Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Monday, April 30, 2007
Bukan matamu yang buta
Sore itu di Hotel Melia Pak Rinaldi bertanya kepada kami: "Apa yang diberikan udara kepadamu?"

Kami menjawab: "Kehidupan. Udara memberikan kita kehidupan."

Pak Rinaldi kembali bertanya: "Apa yang diberikan matahari kepadamu?"

Kami menjawab: "Cahaya. Matahari menyediakan cahaya untuk kita."

Pak Rinaldi melanjutkan bertanya: "Apa sifat sinar rembulan di malam hari?"

Kami menjawab: "Lembut. Sinar rembulan itu lembut."

Saat itu para peserta training ESQ memiliki pikiran yang sama di benak mereka. Mereka berpikir kalau trainer ESQ sore itu sudah terlalu lelah sehingga mengulang-ulang pertanyaan yang kurang penting.

Pak Rinaldi terdiam sesaat sebelum melanjutkan bertanya:

"Apa yang diberikan udara kepadamu?"

Dan sebelum kami bahkan aku sempat menjawab, beliau meneruskan dengan teramat lembut..

"Baca dengan nama Tuhanmu.."

Beliau juga mengatakan..

"Bukan matamu yang buta, tapi hatimu di dalam dada."

Aku tertunduk
mataku terpejam

Dan ketika beliau bertanya
"Siapakah nama Tuhanmu?"

Aku merasa malu sekali. Hatiku serasa dicabik habis oleh perasaan bersalah yang teramat sangat.

Sekian lama aku melupakan Al Hayyu yang memberiku kehidupan. Sehingga aku bangun setiap hari mengira bahwa udaralah yang membuatku dapat hidup di setiap harinya.

Sudah puluhan jam aku habiskan berjalan di bumi An Nur mengira bahwa mataharilah yang menerangkan bumi.

"Baca dengan nama Tuhanmu.."

Yah, aku tidak pernah membaca dengan menyebut nama-Nya. Mataku boleh saja dapat melihat dengan jelas, tapi hatiku sangat buta sehingga tak dapat melihat kebaikan hati Allah kepadaku.

Ya Allah, ternyata aku hamba-Mu yang sangat hina.

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
7:09:00 PM
|
Wednesday, April 25, 2007
Your shadow
Just be your shadow at night
and disappear from you in the daylight

Truths are shattered away
from you

Lies beneath the love

..No words
except
I'm sorry

Not enough, I know

But, now I have enough
trying to let go
of you

Would you
let go of me?

I am your shadow
and you are my illusion

Now it's ending

reflected by Nahria Medina Marzuki
1:02:00 PM
|
Tuesday, April 24, 2007
Aku sudah pulang
Nin..
aku sudah pulang.

Rasaku ke dia,
aku berusaha mematikannya.

Aku tidak bisa menangis
atau berteriak
untuk mengeluarkan dia dari hatiku.

Tapi Nin, aku tahu.
Hatiku sakit.

Nin, kamu semalam bertanya apakah aku sudah melupakan dia
dan meninggalkan bayangannya di tengah kenyamanan kota Yogya...

Entahlah Nin,
sekala malam melepaskan kesenjaannya,
aku juga meninggalkan rasa yang sempat bernaung di hatiku.


Nin..
aku sudah pulang.

Dan sudah membunuh
semua perasaanku di hati
terhadapnya.

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
8:08:00 PM
|
Tuesday, April 17, 2007
Terimakasih
Dulu
aku
bertahan
walau
aku
yang
sakit

Kini
ijinkan
aku
pergi

Terserah!
anggapan
orang
tentangku

Aku
hanya
capek
lelah
bosan
memunguti
retakan-retakan
hatiku


Aku
berhenti

Terimakasih

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
6:38:00 PM
|
Friday, April 13, 2007
Na..merasakan hujan
Hai Na..
semalam kamu lihat tidak pelangi yang bersemayam di langit? Jadi ingat, dulu kamu bilang selalu akan ada pelangi yang menghiasi langit setiap hujan selesai bertandang ke bumi.

Kita pasti akan semalaman berbincang tentang hujan dan pelangi.

Lalu kamu memandang aku dan berkata:
"Ya, selalu akan ada jalan keluar di setiap kesulitan yang kamu hadapi. Karena Tuhan tidak pernah memberi suatu cobaan diluar kemampuan umatnya."

Aaah Na,
kalau saja waktu itu aku dapat mengartikan cobaan yang kau maksud itu. Mungkin aku dapat menahanmu pergi.

Maafkan aku ya Na,
aku tidak punya cukup keberanian untuk memintamu tinggal. Tapi aku harap kamu mengerti kalau alasanku tidak cukup kuat untuk memintamu tetap di sisiku.

Kamu benar, Na..
semua atas nama ego.

Aku mencintaimu
hanya karena sebuah egoku
yang ingin diakui keberadaannya.

Kini sang ego sudah berdamai
dengan logika
dan ia sudah merestui egoku
untuk melepasmu

Na..
sudah ada pelangi yang melingkar di langit. Berarti hujan sudah selesai kan?

Tapi kenapa masih ada tanya menyisa di hatiku ya, Na. Seolah ia ingin menyalahkanku karena tidak mencoba. Kenapa aku aku tidak membiarkan ego yang menang.

Na sayang,
kamu tidak marah kan karena kita sudah memilih untuk berhenti saling sayang?

"Semua ada hikmahnya..."

Kalau memang begitu, kenapa aku masih merasakan hujan Na?


Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
5:57:00 PM
|
Sunday, April 01, 2007
Cinta yang ini
Cinta yang ini
sunyi
hampir tak bernafas

Buncahan kata tersimpan
rapat di hati
tak boleh keluar

Cinta yang ini
sepi
tak berteman

Padanya
cinta yang ini

salah

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
8:21:00 AM
|