Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Monday, June 25, 2007
Ya Allah..aku mohon dengan amat sangat
Pikiranku buntu malam itu.

Seperti ada yang mengganjal di tenggorokanku
yang membuatku sulit berkata-kata.

Memang, malam itu aku tak mampu bicara.
Hanya buliran air yang mengalir deras
melewati pipiku.

Cuplikan peristiwa 3 bulan yang lalu
lewat di benakku.

3 bulan yang lalukah itu?

Aku gak bisa berpikir.

Aku hanya ingin berteriak
menangis

Menangis.

Ya Allah...
aku hanya bisa bersimpuh di hadapan-Mu
memohon

dengan amat sangat.


Sayup kudengar lagu:

Andai kutahu
kapan tiba ajalku...



Allah, aku ikhlas.

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:21:00 PM
|
Monday, June 18, 2007
Maaf..aku menangis lagi hari ini
Aku berusaha tegar, berusaha mengatakan kepada perempuan yang sangat kucintai itu untuk tetap berusaha berpikir positif. Sambil tak lupa kubisikkan serentetan doa kepada Sang Khalik.

Ya Allah, tolonglah..
aku mohon, dengan amat sangat.

Hari itu aku berusaha untuk tak memikirkannya lagi, berusaha menjalani semuanya dengan sebiasa mungkin. Begitu siang menjelangpun, aku tetap berusaha beraktifitas seperti biasa.

Siang datang juga, dan saat papa membisikkan kata itu aku berusaha tetap untuk bersikap biasa.

Aku mencoba tetap bekerja di komputerku.

Yahoo Messengerku tetap menyala tanpa status yang aneh-aneh.

Semuanya biasa.

Tapi tak terasa, di sudut mata kananku airmata perlahan mulai mengalir.

Dengan dalih ingin pergi sebentar, aku pamit pergi. Di mobil kukejapkan mataku berulang kali, berusaha mengusir air yang ingin mengalir lebih deras di mataku.

Aku telpon saudara kandungku.

Dan aku mulai menangis

Begitu juga saat pertama kali aku harus mengantar perempuan yang kucintai untuk masuk rumah sakit. Berusaha tenang dan tabah aku temani ia.

Ketika malam tiba, akupun pulang ke rumah.

Kali ini...
aku menangis dengan amat sangat.

Perempuan itu..
mama.

Dan aku belum pernah merasakan ketakutan yang amat sangat seperti sekarang ini.

Tapi aku harus tabah
aku harus kuat
aku harus sabar

Aku percaya Allah sayang sekali sama aku dan keluargaku. Allah gak akan ngasih cobaan yang umatnya gak sanggup menghadapinya.

Aku ikhlas Ya Allah
apapun yang akan Engkau limpahkan
kepadaku dan keluargaku

reflected by Nahria Medina Marzuki
12:11:00 AM
|
Sunday, June 10, 2007
Kita (masih)..
Dulu kita dekat
tanpa terbebani
dengan perasaan apapun juga

Saat rasa
mulai bermain
di hati
kita asing

Saling menjauh
kita mencoba

Saling tak mengenal
walau
kesopanan masih kita coba
di depan yang lain

Kita saling diam
dan tak lagi mencoba
untuk bicara

Tanpa kata
kita mungkin bukan lagi
dua orang yang saling mengenal

Waktu berlalu
kita masih mencoba
mengenal (lagi)

Sekarang?
walau kutak tahu apa namanya..

Kita masih
baik-baik saja

reflected by Nahria Medina Marzuki
8:28:00 PM
|
Tuesday, June 05, 2007
A thousand miles
Na sayang..
kemarin Yaz sudah jujur (seperti yang Na ajarin sama Yaz).

Na bilang,
gak selamanya kejujuran harus berakhir
happy ending.
Juga gak selamanya kejujuran itu menyenangkan.

Tapiii..
kejujuran pada akhirnya
pasti akan berakhir dengan kebahagiaan.

Yaz sudah lelah
untuk berbohong
dan untuk mengingkari
hati sendiri

Na benar.
Paling gak, kali ini Yaz sudah mengikuti
kata hati Yaz sendiri.


Na, tau gak.
Ungkapan "I went a thousand miles
for a question he didn't know"
sudah aku patahkan.

Karena kali ini,

I let him know
that I went a thousand miles
to ask him a question

reflected by Nahria Medina Marzuki
2:32:00 PM
|