Friday, April 14, 2006

Surat untuk saudaraku

Buat saudaraku, apakah kamu sadar..

bila kemarahan itu layaknya api berkobar yang menjalar cepat. Menelan habis sekelilingnya?

dan apa yang termusnahkan oleh sang jago merah tak akan dapat kembali utuh? Mungkin dapat kembali, tapi akan menyisakan luka (yang sulit untuk disembuhkan). Bahkan dengan kata maaf sekalipun?

Buat saudaraku, apakah kamu telah bercermin...

sebelum meluapkan ketidaksetujuanmu, kejengkelanmu ataupun kerisauanmu dalam emosi yang meluap tinggi?

Saudaraku..

kamu tahu tidak, menyakiti hati seorang saja saudaramu yang lain artinya sama dengan memakan dan meminum daging dan darah saudaramu sendiri?

kita telah sama-sama dewasa. Sebagai seorang dewasa, bukankah lebih baik kita menyampaikan apa yang tidak menyenangkan hatimu dengan lebih bijaksana, tanpa harus memakai cara yang kasar dan akhirnya menyakitkan sesamamu?

Untuk saudara tersayang..

doa orang yang terluka akan lebih cepat sampainya di hadapan Tuhan. Aku yakin, Tuhanpun akan membalas doa seorang terluka dengan caranya-Nya sendiri.



Saudaraku..

hidup kita di sini tidak akan pernah kekal. Jadi apa perlu kita menghabiskan waktu dengan menyebar kebencian antarsesama?

Bila aku yang salah, aku meminta maaf. Juga aku telah memaafkan kemarahanmu kepada aku.

dari saudaramu

11 comments:

It's just me said...

maafkan aku juga ya say....:) *aku kan sodara yaya juga*.....

desigNani said...

setiap manusia tiada yang sempurna
selalu ada yang membuat kesalahan
tetapi meminta maaf maupun dimaafkan antara saudara ataupun orang lain tidaklah mudah

AraW said...

Ada apakah gerangan ? Kok sedikit emosi,
coba yok kita ambil nafas dalam-dalam dan memaafkan semua getir yang kita dapat dari Saudara kita... Dan harapan api padam pasti ada. Untuk mengembalikannya seperti semula juga perlu waktu, aku yakin bekas kebaran itu
nantinya akan segera terenovasi dgn lebih bagus dari bentuk semula

Bubu Davin said...

Ya...sabar..ya...
emang paling susah maap-maapan.. apalagi minta maap ...uuhhhh... jangan berharap banyak deh.... mendingan kitanya aja yang memaafkan...? bukan begitu bukan...
dan maapin yaaa klo sounds like "menggurui" :p

Bubu Davin said...

eh..yaa... aku mama davin loh ...tadi kelupaan ga diganti...

Bverly said...

untuk saudaraku
aku hanya ingin bertahan
sebelum menjadi mangsa
bersiap2 menerkam
mengaum
agar mereka tahu
aku tidak mati

Ling said...

jangan emosi kawanku, tarik napas dalam2 dan biarkan si amarah pergi pelan-pelan

gimana kalo kita pergi maen? ;)

thuns said...

memohon maaf adalah sebuah keberanian sejati

memaafkan adalah kemuliaan abadi

maafin sayah yah kalo ada salah! met lebaran yah ya! *ooops masih lama yah* heiauheuiahea abis jadi inget lebaran siy ;)

Madame Butterfly said...

aku suka surat ini !!!

hiks....terharu

Ina said...

Maafin aku juga ya....kali aja aku juga pernah berbuat salah, walaupun cuma di dunia maya kayak gini

.:nien:. said...

it happens every now and then dear!
tp sutralah ... as you said Tuhan yang tau.

Reality bites ... but trust me, it makes you stronger!