...
Nindia:it's ok say.


Nindia Sign out


Ok


"Mmmmm...picture perfect? Maybe..."Nina berpikir sambil nepuk-nepuk bantal Garfieldnya. "Bismillaahirrahmaanirraahii," Nina berdoa sebelum tidur.
===========================================


Waktu Santi dapet komentar-yang dingin-dalem-dan terkesan arogan dari Tio, Dila terkesan sangat emosi, dan mungkin marah sama Nina karena dia mengiyakan perbuatan Tio secara tidak langsung.
Makanya pas besoknya begitu ketemu sama Tio...


"Yo, gue mau bicara."


Tio yang baru dateng, sedikit kaget ditembak' sama Nina, "eh, bicara apa Nin?"


"Loe ngomong apa sama Santi kemaren?" tanya Nina tanpa basa-basi.


"Nin..what are you doing?" bisik Santi yang udah dateng juga dengan takut-takut.


"Ngomong apa sih Nin, gue gak ngerti? Tio masih dengan cueknya nanggepin sambil nulis.


"EH, LOE KALO DIAJAK NGOMONG LIAT GUE DONK!" Suara Nina mulai meninggi.


Raut muka Tio langsung berubah, membanting pulpennya dan berdiri, "Kenapa sich loe? Loe.." suara Tio juga mulai meninggi.


Nina dan Tio berdiri saling berpandangan, tajam.


Tanpa basa-basi langsung Nina motong, "Jadi...loe pikir guru pengganti itu gak penting yaa???"


"Ooooh itu, maksud gue gini..."


"Alaaaah, gak usah pake alasan segala deh. Jangan mentang-mentang loe lulusan S2, dari Kanada, pinter, trus loe bisa ngeremehin orang!"


"Dengerin gue dulu donk Nin, jangan judgemental gitu."


"Gue judgemental? bukannya eloe???"


"Gini lho Nina.."


"Alaaah udah deeh, gak usah pake ngeles segala!"


"UDAH SELESAI BELOM, GUE MAU BICARA!" gantian Tio meninggi suaranya.


Nina diam.


"Gini Nin, gue kemaren gak maksud apa-apa sebenarnya. Dan San..I'm sorry, that was a stupid remark I made," kata Tio melembut sambil ngeliat Santi.


"Gampang yaa minta maaf," Nina masih gak terima.


"What do you want me to do?" nada suara Tio berubah, melembut.


"I..I....you..you should change the way you act to other people."


"Duh..kok aku jadi gugup sih?" dalam hati Nina berbisik.


"I'm sorry Nina."


Nina menangkap ketulusan.


"Oke, gue terima. Maaf tadi aku emosi," akhirnya Nina yang hampir speechless ngeliat sikap Tio yang berubah 180 derajat, bisa ngomong juga.


Hampir 5 menit Nina dan Tio berdiri saling memandang tanpa berbicara, tapi kali ini tatapan mata Tio berbeda. Lembut, membelai sekaligus mengobrak-abrik pintu hati Nina.


"Halooo semuaaa," suara Dila yang baru datang mengagetkan semua yang ada di ruang itu.


Spontan Nina dan Tio melepaskan pandangan mereka.


"Hai..hai," kali ini Rendi yang masuk. Rendi ini termasuk bos yang funky, liat aja bajunya hari ini. Celana panjang hitam, kemeja merah, dan dasi hijau. Uuuggghhh, gak banget deh.


"Hari ini muridnya pada libur, jadi gak ada kelas. So, if you wanna leave now it's ok," Rendi ngomong sambil nyalain komputer.


"Ya udah, deh. Gue pulang lagi. San, mau bareng gak?" ajak Dila.


"Ayo deh," Santi mengiyakan sambil mengambil tasnya.


"Kalo gitu, gue juga pulang deh. Bye semuaaa," Nina juga ngambil tasnya dan berjalan ke luar.


"Na....Ninaaa!"


Nina menoleh, terlihat Tio yang mengejar di belakangnya.


"Duh, loe jalannya cepet banget sih Na," Tio ngomel.


Tak sadar Nina tersenyum. "Kenapa Yo?"


"Loe pulang dijemput ya Na?"


"Gak, hari ini gue pulang harus naek bis. Mobil gue ngambek, harus masuk bengkel gitu deh."


"Gue anter mau?"


Hah? Tio nganter gue? yang bener aja? dalam hati Nina menahan diri untuk gak jingkrak-jingkrak kesenangan.


"Boleh."


"Kalo gitu, yuk. Itu motor gue. Loe gak takut kan naek motor?" goda Tio.


"Iiih enak aja."


"Gue laper nich, mampir makan dulu mau gak?"


"Boleh," lagi-lagi Nina mengiyakan sambil masang helm.


Penasaran kelanjutan Tio dan Nina, apakah mereka ada chemistry? Nantikan kelanjutannya..SOON!








reflected by Nahria Medina Marzuki
11:22:00 AM
|
Hanya
Kataku
terbungkus balutan ego

Sikapku
terbenam dalam ketidakpedulian

Terserah!

Aku tak peduli lagi padamu

Kau hanya seseorang yang lewat

benarkah?

...hanya lewat

kenyataan yang menamparku keras
menusuk jiwa

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:07:00 AM
|
Thursday, May 26, 2005
Terima kasih
Saatnya kusudahi
curahan hati itu

Lembaran baru
kuakui sulit kubuka

Telah kuhapus
lembaran lama

Terlalu banyak
cerita indah
ingin kuulang

Terlalu banyak
cerita
yang ingin kutulis kembali

Terlalu banyak
curahan hatiku

Aku pasti kembali
dan menyapamu
kembali

Terima kasih
kau ada

Terima kasih
kau mendengarkan

Terima kasih
kau peduli

Bukan pisah
tak perlu air mata

Aku pasti kembali


untuk bercerita
denganmu



reflected by Nahria Medina Marzuki
11:44:00 AM
|
Wednesday, May 25, 2005
Selamat malam
Selamat malam
buat kamu

Jam 11.28
malam ini
aku masih berharap
mendengar suaramu lagi

Sekali saja

Padahal tak mungkin

Aku takkan pernah
mendengarmu lagi

Mungkin kehidupan
telah menelanmu jauh
dalam ramainya dunia



Berharap aku
kamu ada lagi

Berharap aku bisa
mengucapkan selamat malam
buat kamu

reflected by Nahria Medina Marzuki
8:36:00 PM
|
I Miss You
I miss you
echoing
inside me

Won't go away

Yesterday

today

tomorrow

reflected by Nahria Medina Marzuki
7:50:00 PM
|
Mengerti
Malam tadi
aku mengerti

Pada akhirnya
aku tahu

dan tanyaku
terjawab sudah

Kau begitu baik
aku begitu sayang padamu

Kau begitu pengertian
aku takut
tambah dekat denganmu

Kau
dan semua yang ada
pada dirimu

Kini
aku paham

Alasanku
harus melepasmu pergi
dari hatiku

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:36:00 AM
|
Monday, May 23, 2005
KECEWA
Kamu...

Iya

kamu...

Kamu berubah

Padahal aku
percaya

hati kamu
tidak sedangkal orang lain

Aku kecewa
sama kamu

ternyata kamu sama
dengan yang lain

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:50:00 PM
|
A deception
Once...
you've been there

Paradising my life




For once...
I believed

For once
my faith hadn't been broken

Knowing now
it's only a deception

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:32:00 PM
|
Sunday, May 22, 2005
Ikhlas
Allahu Rabbi...

Kuikhlaskan
hatiku untukmu

Kuserahkan
kepadamu

Allahu Rabbi
tolong bawa saja
hati ini

Satukan kembali
serpihannya

Bila saatnya tiba

untukku
menerimanya kembali

Luaskan hatiku

supaya kudapat
lebih ikhlas lagi

tanpa ada tanya lagi

Kuatkan hatiku

agar kumampu
menahan hatiku

untuk tidak jatuh lagi

Allahu Rabbi

Aku sudah ikhlas

reflected by Nahria Medina Marzuki
12:20:00 PM
|
Friday, May 20, 2005
Mencari
Masih mencari
kata

untuk menceritakan
hatiku

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:58:00 PM
|
Enough
Faltering here
tried understanding you

Losing my tenacity
of you

Giving up
my own soul
over you

Sprouting reasons
for you

Now...
I'm done



My
blankness..
resentment..
sorrow..

I was so mindless....
not noticing
you are just being in your world


Not much to say...

just

I've had enough

reflected by Nahria Medina Marzuki
7:43:00 AM
|
Thursday, May 19, 2005
Cepat pagi!
Resah menunggu pagi

masihkah kamu
di sana

Melewati malam
menghitung waktu

Cepat pagi..
datang!

Aku ingin bersamanya
melewati hari dengannya

Walaupun
saat sore mengantarkan malam
diapun pergi lagi

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:07:00 PM
|
De ja vu'
Dua tahun lalu
dan kamu

Seseorang mengantarku

ke De ja vu'
semalam

Bayangan kamu
menghempasku lagi

melemparku
dalam lorong cerita
tentangmu

Bukan kamu

seseorang
yang hadir dan menarikku

dalam De ja vu'

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:49:00 PM
|
Wednesday, May 18, 2005
Untitled
Now
let the unsaid words
remain

If our paths cross again
someday...

I know
that I will regret what I haven't said

But I know
times won't heal the damage
if the words are spoken



Let it be goodbye
to you

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:21:00 PM
|
Masa lalu..masa kini...akan datang
Ketika masa lalu datang kembali

Haruskah aku menjauh
atau
memperbaikinya

menjadikannya
Kini

Ketika saat ini
tak menentu

Haruskah aku kembali
ke yang lalu

dan hidup
di sana

Ketika akan datang
memanggil

Bisakah aku meminta
masa lalu untuk berdamai dengan masa kini

dan membawanya
ke yang akan datang

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:23:00 AM
|
Tuesday, May 17, 2005
The End
YOU'RE so endless

then...
why the end

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:03:00 PM
|
Tak bernama
Terperangkap
dalam kerumunan tak bernama

Terdesak membaur..

Menyalahkan

sebentuk jiwa
yang menggiringku masuk
ke dalamnya

Tak mengenal seseorangpun
asing dengan semuanya

Tak bernama
menusuk tajam

meninggalkan hati
sebuah rongga besar

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:32:00 AM
|
Thursday, May 12, 2005
Selamat tinggal
Aku pasti kembali
dan mencurahkan isi hatiku
lagi

bukan kini...bukan besok

Kalau aku masih ada....

Aku akan kembali
dan menggoreskan penaku
lagi

Kini...
biarlah semuanya berjalan

tanpa ada rasa tertinggal
di kalbu ini

Mungkin...
selamat tinggal

reflected by Nahria Medina Marzuki
12:59:00 AM
|
Monday, May 09, 2005
You and Me
Night fade away without trace

along with my heart..
silently wishing


may tomorrow....

it would be
you and me

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:42:00 PM
|
Kangen
Kangen....

kamu

yang aku kenal
selama hitungan jari

Kangen.....


dengan gayamu
yang begitu cuek

Kangen.....

ngobrol sama kamu
seperti ngobrol dengan air

gak pernah berhenti

Kangen.....

sama kamu

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:35:00 PM
|
Thursday, May 05, 2005
Surat buat Nimo
Selamat malam Nimo...
Malam ini aku ingat kamu ditengah-tengah kerjaanku yang belum selesai. Bayangan kamu masih sesekali muncul di benakku. Kamu yang pinter, keren, baik dan romantis. Sayangnya, aku terlalu mengenal kamu dengan baik, aku tau kesukaan kamu, apa yang buat kamu marah, kapan kamu merasa senang sampai jam berapa kamu tidur.

Maaf ya Nimo...
mulai malam ini kamu bukan lagi nimoku, karena aku sudah menemukan nimoku yang lain. Aku harap dia tidak hanya menjadi nimoku, seperti kamu yang hanya dan tetap akan menjadi seorang nimonya aku.

Terima kasih telah menjadi nimoku dan tetap baik sama aku walaupun kamu sudah tau. Terima kasih telah membuat hari-hariku lebih cerah.
Doakan aku ya Nimo....
Aku akan selalu mendoakan kamu.


Yaya

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:29:00 PM
|
Tanpa Judul
Malam ini

kepanikan mulai mengerubungi
sudut hatiku

juga saat bersamamu

hatiku tak tenang

seakan hendak
mengunci waktu

takut
waktu pergi

membawamu
ikut serta

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:44:00 PM
|
Tuesday, May 03, 2005
Proses Belajar
Aku belajar
mengenalnya

sikapnya, egonya, hatinya

Aku belajar
mengharap ke Tuhan

Tuhan...
dia...buat aku...yaa

Aku belajar
bermimpi

Dia
akan menyisakan
tempat di hatinya

untukku tinggal

Aku belajar
menerima

Egonya telah menutupi
pintu hatinya

tak ada jalan
untukku masuk

Aku belajar
melepaskan

semua angan semuku
tentangnya


Aku belajar
mengakui

Aku kehilangannya

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:56:00 PM
|
My One
Asking my heart

Are you
my one

to fill my spirit
when I'm in void

to be by my side
when I feel alone

and when I look into your eyes
I see myself


Waiting for a sign
to say

You're my one

reflected by Nahria Medina Marzuki
8:32:00 AM
|
Monday, May 02, 2005
Yang menyakitkan
mendengar
selamat tinggal
terucap darimu

Yang menyakitkan
melihatmu pergi
dariku

Yang menyakitkan
tak kuasa
...melupakanmu

Tak ada
yang lebih menyakitkan

Saat bersamamu
...tak mampu menahanmu
pergi

Ketika tak mampu
menyatakan rasaku
padamu

...dan
bersikap seolah kau
tak berarti untukku

Nyatanya
kau sangat berarti
untukku

Itulah yang menyakitkanku

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:15:00 PM
|
Selesai
Bila kutahu
semua sudah berlalu

dan yang tinggal
hanyalah
sebuah sepi

Dalam terangnya hari
kurasakan semua
begitu kelabu

Saat kita
telah selesai

..hanya ingin
semuanya kembali

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:09:00 PM
|