Wednesday, March 22, 2006

Secercah ijin buat hati

Lupakan bintang
yang mengambil seluruh harap


Lupakan setiap surya terbenam
yang mengarak seluruh ingin


Kini menepi..mengais secercah ijin


untuk tidak menyalahkan hati

8 comments:

It's just me said...

Benar sanggupkah bintang kau lupakan?
Sedangkan malammu berhiaskan sinarnya
Dengan cahya redup, dia akan tetap sama
Dan dalam nyata dia bukan milikmu semata
Tapi tak salah jika kau nikmati indahnya

Sungguh benar jangan salahkan hati.
Semua rasa itu adalah anugerah yang nyata:)

unai said...

Jangan kau lupakan bintang...
Malam tak lah indah tanpa hadirnya...
Kau boleh menyimpannya...kenangan terindah bersamanya...tanpa harus melupakannya.

Hati tak pernah salah...

WeSy 'CiCi' said...

mungkinkah bisa melupakan bintang, jika setiap malam dia tetap bersinar terang?!
surya tidak akan pernah benar2 tenggelam, karena esok hari dia akan muncul lagi.
dan hati...memang tidak pernah salah, karena dialah kita bisa merasa.

b3a said...

huwaa gw ga bisa nih bales2an puisi =P lg mengharap sm bintang yaa...

langit biru said...

bener kata unai..
malam tak akan pernah indah tanpa hadirnya bintang...
percaya deh...

Madame Butterfly said...

bulan tentu akan merasa sepi jika malam tak berbintang
biarkan rasa itu selalu ada
walau terasa galau

*setuju dengan UNAI dan LANGITBIRU !!!
doooh guekan pengikut setia mereka berdua, hihihihi...

fiabrotodhona said...

Yaya, salam kenal ya. Ternyata yaya jago bikin puisi ya. Sayang bundanya Fia nggak jago bikin puisi. Makasih ya udah mampir ke rumah Fia.

Tiwi said...

bagus2 puisinya, teruskan Ya.