Wednesday, May 10, 2006

Perempuan itu..

Perempuan itu berdiri di pinggir jurang. Siap untuk melompat menuju kedalamannya. Siap untuk mengakhiri segala sakitnya.

Semilir angin bertiup ia rasakan sejuk di kulit mukanya yang basah karena tangisnya sekian lama. Tubuhnya menggigil, entah karena hembusan angin atau kebekuan hatinya yang mulai mencair.

Perempuan itu telah berdiri selama satu jam di situ, di pinggir jurang itu. Segala peristiwa dalam hidupnya silih berganti bermunculan di benaknya, seperti slide-slide rol film yang berputar.

"Berusahalah, sampai jiwa dan ragamu lelah." Lewat monitor komputernya siang itu, seorang sahabat menasehatinya.

"Aku sudah lelah, tapi aku masih memiliki rasa itu," jawabnya.

"Ketika kamu lelah, tapi kamu masih memiliki rasa itu. Itulah cinta."


Perempuan itu menutupi mukanya dengan sebelah tangannya, untuk mengusir kecamuk di hatinya.

"Namanya Rena. Aku sayang sama dia."

"Selamat ya, akhirnya kamu menemukan belahan jiwamu."


Ia mengucapkan selamat dengan tulus, walau sebelah jiwanya patah saat mengatakannya.


Sudah 3 jam lebih perempuan itu berdiri. Kali ini kedua belah tangannya menutupi mukanya. Tangisnya melebur dalam jari-jemarinya.


"TUHAN, AKU SUDAH LELAAAAH!" teriaknya kepada alam sore itu. Kini raut mukanya menunjukkan kemarahan, keletihan, kebimbangan, semua rasa yang saling beradu dalam jiwa ragany


"Aku sudah teramat lelah. Tolong hilangkan saja semua rasaku, Tuhan," isaknya yang kini kian menjadi.


Gaung suaranya memantul dari penjuru alam.

Angin tetap berhembus lembut. Seolah ingin mendamaikan hati perempuan itu.


Jurang tempatnya berdiri masih di sana. Siap untuk dijadikan tempat terakhir bagi siapa saja yang ingin mengakhiri segalanya.


Perempuan itu beranjak menjauhi jurang. Menatap semburat mentari yang kian terbenam. Ia melangkahkan kakinya menjauhi jurang itu.


Perempuan itu..aku.

13 comments:

It's just me said...

Jauhi jurang itu. Mungkin disana akhir segalanya. Namun awal dari petaka baru...Hati2 melangkah ya, aku :). Jalan saja kemari. Kita berbagi cerita tentang indahnya pelangi setelah hujan pergi

syafrina-siregar said...

Walah...kok kayak kisah cinta si NENA "My Two Lovers"?!?!?!

:-D

unai said...

Buka mata lebar ketika kau berada di tepinya, Ya..buka yang lebar...agar kau bisa tau, dunia tak sesempit apa yang kau pikirkan.
Istirahatlah sejenak, buang sauhmu jauh ke dasar samudra...nikmati pemandangan di sana...

unai said...

Buka mata lebar ketika kau berada di tepinya, Ya..buka yang lebar...agar kau bisa tau, dunia tak sesempit apa yang kau pikirkan.
Istirahatlah sejenak, buang sauhmu jauh ke dasar samudra...nikmati pemandangan di sana...

WeSy 'CiCi' said...

apakah perasaan 'lelah' mu harus di akhiri dengan melompat ke dalam jurang itu?!
selemah itukah dirimu, sehingga harus membiarkan hidupmu berakhir didasar jurang?!

Younoez said...

setelah kau jauhi jurang itu
menangislah
menangislah

Bubu Davin said...

iiihhh... yaya jangan maen deket jurang bahaya....
sini, maen disini aja.. lebih aman....
banyak kebahagian disini...
jangan sedih lagi...
u r not alone....

CacingKepanasan said...

cacing sih kalau lelah, ya tidur aja, biasanya tidur (menurut penelitian cacing :P) dapat menghilangkan rasa lelah fisik maupun mental he..he.. :P

bagus_aa29 said...

lelah, sini tak hibur. selalu ada cerita indah untukmu.

linda said...

selelah apapun dirimu
jangan pernah kau terjunkan diri ke dalam jurang
lupakan yg telah terjadi
buka lembaran baru
dan nikmati hidup ini
karna hidup ini hanya sekali

kakayanu lonely... said...

ih bagus oy...gue aja yg cowok bisa ikutan sedih neh...hehe..boleh saya pajang d blog aye mbak??d edit tentunya..:p

hilmanhilly said...

Meski lelah meraja.....tak patut iman tergoyahkan....Meski duka menyelimuti tak seharusnya nyawa di akhiri.....

www.hilmanhilly.blogspot.com

tentng_kita said...

Astaga Yaya.. Apa cerita itu benar? Ya ampun, kalo sampe terjun... speechless!