|
| |
|
Monday, June 25, 2007 |
|
Ya Allah..aku mohon dengan amat sangat
|
Pikiranku buntu malam itu.
Seperti ada yang mengganjal di tenggorokanku yang membuatku sulit berkata-kata.
Memang, malam itu aku tak mampu bicara. Hanya buliran air yang mengalir deras melewati pipiku.
Cuplikan peristiwa 3 bulan yang lalu lewat di benakku.
3 bulan yang lalukah itu?
Aku gak bisa berpikir.
Aku hanya ingin berteriak menangis
Menangis.
Ya Allah... aku hanya bisa bersimpuh di hadapan-Mu memohon
dengan amat sangat.
Sayup kudengar lagu:
Andai kutahu kapan tiba ajalku...
Allah, aku ikhlas. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:21:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, June 18, 2007 |
|
Maaf..aku menangis lagi hari ini
|
Aku berusaha tegar, berusaha mengatakan kepada perempuan yang sangat kucintai itu untuk tetap berusaha berpikir positif. Sambil tak lupa kubisikkan serentetan doa kepada Sang Khalik.
Ya Allah, tolonglah.. aku mohon, dengan amat sangat.
Hari itu aku berusaha untuk tak memikirkannya lagi, berusaha menjalani semuanya dengan sebiasa mungkin. Begitu siang menjelangpun, aku tetap berusaha beraktifitas seperti biasa.
Siang datang juga, dan saat papa membisikkan kata itu aku berusaha tetap untuk bersikap biasa.
Aku mencoba tetap bekerja di komputerku.
Yahoo Messengerku tetap menyala tanpa status yang aneh-aneh.
Semuanya biasa.
Tapi tak terasa, di sudut mata kananku airmata perlahan mulai mengalir.
Dengan dalih ingin pergi sebentar, aku pamit pergi. Di mobil kukejapkan mataku berulang kali, berusaha mengusir air yang ingin mengalir lebih deras di mataku.
Aku telpon saudara kandungku.
Dan aku mulai menangis
Begitu juga saat pertama kali aku harus mengantar perempuan yang kucintai untuk masuk rumah sakit. Berusaha tenang dan tabah aku temani ia.
Ketika malam tiba, akupun pulang ke rumah.
Kali ini... aku menangis dengan amat sangat.
Perempuan itu.. mama.
Dan aku belum pernah merasakan ketakutan yang amat sangat seperti sekarang ini.
Tapi aku harus tabah aku harus kuat aku harus sabar
Aku percaya Allah sayang sekali sama aku dan keluargaku. Allah gak akan ngasih cobaan yang umatnya gak sanggup menghadapinya.
Aku ikhlas Ya Allah apapun yang akan Engkau limpahkan kepadaku dan keluargaku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:11:00 AM
|
|
|
|
|
|
Sunday, June 10, 2007 |
|
Kita (masih)..
|
Dulu kita dekat tanpa terbebani dengan perasaan apapun juga
Saat rasa mulai bermain di hati kita asing
Saling menjauh kita mencoba
Saling tak mengenal walau kesopanan masih kita coba di depan yang lain
Kita saling diam dan tak lagi mencoba untuk bicara
Tanpa kata kita mungkin bukan lagi dua orang yang saling mengenal
Waktu berlalu kita masih mencoba mengenal (lagi)
Sekarang? walau kutak tahu apa namanya..
Kita masih baik-baik saja |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:28:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, June 05, 2007 |
|
A thousand miles
|
Na sayang.. kemarin Yaz sudah jujur (seperti yang Na ajarin sama Yaz).
Na bilang, gak selamanya kejujuran harus berakhir happy ending. Juga gak selamanya kejujuran itu menyenangkan.
Tapiii.. kejujuran pada akhirnya pasti akan berakhir dengan kebahagiaan.
Yaz sudah lelah untuk berbohong dan untuk mengingkari hati sendiri
Na benar. Paling gak, kali ini Yaz sudah mengikuti kata hati Yaz sendiri.
Na, tau gak. Ungkapan "I went a thousand miles for a question he didn't know" sudah aku patahkan.
Karena kali ini,
I let him know that I went a thousand miles to ask him a question
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
2:32:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
|