Thursday, January 05, 2006

Sebelum malam undur diri

Aku tidak menyesal semuanya berakhir. Juga tidak pada saat dulu, di mana semuanya berawal.

Aku tidak akan meyia-nyiakan sisa hidupku untuk bertanya. Semuanyapun sudah jelas, bukan? Sesi tanya-jawab telah berakhir.

Jangan pernah kamu bilang "aku tidak mencoba.."

Aku tidak ingin lagi ditemani bintang, yang katanya selalu hadir untukku. Bintang yang di setiap malam selalu berkelip untukku. Bintang yang setia untukku..dst..dst..dst.

Semuanya hanyalah kamuflase sebuah kemunafikan! Dan aku tidak butuh kemunafikan.

Bahkan aku sendiri, seseorang yang menumpahruahkan perasaanku dengan memaksakan semua jariku untuk tidak pernah berhenti berhentak. Aku..

Aku selalu bersembunyi di balik alasan yang menyenangkan hatiku sendiri. Kubuang jauh semua yang sebaliknya.

Aku tidak takut..

Tidak takut?

dengar..dengaaar..!!

Hati kecilku sedang terbahak-bahak mendengarnya! Bahkan untuk menyuarakan isi hatiku sendiripun, segala dalih dan segala bentuk ungkapan masih kupakai.

Sebelum ini, akukan menyeka air mataku. Dan akukan berkata pada diriku sendiri, "gadis bodoh..jangan menangis. Ayo tegar. Dia tidak akan datang lagi. Hadapi itu."

Malam ini, hatiku terkunci rapat untuk mengatakan hal yang sama. Hanya hatiku yang kembali berbisik, "hadapi itu."

Juga airmataku tak kuasa kumenahannya.

Tuhan..kuatkan hatiku, tolong.

11 comments:

It's just me said...

Dia kan kuatkan hati
Sejauh kau mampu tetapkan langkah
Melalui jalan berliku
Demi setapak baru bersama mentari

Bangkitlah...
Sombongkan dirimu
Tunjukkan kau adalah kau
Yang masih berdiri tegak
Meski badai pernah menderu
Disini...aku tau

Tahun baru say....semangat baru ya ;)

dinda said...

kadang menangis itu perlu nahria, tapi tegar itu suatu keharusan :)

unai said...

Menangislah Ya..tumpahkan galaumu
Legakan sesakmu..
here i'm for u...huhuu...kok mellow sih tayang ?

ado said...

Semangat!
I am wishing you all the best in the coming year.
HAPPY LIFE!

blossom said...

erghhhh....tegar itu punya kita..berdirilah hadapi smuanya dengan kepala terangkat layaknya org dewasa, dan bukan dgn kekalahan seorang anak kecil...maju ya

cinta said...

terkadang ada baiknya membiarkan airmata kita tumpah utk melegakan segala yg jd beban di dada. Tapi jgn biarkan juga larut dlm kesedihan. thanks ya udah mampir ke blog aku.

bintang said...

semakin dibicarakan, dihindari atau ditiadakan, rasa itu akan smakin dalam. percaya deh ;) so.. klo ingin benar2 let it go, renungi saja indahnya. marahlah. menangislah. lalu selesai. msh byk hal indah lainnya yg bisa difikirkan dan dirasakan. keep smiling ;)

YNa

linda said...

menangislah sampai kau puas dan beban di pundakmu serta bathinmu merasa lebih tenang. berteriak dan marahlah kalau itu bisa membuat bathinmu merasa lebih baik. jangan pernah memendamnya dalam hati. karna itu tak baik....
tak perlu meratapi yg telah terjadi
jalani saja dan nikmati hidup ini
karna hidup hanya sekali

Tiwi said...

Yaya, tangisan itu anugerah-Nya. Seperti obat, tangis akan meringankan beban pikiran kita. Menyembuhkan dada yg sesak, menghibur hati yg sedih. Be strong...

Ina said...

Menangis emang perlu ya...tapi kalau aku suka nyembunyiin tangi pas di kamar mandi...:) jadi gak ada yang tau!

Tapi jangan sampe berlarut-larut ya...yang sabar

agung nugroho said...

boleh aja sih sedih, cuman kl kelamaan di jamin deh. bosen banget... kayk ga' ada kerjaan laen aj.