Friday, April 07, 2006

Reformasi Kita

Reformasi..
apa itu?


Perbaikan?
Perubahan?
Pergantian?


Apanya yang baik?
Di mana yang berubah?
Kapan gantinya?


Ya, presidennya telah berganti
lebih dari tiga kali
seingatku...


Buatku tak penting
mengingat nama mereka yang terpilih


Buatku itu hanyalah sebuah fase
yang merupakan kewajiban semata


sekedar memenuhi
hitam di atas putih


Beliau-beliau diminta bersumpah


Foto-foto mereka
Dicetak
diperbesar
dipigura
tersebar di seluruh kantor dan sekolah


Dipajang...


Apanya yang tereformasi?


Katanya (entah kata siapa)
anak-anak Indonesia sudah dapat belajar dengan tenang


tidak perlu lagi berkeliaran di jalan
untuk mencari sesuap dua suap nasi


Yaaah, mereka memang tak lagi
mencari nasi dengan peluh keringat


Ngapain berpeluh-peluh?


Mereka sudah tereformasi


dari sekedar berjualan


kini mereka menjual yang lain..


MELACURKAN DIRI


Selamat untuk para tokoh negeri kita


Kalian layak berbangga hati


Karena
anak-anak yang Engkau sebut
"penerus bangsa"


kini telah menjatuhkan diri mereka
terperosok dalam dunia pelacuran


Anak-anak terekploitas!


Aaaaaah, tak perlu kau membelalakkan mata
atau mengusap airmata
juga bersembunyi di balik sumbangan-sumbanganmu


Palsu!


Mau berkelit?


Heiiii...buka matamu!
Dengar!


Berapa harga sebuah kesucian?


Lima ratus ribu? Sejuta? Dua juta? 5 juta?


Kupu-kupu belia, mereka menyebutnya
dijual seharga Rp 500.000,-


Kupu-kupu itu..


bisa jadi anakmu
yang kau belai
dalam buaian tidurnya


adikmu
yang berbagi darah dan daging
denganmu


keponakanmu..
yang memanggilmu oom atau tante


Berapa harga
untuk menelan darah saudaramu?


Berapa rupiah
yang sanggup kau keluarkan
untuk mengunyah daging saudaramu?



Di mana yang telah berubah?


Masih banyak manusia yang tak beratap
tidur beralaskan tanah hitam


bila beruntung
berselimutkan becek..
atau
berpayungkan hujan


Reformasi yang kita
agung-agungkan


tak lebih
dari sebuah proforma
belaka


Kencang tapi rentan
Kuat juga lemah..


Jadi apa artinya sebuah reformasi?


Kemana aku harus mencari
perbaikan diri itu?


Saat sebuah negeri
pun dibuat gundah
dengan banyaknya selubung-selubung


menjanjikan perbaikan
yang berujung kekecewaan


Maaf kalau aku
telah lelah


Maaf kalau aku
sudah tak percaya lagi


Maaf kalau aku
memandang sinis


Maaf kalau aku
memutuskan untuk
menutup kedua belah pendengaranku
mengunci rapat mulutku


dari reformasi


Bukan..


Bukannya aku
tak percaya


Bukannya aku
Tak membuka
Pintu kesempatan


Tapi..


Percayaku punah


Berserakan
Terbenam
dalam Tangis anak-anak jalanan


Kesempatan dariku
Tertutup rapat


Di bawah tengadah
Tangan-tangan
Peminta di jalanan


Masih ingat saat itu?


Di tepian senja
kita berbincang


tentang


reformasi impian kita?


Saat di mana
Bukan sebuah pelacuran
Yang berjaja
Di setiap kota


Tapi
Penawaran bekerja..
Sekolah gratis..
Bagi anak tak mampu



Saat pemilihan orang-orang penting
Negeri


Tidak hanya sekedar
Sebuah pemilihan


Tetapi benar-benar
Sesuai kata hati


Saat semua anak manusia
Dapat menikmati
Empuknya bangku sekolah
Dan nikmatnya membaca


Saat semua manusia
Mendapatkan hak mereka
Berselimutkan hangat
Di bawah atap yang kokoh


Saat mereka
Meluruhkan gundah
Memikirkan tempat peristirahatan mereka berikutnya


Masih terpatrikah
Dalam ingatanmu


Di tepian senja


Kita bercengkrama
Setelah mencumbu
Perbaikan yang kita inginkan


Pemberontakan di hatiku
Juga di hatimu
Telah selesai


Kita tinggal menyaksikan
Buah hati kita


Menikmati kue
Hasil perbaikan
Negeri kita


Aku amat mencintai
Indonesiaku


Aku sesungguh hati
Menghormati merah putih


Aku benar-benar
Menginginkan
Hadirnya reformasi


Di seluruh negeri ini


Aku hanya seorang
Manusia biasa


Seorang warga Negara


Seperti lainnya


bermimpi
Tentang sebuah

Reformasi

Seutuhnya
Tanpa rekayasa

8 comments:

IndraPr said...

Sajak yang panjang sekali, tapi bener-bener setuju ama isinya. Tidak ada yang berubah secara positif setelah reformasi. Malah banyakan perubahan negatifnya.

Dhira said...

Wuaaah..., lama gak nongol namanya di HP-ku, kmu udah jadi pengamat sospol ya say?

Tp kmu benar, karena itu realitanya.., pemerintah bikin kita gak respek lagi terhadap mereka!!

Labibah said...

wah yaya lg onlen!!
teruslah berpuisi untuk menyuarakan hati.
hidup puisi!!

-maknyak-
http://serambirumahkita.blogspot.com

Younoez said...

berat nih postingannya...
reformasi udah mulai kehilangan arti kok menurut gue
terlalu jauh dari apa yang pernah kita inginkan bersama waktu itu

Ina said...

Setuju ya..! beneran, aku dukung banget postingannya!

It's just me said...

wowwww.....baru kali ini aku baca postingan yaya beda dari yg pernah kubaca....berat *benar kata yunus*. salut say..

Bunda Lyla said...

allow lagi tante yaya :)

waah betul postingannya panjang :)
sedihnya kalo mlihat anggaran pemerintah u/ pendidikan :(

Alang said...

hm...