Thursday, February 23, 2006

Nothing Lasts Forever

Terkadang orang yang kita kira akan tetap tinggal dalam hidup kita, justru malah pergi. Sebaliknya, orang yang kita kira jauh sekali dari hidup kita, malah datang untuk tinggal di dalam hidup kita.


Akhir-akhir ini, saya mulai mengakui kalau kiasan di atas..ada benarnya juga. Siapa sich yang tidak ingin berteman dengan siapa saja dan kalau bisa mempersatukan semua temannya, bahkan yang dari komunitas yang berbeda? saya salah satunya.

Iya, saya termasuk orang yang ingin berteman dengan siapa saja dan berusaha membaurkan teman dari komunitas yang satu dengan teman dari komunitas yang berbeda.

Kemarin ketika saya menghabiskan akhir minggu dengan teman-teman dari suatu komunitas, saya berpikir "siapa yang mengira pada akhirnya saya malah berteman dengan mereka?"

Emang sih, saya akui kalau pertama-tama pasti akan terasa adanya jarak antara kita. Maklum, teman ngumpul saya yang baru itu usianya jauh lebih tua :)

Tapi kayaknya tidak perlu ya, mempersoalkan umur? Mau lebih tua atau lebih muda, yang penting nyambung' aja sama kita. Kalau kata teman saya, "tidak perlu sehati Ya, yang penting kita menikmati berteman dengan mereka dan mereka juga senang berteman dengan kita."

Kalau hanya dengan kunci "menikmati sebuah pertemanan" kenapa donk kita sering merasa "kok si Romi gak pernah telpon aku lagi ya?" atau kenapa kita sering membatin "Si Wulan apa kabar yaa?"

Ayooo, ngaku deh..pasti sering merasa "kenapa kita gak bisa temenan deket lagi sama si A, B, atau si C."

Saya ngaku nich, guilty as charged :p

Tadinya saya sering mempertanyakan sama diri sendiri, apa saya yang salah yaa jadinya ada temen yang tadinya temen baik, sekarang malah menghilang ke negeri antah berantah ataupun kalau ketemu seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal(baca: penuh basa-basi).

Hmmm, cukup mempersalahkan diri sendiri yaaa.

Waktu membuat saya banyak belajar. Dan yang saya sadari sekarang ini adalah: kita tidak pernah bisa meramal siapa yang akan tetap tinggal dalam hidup kita dan menjadi teman kita. Kita tidak akan bisa menahan seseorang untuk tetap menjadi teman kita. Setelah kita berusaha untuk menjadi seorang teman yang baik untuknya, itu saja. Yaaah, samalah dengan kalimat-kalimat klise (tapi bener juga) seperti: teman kita punya kehidupan sendiri, life goes on tanpa ada dia sekalipun, dan siapa kita yang berhak menahan temen kita untuk tetap tinggal.

Selanjutnya, kita serahkan sama Yang Di Atas untuk menentukan, apakah dia akan tinggal dan menjadi seorang teman kita atau tidak.

After all, nothing lasts forever, right? but, the important thing is we have to make every moment with our friends counts. Karena siapa tau besok dia gak akan ada lagi di hidup kita. Jangan sampai kamu menyesal tidak bilang kalau kamu sayang banget sama teman kamu itu.









17 comments:

It's just me said...

Aku pernah brantem ma sobatku. Kita diem2an ampe 6 bulan. But after that...kami baekan lagi. Lebih akrab dan saling mengisi...sampai sekarang, biarpun dia di belahan bumi lain..padahal waktu itu kupikir kita udah gak saling kenal lagi. Kuncinya adalah: terbuka. Jangan malu untuk memulai berkata 'maaf' dan menyadari bahwa manusia bukan makhluk yg sempurna. Dengan begitu, hubungan yg sepertinya tidak bisa di pertahankan, mungkin bisa lebih panjang dari usia kita sendiri ;). Who knows :)

moeng said...

katanya, yg dinamakan sahabat itu, seseorang yang duduk menemani kita walau sebentar, dan tanpa percakapan, tapi setelah berpisah, rasanya, sperti baru saja ngobrol berjam2....hhmm...singkat tapi dalem ya,..bener2 mewakili sosok siapa sih yg namanya temen yg bener2 temen itu...*nglus2 dagu* :D....niwei...berbahagialah orang2 yg bisa masuk ke komunitas mana aja, dan bisa berbaur menyatu....duh,.bahasanya...uhuyy dah! :D

wiwin said...

Waa bener banget yaya apa ajah yg baru kamu ungkapkan. Sebagai diri pribadi kitanya butuh banget berkomunitas, cuman ga setiap pribadi itu sama spt yg kita harap-harapkan. Yg terpenting pada saat ini bagaimanan kitanya sendiri aja menghadapi setiap kepribadian yg berbeda itu. Tapi alangkah indahnya yaa kalo setiap kepribadian persis sama spt yg kita inginkan?? (weeks itu kayaknya ga mungkin, heheheheh)

unai said...

Kadang kita masih menyimpannya di adlam hati...
Tapi dia tak mau tinggal
Sahabat datang dan pergi..
Yang pergi sering tak kembali...
Yang datang hanya singgah sejenak...
Dimana kutemui..sahabat sejati??

syafrina-siregar said...

Setuju....tapi temenku pernah bilang: itulah hidup. bergerak maju, dinamis dan gak statis. Masing2 pasti berubah sesuai dengan jalannya masing2.

Namun 1 yg masih susah kuterima...aku rindu beberapa org dari mereka...yg menghilang dan menjauh....apakah karena kesibukan, pacar baru, ato apalah.

Hhh....bener2 susah untuk memiliki 1 bestfriend for lifetime.

Yuli said...

Bener banget, Ya. Gw jg ngalamin yg kayak gitu. Jadinya suka mbatin, kenapa ya? apa ada yang salah ama omongan gw? dst... dst...
Tp sekarang mah nyantai aja. Tiap org bisa berubah, datang & pergi. Itulah hidup :)
Tp gw percaya, sahabat sejati akan selalu ada & akan selalu hadir dalam kehidupan kita, meski dia sempat menghilang sejenak (weee... kayak hantu, dong..)

Tiwi said...

mau ngomentarin yg gimana lagi yach...aku emang dah jauh gini dari temen2 lama scr fisik. tapi kalo mudik, aku tetep bisa ketemu koq.
udah 3 kali ditinggal teman2 baik, mereka meninggal dunia karena sakit. sedih banget, kayak gak percaya.

Sisca said...

Mbak Yaya, sepertinya saya yg merasa tersindir banget, pernah lagi kesal saya sesumbar aja..andai pergi, sy akan pergi ke tempat yg susah di kunjungi..dan mungkin di sini adalah tempat yg di dengar malaikat kala itu...

Rara said...

well.. friendship bisa disamakan dengan hidup kita ini. ada yang datang dan ada yang pergi. tapi yang jelas semua menorehkan memori di hati kita, baik yang pahit maupun yang manis. dan tentunya banyak juga pembelajaran dari pertemanan.. ya ga? :) weh tulisannya bisa nih ngisi chicken soup yg di blogfam :P

Wina said...

Iya Ya, kamu beruntung bgt bisa bergaul dgn komunitas mana saja, tp kalo udh dapet temen baru, jangan lupa temen lama ya.. mungkin aja si temen ngerasa ada yg hilang saat kamu sibuk dgn temen lain. Tapi sblm dia pergi jauh, jgn ragu bilang sayang ma dia. Temen deket ku bgt, dia dah meninggal sblm kita sempet baikan. rasanya nyesel bgt terus2an mpe kebawa mimpi sampai skrg, hampir 2 tahun.

benezer siadari said...

Dear Yaya,
Thanks sudah datang ke blogku, THE BEAUTIFUL SARIMATONDANG. Mulanya aku pengen bilang, Be my friend. Tapi mungkin akan lebih sopan, bila aku katakan, can I be ur friend?
Belum sempat bongkar2 blogmu, tapi aku yakin, suatu waktu aku bisa nulis sesuatu tentang Yaya. Saya kira akan banyak yang saya bisa belaja dari Yaya. Tabik

isna_nk said...

kadang aku pun ingin mengirimkan sebait puisi pada temanku:

aku ingin menyayangimu dengan sederhana,
lewat kata yang tak sempat diucapkan *)


*) adopsi puisi Sapardi Djoko Darmono

barangkali kita pun pelit mengungkapkan kata itu, padahal, betapa berartinya sebuah ungkapan verbal. untuk mendapatkan kepastian, dan keyakinan. iya ndak Ya? .... ;)

ketket said...

Halu yaaa...
Long time no hear huh?

Tentang temenan..ehmm..gimana ya menurut gue, malah dalam temenan itu simple banget, nggak ada tuntutan apa2, yang ada saling memahami dan mendukung. Gue punya banyak komunitas, tapi cuma sedikit yang bener2 jadi sahabat gue...and I'm glad with that. Karena semua sahabat2 gue supportive dan caring, walopun frekuensi pertemuan relatif rendah, tapi rasanya nothing change.

Rika, Mamanya Naufal said...

Hai Ya...

Jangan merasa bersalah.. siklus pertemanan itu seperti roda mobil kok.. kadang diatas, kadang dibawah. Namanya juga hidup. Yang penting kan ngga putusin tali silaturahminya.. hehehehehehehe

linda said...

cara Linda menjalin komunikasi dg teman² adalah dg tetap mengirimkan email. karna dg begitu mereka merasa bahwa kita masih ingat padanya. kehilangan seorang teman memang sangat menyakitkan, apapun itu alasannya.

ya udah ya, kalo emang sayang bilang aja. siapa sih orangnya??? yg itukah orangnya???? *bikin gosip*

Jeng Ungu said...

Haloo Yaya...hmm topik yg bagus!! Bener skalee, dari dulu gw sering pindah2, pindah skola pindah kota n sedihhh kalo akhirnya ga deket lageh ama temen hang-out dulu. Memang masih ada email, tapi kadang2 ada jg temen yg emank merasa lifenya uda beda dari kita and kalo email jg yg basa-basi <-- n ini makes me really sad =(. aniwaiz, kalimat close-up yg bagus, ngingetin gw buat ucapin cintah gue ke temen2 skrg hehehe. Postnya mantap!!

Ida Syafyan said...

Mbak postingan nya pengalaman pribadi aku banget tuh... aku udah kehilangan seorang teman hanya karena bicara jujur kalo aku gak suka habitnya. padahal maksud aku cuma mengingatkan bahwa habitnya itu akan membahayakan dia n keluarganya. Dia sendiri nyadar habitnya itu salah. Baru aku ngerti maksud dr kalimat "terkadang orang hanya ingin mendengar apa yg ingin dia dengar"... hiks sorry ya jadi curhat.