Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Wednesday, August 22, 2007
Kembali adalah..
"Kamu mau kita kembali?" tanyanya dalam siluet senja malam itu.

Memang waktu tak bisa lagi berputar balik..
tapi kalau bintang selalu ada untuk menerangi kelamnya malam..

Kenapa kita tak lagi
bisa kembali?

Kembali..

kemana?

Kembali hanyalah suatu labirin yang tak berujung,
yang hanya berisi harapan-harapan kosong yang tak dapat terpenuhi.

Kembali berarti hati merasakan kehampaan lagi,
yang hanya akan berakhir dengan kesedihan.

Kembali untuk berusaha lagi mematikan rasa
setelah hati akhirnya berani untuk merasa.

Kembali untuk satu kesempatan..


Aku, kamu, kita
sudah pernah kembali
untuk mencoba lagi
mengeja kita

Tapi kalau kembali hanya akan lebih merentangkan jarak antara kita..

apa masih perlu?


Siluet senja makin menghilang
saat kulepaskan asa untuk kembali..

reflected by Nahria Medina Marzuki
3:24:00 PM
|
Thursday, August 16, 2007
Perempuan Yang Cinta
Cinta sayang,
sejak pertama kali ketemu kamu, aku begitu menginginkanmu untuk bersanding denganku seperti 45 tahun yang lalu bangsa kita begitu ingin meneriakkan kemerdekaannya. Tapi hon, maaf yaa hari ini aku gak bisa romantisin kamu.

Eh Yang tahu kan, kalau dulu Ibu Fatmawati juga tidak pake kalimat romantis buat menyatakan rasa cintanya ke Indonesia? Beliau cukup menjahitkan Sang Saka Merah Putih buat dikibarin tanggal 17.

Hmm, sebenarnya aku gak bisa menjahit juga sih Yang. Tapi aku bisa melakukan yang lain buat ngebuktiin cinta aku ke kamu. Mau?? (iih sayaang, bukan yang itu..aku kan belum bilang "I do").


Cinta,
62 tahun yang lalu kan Soekarno Hatta akhirnya berhasil membacakan Proklamasi Kemerdekaan..

Aku tapi gak punya naskah cinta apapun untuk dibacain ke kamu, Yang. Tapi kalau kamu pengen aku nulis surat cinta juga, Yang bisa baca puisi di blogku aja. Semuanya untuk kamu, sayang.

Ngomong-ngomong Cin,
aku tau kok kalau cinta itu butuh pengorbanan. Tapi kamu gak minta aku buat meneteskan darahku seperti Jendral Sudirman dulu yang rela mati demi mempertahankan Indonesia kan?

Sayangku,
bukannya aku gak cinta lho, kalau aku gak rela mati demi kamu. Soalnya kalau aku mati, gimana bisa menikah sama kamu?

Honey..
lagu Indonesia Raya sudah berkumandang di mana-mana dengan bebas tanpa takut ada penjajah lagi, jadi aku juga sudah bebas untuk bilang ke dunia:

Aku perempuan yang mencintaimu...

reflected by Nahria Medina Marzuki
1:59:00 PM
|
Thursday, August 02, 2007
Aku kembali (mungkin)
Beberapa bulan yang lalu
benar telah mengelukan seluruh isi hatiku.

Sampai aku berhenti
untuk menutup rapat semua isi hatiku..
membiarkannya tetap terkurung
hanya di hatiku,
tak perlu jiwa lain ikut merasakannya.

Aku diam
merasakan dunia baru yang menyesakkan

Aku diam
tak ingin lagi mengeluhkan semuanya
dan mencoba bertahan apa adanya

Aku diam
tak bisa lagi menggoreskan penaku

Terlalu kacau
untuk menjabarkan isi hatiku


*Perlahan aku kembali
mencoba untuk menghapus "andaikan" dari hati

reflected by Nahria Medina Marzuki
12:04:00 PM
|