|
| |
|
Sunday, July 31, 2005 |
|
Naif
|
Ketika mencintai atau dicintai bukan lagi hal yang penting
Ketika sebuah pertanyaan tak selalu ada jawabnya
Ketika semuanya menjadi lebih jelas
aku hanya dapat terbahak
Betapa naifya seorang aku
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:35:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Rasanya baru kemarin
|
Rasanya baru kemarin, ketika aku merasa dekat dengannya dan saat aku merasakan ketulusan hati seseorang.
Aku begitu tersentuh olehnya dan tidak seharipun kulewatkan tanpa bersyukur akan ketulusan hatinya.
Rasanya baru kemarin, dunia serasa berputar lebih cepat setiap kali aku dannya saling bertukar pesan. Dan aku mengingat setiap pesannya selalu.
Walaupun sekedar suatu ucapan, menanyakan kabar kita ataupun pesan sederhana yang mungkin tak bermakna apapun.
Rasanya baru kemarin, Merasakan hangatnya dunia memelukku seiring dengan hadirnya dalam hidupku.
Begitu hangatnya, membuatku dapat terlelap dengan senyuman. Dan terbangun dengan segenggam harapan.
Dalam hitungan waktu, dunia membeku di sekitarku.
Seakan tak mengenalku lagi, semuanya terhenti. Dalam gerakan lambat
Kini aku semakin percaya tak ada abadi di dunia ini
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:27:00 PM
|
|
|
|
|
|
Friday, July 29, 2005 |
|
How
|
How do you prepare
of losing someone
that means so much to you |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:38:00 AM
|
|
|
|
|
|
|
Aku,kamu dan kita
|
Aku kecewa sama kamu. Hanya sependek itu, kamu menilai sebuah pertemanan. Pertemanan kita.
Kenyataan di depan matamu. dan kau memilih jalan yang mudah.
Pergi saja, ...walk away.
Itu kan yang mampu kamu lakukan
Pergi...dan lupakan semuanya.
Kamu tidak dapat menerima sebuah kenyatan.
Kenyataan aku memiliki suatu perasaan lebih.
If you just won't give our friendship a chance
Aku gak tahu lagi bagaimana mempertahankan
even our friendship
Aku tidak pernah ingin memilih
antara hatiku
atau pertemanan kita |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:07:00 AM
|
|
|
|
|
|
Thursday, July 28, 2005 |
|
Dari hati..untukmu
|
Tak dapat membendung butiran air di mata ini
Yang tertahan dalam hati tumpah tak tertahankan
Apa yang salah di aku
membuatmu menjauh dariku
dan menganggap kita tak saling kenal lagi
Untuk pertama kalinya,
ditemani pekatnya malam
kuakui kukehilanganmu
Kutahu kita bukan apapun
Kutahu kita tak mungkin
Tapi kutahu pasti
inginku kamu mengerti
apapun yang dulu pernah kukatakan
maaf yang tulus untukmu
Jujur dari hati ini
Untukmu
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:01:00 PM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, July 27, 2005 |
|
Aku tahu, aku telah berjanji
|
Aku tahu, aku telah berjanji. Bahkan telah kutuliskan hitam di atas putih. Dan telah kuulangi sekali..dua kali...tiga kali....
Aku tahu, aku telah berjanji di dalam hati juga.. mengatakannya dengan keras
Aku tahu, aku telah berjanji pantang untuk mengatakannya bahkan secara tak sadar
Aku tahu, aku telah berjanji
Aku telah berjanji
untuk tidak berharap dia datang lagi
atau menyebut namanya
Aku telah berjanji
untuk tidak lagi menatap malam serta berharap esok dia akan kembali |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:10:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, July 26, 2005 |
|
Ingkar Hati
|
Jelajahi ruang hati
mencari sisa-sisa perasaan kita yang pernah sama
Kita tidak sejalan lagi
hati kita telah tergantikan
Masa telah mengikis habis yang kita rasakan
Mungkin, egoku telah menang mengalahkan hatiku sendiri
Aaaah... secepat itukah masa indah kita selesai
Hati ini masih mengingkari |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:01:00 AM
|
|
|
|
|
|
Saturday, July 23, 2005 |
|
Rahasia Allah
|
Aku memegang tangannya, erat. Berusaha mengalirkan kekuatan ke dalam hatinya yang terluka.
Saat kejujuran hatinya berseteru dengan realita
Pun, saat ia bertanya, "Apakah jodoh seseorang itu bisa putus di tengah jalan?"
Aku hanya manusia biasa. Apalah aku? hanya sekumpulan daging bertulang terbungkus kulit yang bernyawa.
Sambil mengelus punggungnya, aku mencoba membagi kepercayaanku. Kepercayaanku yang kupegang teguh terlebih saat asaku mulai putus
Sahabatku sayang, aku percaya Allahu Akbar
Umur, rezeki maupun jodoh semuanya telah diatur oleh Allah.
Allah yang menetukan kapan, di mana, bagaimana seseorang akan bertemu dengan jodohnya.
Apakah kita akan berjodoh dengan orang itu selamanya? atau... jodoh itu akan berhenti
Mungkinkah kita akan berjodoh kembali dengannya
di hari lain, di waktu lain atau di kehidupan berikutnya
Apakah jodoh kita akan berganti?
Allahu Akbar
Rahasia Allah kita tidak akan pernah tahu.
Sekarang mungkin hatimu begitu galau. Tapi percayalah....
Ketika saatnya tiba
....serta tabir rahasia Allah dibuka
semuanya akan terasa begitu indah |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:45:00 PM
|
|
|
|
|
|
Friday, July 22, 2005 |
|
I'm only yours
|
I'm only yours ...used to be
Something in the heart is changed
don't know how to be back
to when... I'm only yours |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:14:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Buat Bintang...sekali lagi..
|
Dear bintang..
kapan kamu mau jadi bintangku? dan bersinar hanya untukku? |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:05:00 AM
|
|
|
|
|
|
Thursday, July 21, 2005 |
|
Kehilangan
|
Butiran-butiran pasir terhampar
terserak..berantakan
begitulah hati
Tak kuasa
mengumpulkan hamparan serakan
sisa-sisa patahan hati
saat jiwa ragaku pergi
takkan kembali...
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:06:00 PM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, July 20, 2005 |
|
Missing...in time
|
The wound stay
no matter how many patches cover it
The longing felt
thought moments are passed
Hoping...
missing you would go
..in time |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:58:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, July 18, 2005 |
|
Hanya waktu
|
Hanya detik
yang dapat menjelaskan alasan pergimu
Kuyakin tak sepicik itu kenapamu
walau kutahu itu hanyalah pembenaran dariku saja
Hanya menit
yang dapat menjelaskan perubahan sikapmu
seperti hujan yang menampar kemarau
Keras...dingin....
Hanya kumpulan waktu
yang dapat mengumpulkan kembali serakan-serakan luka di hati
Hanya waktu
yang dapat menghiburku
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:15:00 PM
|
|
|
|
|
|
Sunday, July 17, 2005 |
|
A Birthday Greeting
|
Days ahead are ready for you to embrace
Blessings are always there for you to be thankful
Relationship with Allah SWT is the most important thing of all
May Allah ease every steps you walk in this world
May happiness be upon you all the times
Have a very happy birthday for you
PS: Kalau mau tahu siapa yang ulang tahun, klik aja judulnya.. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:12:00 AM
|
|
|
|
|
|
Saturday, July 16, 2005 |
|
Wishes
|
I wish
I could breath easily withouth wanting to scream out my sorrow
I wish
I could ask you the BIGGEST WHY hanging in my head
I wish
I could forget that one time moment with you
I wish
You are not like the others
I wish
I could say I'm allright without you
I wish
I would stop waiting for you
I wish
for once my feeling isn't true
I wish
I don't have to know you at all
I wish
Things aren't that hurt
I wish
my heart stop |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:33:00 AM
|
|
|
|
|
|
Friday, July 15, 2005 |
|
....
|
Bintang
tak tampak malam tadi
juga...malam-malam sebelumnya
Bintang
...sudah mati |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:20:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Berhenti
|
Tidak penting apa pertanyaanku
Kaupun tak dapat menjawabnya
Aku sudah berhenti
Berhenti berusaha seiring dengan semua cahaya di langit
berjalan menuju nurku sendiri
Berhenti berlari darimu, dari rasaku, dari semua rinduku
dan ...berhenti menunggumu |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:01:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Tidak tahu
|
Sekali lagi
perasaanku benar
Tidak tahu harus menangis atau tertawa
Tidak tahu harus merasa lega atau masih ada beban yang tersisa
Jelas sudah semuanya |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:07:00 PM
|
|
|
|
|
|
Thursday, July 14, 2005 |
|
Berat
|
Tak mampu membayangkan berpisah darinya
Sekarangpun
terlalu berat menahan |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:41:00 AM
|
|
|
|
|
|
|
Kau!
|
Hidupku teratur sempurna
Semuanya berjalan di tapak yang digariskan khusus
Kau!
tak seharusnya kau di tengah tapakku
menghalangi jalanku membuyarkan konsentrasiku mengaburkan pandanganku
Hidupku menjadi menggantung
Kau!
tak seharusnya kau pergi sekarang
meluaskan langkahku kembali memfokuskan aku menerangkan pandanganku
Aku tahu sekarang..
Aku hendak berpegangan denganmu agar jalanku tak berbelok
Aku hendak mengacu kepadamu mengkonsentrasikan pikiranku
Aku hendak kau mengarahkan cahayamu untukku
Kau!
membuatku ingin hidupku menggantung lagi |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:54:00 AM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, July 13, 2005 |
|
Tiba di depanmu
|
Aku tiba di depanmu
Apa.. kau belum melihatku?
Apa dunia begitu sempit sehingga kau terhimpit di keramaian dan begitu sulit memisahkan dirimu menujuku
Atau kau tidak melihatku
yang sedang menantimu di ujung kesepianku di kerinduanku yang terakhir
Aku tiba di depanmu
menunggumu membuka mata hatimu untuk melihatku yang dulu pernah hadir dalam hidupmu
menunggumu membuka sisi misteriusmu, membiarkan aku jadi bagian darinya
Aku telah tiba di depanmu |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:52:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, July 12, 2005 |
|
Berharap..
|
Menyudahi perasaanku sendiri
Begitu berat
Seperti mengingkari hati belum berakhir juga
Begitu banyak inginku tentangnya
Begitu banyak pertanda kuharap ada
Begitu bodohnya aku
Berharap semuanya terjadi... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:42:00 AM
|
|
|
|
|
|
Sunday, July 10, 2005 |
|
Kata hatiku
|
Jangan paksakan perasaanmu ke dalam situasi yang tidak menentu.
Ah, andai semudah membalikkan telapak tangan untuk menerapkan nasehat seorang teman kepadaku. Aku hanya butuh satu saja tanda yang kuat kita merasakan yang sama. Dan menurutku yang dia lakukan itu belum cukup kuat untuk membuktikan kita merasakan yang sama. Aku merasa nyaman dengannya, tapi aku jatuh cinta tidak dengannya. Aku tidak tahu, apakah aku melakukan suatu kesalahan, menghindar darinya.
Aku lupa menanyakan ke temanku: jadi, perasaan mana yang tidak boleh kupaksakan? |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:39:00 PM
|
|
|
|
|
|
Saturday, July 09, 2005 |
|
Tulisan tentangnya
|
Lembaran putih ini tetap putih
Cobalah mengertiku
aku tak bisa, tak mampu menulis tentangnya
Suatu sinar dalam gelap hatiku
Suatu harapan dalam putus asaku
Pun
suatu penantian yang entah kapan berakhir
Apa yang harus ditulis tentangnya
bagaimana menjelaskan arti kata
K.A.N.G.E.N |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:53:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Suatu Senja
|
Suatu senja dua tahun lalu
Melepaskan pergi seorang sahabat bersemayam selamanya
Kepergianmu seperti salju di musim panas
Menggigilkanku dalam duka...
Kenangan bersamamu di sudut cafe' itu
Saat kita saling bertukar impian kita tertawakan cerita indah dengarkan lagu yang sama
Suatu senja dua tahun lalu
Kau pergi
tak menyisakan ruang di hatiku untuk bernafas
Hatiku terlalu sesak tahu, kau sudah tidak ada
Semenjak senja dua tahun lalu
lagu kita tak indah lagi tanpa kamu ikut bernyanyi
Di senja ini...
aku ingin sekali memelukmu |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:26:00 AM
|
|
|
|
|
|
Friday, July 08, 2005 |
|
Just for ULI
|
Dearest my dear friend...
Life is too short to not cherish
Moments are to precious to not embrace
Relationship with Allah is too sacred to ignore
On your special day today
I wish all the greatest things happening to you
Happy Birthday ULI.... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
2:58:00 PM
|
|
|
|
|
|
Thursday, July 07, 2005 |
|
Ada saatnya
|
Ada saatnya
ketika kita ingin memegang erat seseorang
Orang itu memilih pergi |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:13:00 AM
|
|
|
|
|
|
|
Rindu..untuknya...
|
Kali ini tak ada kata-kata romantis buatnya
Hanya rindu untuknya |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:52:00 AM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, July 06, 2005 |
|
Dia dengannya
|
Alhamdulillah
Allah menyatukan dia dengannya
Pernah kubilang
ku kan turut bahagia untuknya
Telah kulapangkan hatiku melepasnya
untuk dia |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:53:00 AM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, July 05, 2005 |
|
My heart..tonight
|
finding myself in love with you
have my heart broken into pieces
knowing I can't forget you yet
wanting to be angry at myself
feeling so alone
trying to hold myself from saying I love you out loud
feeling... undefinable |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:35:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, July 04, 2005 |
|
Next Best Thing
|
You're my next best thing
...so I thought
You're just fading away
..and I'm just too afraid
Afraid
of asking you to stay
Afraid
of saying what I really feel
Most of all...
Afraid of falling for you
Now
My next best thing had left me |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:18:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Darimu
|
Saat kita bertemu
berpura-puralah tak mengenalku
Biarkan
aku melupakanmu
kamu
yang membuatku pergi
Aku lelah berlari darimu |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:30:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Empat Kata
|
Empat kata
menunggumu...
Ucapkan lebih |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:07:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
The BIG WHY
|
Untuk apa kita butuh bintang bila kita sudah memiliki bulan dan matahari?
Itu salah satu dari sekian komen yang aku dapet dari postingan puisi "Maaf untuk langit", yang aku buat minggu lalu. I can't help myself not to ponder about that question. Turned out, it's not an easy question to answer. Even when I'm in the middle of writing this, the BIG WHY is still holding on in my deepest mind. Sorry to disappoint you, but I can't answer that with long romantic explanations, and surely I can' asnwer without asking another question. Have you ever found yourself in the very darkest moment of your own life?
Alhamdulillaah, up to now my life has never been in that darkest moment. Well, there was one time I found myself not very sure of myself. But, Alhamdulillaah (again), I still have my so called pegangan, which is Sholat, curhat sama Allah.
And here comes my answer.
Bintang mungkin keliatannya kecil kalau kita menengadahkan kepala ke langit. Dan mungkin juga, tidak setiap malam bintang diijinkan Sang Pencipta untuk menghiasi langit. Bintang hanyalah sebuah metafora hidup, sama seperti matahari dan bulan.
Aku mengandaikan matahari dan bulan sebagai setiap orang, setiap kejadian, setiap hal yang membuat hidup kita menjadi lebih berwarna, sesuatu yang menaikturunkan emosi kita dalam menjalani hidup. Sama kan dengan matahari yang terkadang membuat hari kita menjadi panas sekali, tapi di lain waktu kita butuh matahari untuk bersinar.
Tapi, matahari dan bulan saja tidak cukup. Sadar tidak, kalau masing-masing kita pasti punya bintang? Aku percaya banget, bintang yang sinarnya terang sekali ada di lubuk hati yang paling teramat dalam di hati kita masing-masing. Bintang inilah yang paling dapat kita andalkan dalam hidup kita sendiri. Kalau ada yang masih butuh bintang, bukan berarti hatinya tidak cukup terbuka. Tapi mungkin, hidupnya terlalu penuh dan disibukkan dengan matahari dan bulan yang lalu-lalang dalam hidupnya, sehingga saat bintang ingin bersinar, kita terlalu sibuk untuk melihat sinarnya.
Ini hanyalah pemikiranku. Saat ini akupun lagi berusaha untuk menangkap sinar bintang dalam diriku.
Sekali lagi, aku tidak lagi berusaha untuk menjawab the BIG WHY dengan penjelasan yang romantis atau puitis apalagi mellow. Aku hanya berusaha untuk mendapatkan penjelasan dari sebuah WHY dengan jabaran yang dapat dimengerti (hopefully). |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:56:00 AM
|
|
|
|
|
|
Friday, July 01, 2005 |
|
Rentan
|
Anganku dia bertanya
...pasti kankujawab Ya...
Harapku... dia melihat ke arahku
walau semenit
...Inginku dia memang untukku
Buram...
antara
anganku.. harapku.. inginku..
terkadang
ingin kumenutup mata menghapus bayanganya
mencoba bertahan dengan kerinduanku
yang berjarak lautan dan langit
Lupakanlah... sudahlah... cukup...
Perasaan ini merentankanku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
1:18:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Inside
|
Longing ..it gone
Now it..really..is
The memory remains deep
Inside |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:22:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Maaf
|
..tak dapat bertahan
perasaan ini terlalu rumit
untuk diteruskan
Maaf... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:20:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
RAHASIA HATI
|
Mungkin suka masih ada
Mungkin hati masih berdebar melihatnya
Akankah hati memikatnya
Biarkan
menjadi
Rahasia hati.. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:16:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
|