|
| |
|
Monday, May 30, 2005 |
|
A Family
|
Can't remember the time when I first met you
You guided my lost soul to enlightment
You listened to me shared with me and comforted me
The best thing is
You accept me the way I am
There was no days gone by without me wanting to pass my day without you
and I found a new family
I hate to see us like this
fighting not trusting each other a lot of disappointments
Can't you remember those days anymore
The day we changed our friendship into a family
Watching us torn apart
I feel like losing my half soul today
Worst.. I feel like losing my family
PS: Fahers, let's not fight anymore |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:52:00 PM
|
|
|
|
|
|
Sunday, May 29, 2005 |
|
With you
|
Looking at you
...then
I know now
I'm ready to let go that memory
to be with you |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:33:00 PM
|
|
|
|
|
|
Saturday, May 28, 2005 |
|
Bintang
|
Setelah lama
diam tak menyapa bintang
Malam ini aku mengakui
Bintang... aku kangen
Jangan pergi lagi |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:36:00 PM
|
|
|
|
|
|
Friday, May 27, 2005 |
|
Berantem?
|
Sudah hampir jam setengah 11 malam, tapi Nina tetap gak bisa memejamkan matanya. Akhirnya Nina bangun dari tempat tidurnya dan menghampiri meja kerjanya yang berwarna pink, menyalakan komputer dan modemnya. Begitu keduanya nyala, langsung muncul sebuah kotak Yahoo Messenger yang berkedip-kedip di komputernya. Nina mengklik kotak tersebut.
Dla: Hei bu...kok belom tidur? Nindia: hehe..gak bisa tidur. Dla: masih mikirin Tio? Nindia: enggaaaaak.... Dla: How do you feel now? Nindia: to tell you the truth....gue gak terima. Dla: gak terima kenapa? karena dicuekin sama Tio :D Nindia: Hahahahahaha....enak aja! Bukan. Tapi hati gue gak terima aja kalo picture perfect gue tentang Tio ternyata salah. Dla:maksud loe? Nindia:Gini lho, kan selama ini bayangan gue tentang seorang Tio Iqbal Adriansyah itu dia keren,cool,baek,pinter,asyik kalo diajak ngobrol dan 1001 yang baek-baek lainnya. Tapi ternyata.... Dla:Tapi ternyata dia gak sesempurna bayangan loe. Nindia:Iya :( Dla:Naah itu karena eloe yang nyiptain dia untuk perfect kayak gitu. Nindia:Iya siich emang. Dla:Emang loe sama sekali belum pernah ngobrol berdua sama dia? Nindia:Pernah sekali, tapi itupun amat singkat sekali. Saking singkatnya bisa masuk dalam Guiness Book of Records kaleee, untuk percakapan tersingkat..hehehehehe.. Dla:ROLF Nindia: Loe tau gak Dil? Dla: Apa? Nindia: Gue gak minta banyak kok...cuman sekaliiiii aja kesempatan untuk ngobrol berdua sama dia. Sekali aja kesempatan for me to get to know him better. Dla: well, u creat that chance donk bu. Nindia: he eh sich... eh, gw ngantuk nih. udahan yaa. Dla:ok, byeee...eh Nin... Nindia:apa? Dla:sorry tadi gue marah sama eloe. Emosi gue... Nindia:it's ok say.
Nindia Sign out
Ok
"Mmmmm...picture perfect? Maybe..."Nina berpikir sambil nepuk-nepuk bantal Garfieldnya. "Bismillaahirrahmaanirraahii," Nina berdoa sebelum tidur. ===========================================
Waktu Santi dapet komentar-yang dingin-dalem-dan terkesan arogan dari Tio, Dila terkesan sangat emosi, dan mungkin marah sama Nina karena dia mengiyakan perbuatan Tio secara tidak langsung. Makanya pas besoknya begitu ketemu sama Tio...
"Yo, gue mau bicara."
Tio yang baru dateng, sedikit kaget ditembak' sama Nina, "eh, bicara apa Nin?"
"Loe ngomong apa sama Santi kemaren?" tanya Nina tanpa basa-basi.
"Nin..what are you doing?" bisik Santi yang udah dateng juga dengan takut-takut.
"Ngomong apa sih Nin, gue gak ngerti? Tio masih dengan cueknya nanggepin sambil nulis.
"EH, LOE KALO DIAJAK NGOMONG LIAT GUE DONK!" Suara Nina mulai meninggi.
Raut muka Tio langsung berubah, membanting pulpennya dan berdiri, "Kenapa sich loe? Loe.." suara Tio juga mulai meninggi.
Nina dan Tio berdiri saling berpandangan, tajam.
Tanpa basa-basi langsung Nina motong, "Jadi...loe pikir guru pengganti itu gak penting yaa???"
"Ooooh itu, maksud gue gini..."
"Alaaaah, gak usah pake alasan segala deh. Jangan mentang-mentang loe lulusan S2, dari Kanada, pinter, trus loe bisa ngeremehin orang!"
"Dengerin gue dulu donk Nin, jangan judgemental gitu."
"Gue judgemental? bukannya eloe???"
"Gini lho Nina.."
"Alaaah udah deeh, gak usah pake ngeles segala!"
"UDAH SELESAI BELOM, GUE MAU BICARA!" gantian Tio meninggi suaranya.
Nina diam.
"Gini Nin, gue kemaren gak maksud apa-apa sebenarnya. Dan San..I'm sorry, that was a stupid remark I made," kata Tio melembut sambil ngeliat Santi.
"Gampang yaa minta maaf," Nina masih gak terima.
"What do you want me to do?" nada suara Tio berubah, melembut.
"I..I....you..you should change the way you act to other people."
"Duh..kok aku jadi gugup sih?" dalam hati Nina berbisik.
"I'm sorry Nina."
Nina menangkap ketulusan.
"Oke, gue terima. Maaf tadi aku emosi," akhirnya Nina yang hampir speechless ngeliat sikap Tio yang berubah 180 derajat, bisa ngomong juga.
Hampir 5 menit Nina dan Tio berdiri saling memandang tanpa berbicara, tapi kali ini tatapan mata Tio berbeda. Lembut, membelai sekaligus mengobrak-abrik pintu hati Nina.
"Halooo semuaaa," suara Dila yang baru datang mengagetkan semua yang ada di ruang itu.
Spontan Nina dan Tio melepaskan pandangan mereka.
"Hai..hai," kali ini Rendi yang masuk. Rendi ini termasuk bos yang funky, liat aja bajunya hari ini. Celana panjang hitam, kemeja merah, dan dasi hijau. Uuuggghhh, gak banget deh.
"Hari ini muridnya pada libur, jadi gak ada kelas. So, if you wanna leave now it's ok," Rendi ngomong sambil nyalain komputer.
"Ya udah, deh. Gue pulang lagi. San, mau bareng gak?" ajak Dila.
"Ayo deh," Santi mengiyakan sambil mengambil tasnya.
"Kalo gitu, gue juga pulang deh. Bye semuaaa," Nina juga ngambil tasnya dan berjalan ke luar.
"Na....Ninaaa!"
Nina menoleh, terlihat Tio yang mengejar di belakangnya.
"Duh, loe jalannya cepet banget sih Na," Tio ngomel.
Tak sadar Nina tersenyum. "Kenapa Yo?"
"Loe pulang dijemput ya Na?"
"Gak, hari ini gue pulang harus naek bis. Mobil gue ngambek, harus masuk bengkel gitu deh."
"Gue anter mau?"
Hah? Tio nganter gue? yang bener aja? dalam hati Nina menahan diri untuk gak jingkrak-jingkrak kesenangan.
"Boleh."
"Kalo gitu, yuk. Itu motor gue. Loe gak takut kan naek motor?" goda Tio.
"Iiih enak aja."
"Gue laper nich, mampir makan dulu mau gak?"
"Boleh," lagi-lagi Nina mengiyakan sambil masang helm.
Penasaran kelanjutan Tio dan Nina, apakah mereka ada chemistry? Nantikan kelanjutannya..SOON!
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:22:00 AM
|
|
|
|
|
|
|
Hanya
|
Kataku terbungkus balutan ego
Sikapku terbenam dalam ketidakpedulian
Terserah!
Aku tak peduli lagi padamu
Kau hanya seseorang yang lewat
benarkah?
...hanya lewat
kenyataan yang menamparku keras menusuk jiwa |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:07:00 AM
|
|
|
|
|
|
Thursday, May 26, 2005 |
|
Terima kasih
|
Saatnya kusudahi curahan hati itu
Lembaran baru kuakui sulit kubuka
Telah kuhapus lembaran lama
Terlalu banyak cerita indah ingin kuulang
Terlalu banyak cerita yang ingin kutulis kembali
Terlalu banyak curahan hatiku
Aku pasti kembali dan menyapamu kembali
Terima kasih kau ada
Terima kasih kau mendengarkan
Terima kasih kau peduli
Bukan pisah tak perlu air mata
Aku pasti kembali
untuk bercerita denganmu
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:44:00 AM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, May 25, 2005 |
|
Selamat malam
|
Selamat malam buat kamu
Jam 11.28 malam ini aku masih berharap mendengar suaramu lagi
Sekali saja
Padahal tak mungkin
Aku takkan pernah mendengarmu lagi
Mungkin kehidupan telah menelanmu jauh dalam ramainya dunia
Berharap aku kamu ada lagi
Berharap aku bisa mengucapkan selamat malam buat kamu |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:36:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
I Miss You
|
I miss you echoing inside me
Won't go away
Yesterday
today
tomorrow |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:50:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Mengerti
|
Malam tadi aku mengerti
Pada akhirnya aku tahu
dan tanyaku terjawab sudah
Kau begitu baik aku begitu sayang padamu
Kau begitu pengertian aku takut tambah dekat denganmu
Kau dan semua yang ada pada dirimu
Kini aku paham
Alasanku harus melepasmu pergi dari hatiku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:36:00 AM
|
|
|
|
|
|
Monday, May 23, 2005 |
|
KECEWA
|
Kamu...
Iya
kamu...
Kamu berubah
Padahal aku percaya
hati kamu tidak sedangkal orang lain
Aku kecewa sama kamu
ternyata kamu sama dengan yang lain |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:50:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
A deception
|
Once... you've been there
Paradising my life
For once... I believed
For once my faith hadn't been broken
Knowing now it's only a deception |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:32:00 PM
|
|
|
|
|
|
Sunday, May 22, 2005 |
|
Ikhlas
|
Allahu Rabbi...
Kuikhlaskan hatiku untukmu
Kuserahkan kepadamu
Allahu Rabbi tolong bawa saja hati ini
Satukan kembali serpihannya
Bila saatnya tiba
untukku menerimanya kembali
Luaskan hatiku
supaya kudapat lebih ikhlas lagi
tanpa ada tanya lagi
Kuatkan hatiku
agar kumampu menahan hatiku
untuk tidak jatuh lagi
Allahu Rabbi
Aku sudah ikhlas |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:20:00 PM
|
|
|
|
|
|
Friday, May 20, 2005 |
|
Mencari
|
Masih mencari kata
untuk menceritakan hatiku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:58:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Enough
|
Faltering here tried understanding you
Losing my tenacity of you
Giving up my own soul over you
Sprouting reasons for you
Now... I'm done
My blankness.. resentment.. sorrow..
I was so mindless.... not noticing you are just being in your world
Not much to say...
just
I've had enough
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:43:00 AM
|
|
|
|
|
|
Thursday, May 19, 2005 |
|
Cepat pagi!
|
Resah menunggu pagi
masihkah kamu di sana
Melewati malam menghitung waktu
Cepat pagi.. datang!
Aku ingin bersamanya melewati hari dengannya
Walaupun saat sore mengantarkan malam diapun pergi lagi |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:07:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
De ja vu'
|
Dua tahun lalu dan kamu
Seseorang mengantarku
ke De ja vu' semalam
Bayangan kamu menghempasku lagi
melemparku dalam lorong cerita tentangmu
Bukan kamu
seseorang yang hadir dan menarikku
dalam De ja vu' |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:49:00 PM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, May 18, 2005 |
|
Untitled
|
Now let the unsaid words remain
If our paths cross again someday...
I know that I will regret what I haven't said
But I know times won't heal the damage if the words are spoken
Let it be goodbye to you
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:21:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Masa lalu..masa kini...akan datang
|
Ketika masa lalu datang kembali
Haruskah aku menjauh atau memperbaikinya
menjadikannya Kini
Ketika saat ini tak menentu
Haruskah aku kembali ke yang lalu
dan hidup di sana
Ketika akan datang memanggil
Bisakah aku meminta masa lalu untuk berdamai dengan masa kini
dan membawanya ke yang akan datang |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:23:00 AM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, May 17, 2005 |
|
The End
|
YOU'RE so endless
then... why the end |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:03:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Tak bernama
|
Terperangkap dalam kerumunan tak bernama
Terdesak membaur..
Menyalahkan
sebentuk jiwa yang menggiringku masuk ke dalamnya
Tak mengenal seseorangpun asing dengan semuanya
Tak bernama menusuk tajam
meninggalkan hati sebuah rongga besar |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:32:00 AM
|
|
|
|
|
|
Thursday, May 12, 2005 |
|
Selamat tinggal
|
Aku pasti kembali dan mencurahkan isi hatiku lagi
bukan kini...bukan besok
Kalau aku masih ada....
Aku akan kembali dan menggoreskan penaku lagi
Kini... biarlah semuanya berjalan
tanpa ada rasa tertinggal di kalbu ini
Mungkin... selamat tinggal |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:59:00 AM
|
|
|
|
|
|
Monday, May 09, 2005 |
|
You and Me
|
Night fade away without trace
along with my heart.. silently wishing
may tomorrow....
it would be you and me |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:42:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Kangen
|
Kangen....
kamu
yang aku kenal selama hitungan jari
Kangen.....
dengan gayamu yang begitu cuek
Kangen.....
ngobrol sama kamu seperti ngobrol dengan air
gak pernah berhenti
Kangen.....
sama kamu |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:35:00 PM
|
|
|
|
|
|
Thursday, May 05, 2005 |
|
Surat buat Nimo
|
Selamat malam Nimo... Malam ini aku ingat kamu ditengah-tengah kerjaanku yang belum selesai. Bayangan kamu masih sesekali muncul di benakku. Kamu yang pinter, keren, baik dan romantis. Sayangnya, aku terlalu mengenal kamu dengan baik, aku tau kesukaan kamu, apa yang buat kamu marah, kapan kamu merasa senang sampai jam berapa kamu tidur.
Maaf ya Nimo... mulai malam ini kamu bukan lagi nimoku, karena aku sudah menemukan nimoku yang lain. Aku harap dia tidak hanya menjadi nimoku, seperti kamu yang hanya dan tetap akan menjadi seorang nimonya aku.
Terima kasih telah menjadi nimoku dan tetap baik sama aku walaupun kamu sudah tau. Terima kasih telah membuat hari-hariku lebih cerah. Doakan aku ya Nimo.... Aku akan selalu mendoakan kamu.
Yaya |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:29:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Tanpa Judul
|
Malam ini
kepanikan mulai mengerubungi sudut hatiku
juga saat bersamamu
hatiku tak tenang
seakan hendak mengunci waktu
takut waktu pergi
membawamu ikut serta |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:44:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, May 03, 2005 |
|
Proses Belajar
|
Aku belajar mengenalnya
sikapnya, egonya, hatinya
Aku belajar mengharap ke Tuhan
Tuhan... dia...buat aku...yaa
Aku belajar bermimpi
Dia akan menyisakan tempat di hatinya
untukku tinggal
Aku belajar menerima
Egonya telah menutupi pintu hatinya
tak ada jalan untukku masuk
Aku belajar melepaskan
semua angan semuku tentangnya
Aku belajar mengakui
Aku kehilangannya |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:56:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
My One
|
Asking my heart
Are you my one
to fill my spirit when I'm in void
to be by my side when I feel alone
and when I look into your eyes I see myself
Waiting for a sign to say
You're my one |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:32:00 AM
|
|
|
|
|
|
Monday, May 02, 2005 |
|
Yang menyakitkan
|
mendengar selamat tinggal terucap darimu
Yang menyakitkan melihatmu pergi dariku
Yang menyakitkan tak kuasa ...melupakanmu
Tak ada yang lebih menyakitkan
Saat bersamamu ...tak mampu menahanmu pergi
Ketika tak mampu menyatakan rasaku padamu
...dan bersikap seolah kau tak berarti untukku
Nyatanya kau sangat berarti untukku
Itulah yang menyakitkanku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:15:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Selesai
|
Bila kutahu semua sudah berlalu
dan yang tinggal hanyalah sebuah sepi
Dalam terangnya hari kurasakan semua begitu kelabu
Saat kita telah selesai
..hanya ingin semuanya kembali |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:09:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
|