Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Thursday, January 24, 2008
Bayangannya berselimut mimpi
Mimpi itu terasa begitu nyata. Aah, sebegitu merindunyakah aku dengannya?

Ketika malam berselimut gulita..pagi juga merambah menggantikan malam..

Semuanya terasa begitu cepat. Meninggalkan satu rasa tertentu di rongga hati. Menitipkan satu rindu padanya, yang tak tahu lagi adanya di mana.

Aah, dia lagi-lagi hanya ada dalam bayangku saja. Mimpi itu rasanya ingin kubawa dalam nyata saat kuterbangun.

Tapi, nyataku tetap menjadi nyata. Dalam sadar, dia hanya tetap ada dalam mimpiku.

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
12:15:00 AM
|
Friday, January 18, 2008
Mengertinya
Hari ini aku mengertinya. Dalam diamku aku membisikkan seuntai syukur: untuk sebuah hati yang sudah memaafkan.

Aku memaafkannya..
untuk melewati hidupku dan terus berlalu tanpa membawaku ikut dengannya.

Aku memaafkannya..
dan berhenti berharap hatinya akan berubah.

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
12:50:00 PM
|
Thursday, January 10, 2008
Untukmu: ucapan dari hati
Suka ikutan milis? pasti pernah dong ya.

Pernah bergabung di suatu milis yang sebenarnya bukan kamu banget? hehe..itu saya ;))

Jadi di pertengahan tahun 2005, tepatnya tanggal 18 saya bergabung di milis MHI-Tennis (Komunitas Tennis Men's Health Indonesia). Sebelum ada yang bertanya, saya mau jawab duluan nih: "saya gak bisa dan gak pernah main tenis."

Jadi, apa yang saya lakukan di milis Tennis? Jujur, mungkin saya hanyalah 1 orang dari sekian ratus member milis yang gak pernah ikutan kumpul di lapangan. Yaah, bisa dihitung deh berapa kali saya pernah ketemu langsung dengan orang-orangnya. Jadi, mungkin saya sudah dilupakan. ;)

Ngomong-ngomong, tanggal 9 Januari kemarin milis MHI-Tennis ulang tahun yang ke-3. Trus, apa yaa yang bisa saya ucapkan untuk sebuah milis yang bukan saya banget?

Hmmm, mungkin saya ingin mengucapkan terimakasih atas pertemanannya selama ini dengan saya, yaa. Dan mungkiiin..saya tidak bisa selalu menjadi orang yang ada buat milis ini, tapi saya selalu menyertakan teman-teman saya dalam setiap doa saya.

Dearest my dear milst...

On your special day


I wish
all
the greatest things
happening to you and the people around you

Happy
Birthday

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
1:09:00 PM
|
Monday, January 07, 2008
Berhenti senja

senja



Suara hujan terdengar lagi, saat kusibakkan gorden di kamar. Ingin rasanya merengkuh hujan di luar, kalau tak ingat aku bukan teman baiknya hujan..pasti aku sudah bermain-main dengannya.

Tak ada yang beda dengan hujan sore ini, hanya..

Senja: kenapa kau tak lagi menunggu datangku?
aku: maaf..bukan..aku tak perlu meminta maaf..tapi aku sudah cukup menunggumu!
Senja: aku pasti datang, hanya tidak sekarang.
aku: kalau tak sekarang, tak usah kau datang lagi.

Senja: kau marah?
aku: kalau ada kata-kata yang bisa menyamakan arti marah, itu pilihanku.
Senja: jadi?

aku: berhenti ada dalam hidupku, senja.

Sore ini, senja pergi..selamanya. Dan aku..tidak akan pernah memanggil senja
untuk kembali

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:37:00 PM
|
Tuesday, January 01, 2008
Mencintai Januari
Ketika tahun menyibak berganti
meninggalkan masa lalu
jauh di belakang

Menghapus bercak-bercak kesedihan
berusaha melupakan dan tak lagi
menoleh ke belakang


Mencintai Januari

awal tahun
saat setangkup doa terpanjat

untuk semua jejak
yang akan kulangkah

untuk suatu
kemudahan hidup

Mencintai Januari

dengan ketulusan hati
yang sederhana

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
11:56:00 AM
|