Thursday, July 06, 2006

Jakarta, malam panjang

Silau menipis di sudut malam
ikut meninggalkan pagi


Temaram Maghrib menghiasi
titian Jakarta

Ada yang masih sibuk
selalu

dengan tumpukan kertas..
berjuta-juta uang dihitungnya
beratus-ratus tempat disinggahi

Bila nakal (atau) nafsu?
menggeliati hati
maka mencumbu kupu-kupu jalananlah

hiraukan jenis kelamin, terkadang

atas nama
hiburan..melepas lelah..bosan


Jakarta malam panjang
selimurkan makna hidup

Dua sisi
yang memiriskan hati


Di dalam suatu kaca
saling bersulang memanjakan diri
menyuapi keinginan birahi

Tak ada yang sadar, melihat
di luaran..
mengais, mengiba..mengorbankan martabat

memuaskan diri?

aaah, terlalu muluk..

Malam ini

berharap untuk masih melihat
sinar esokpun

sebuah harapan yang tinggi
untuk dijangkau

7 comments:

It's just me said...

demikian kupu2 malam
bebas liar beterbangan
hinggap di dahan-dahan kekeringan
--polusi siang membuat kegerahan--

lakukan penghijauan yuk...
supaya teduh di siangan,
*mikir*...
jangan2 nanti malam kupu2 makin bebas berkeliaran
pagi hari sampah berserakan
daun-daun yang gugur berwarna hitam
--Jakarta, sensasinya sungguh memabukkan--

unai said...

Kupu-kupu malam berterbangan, megepakkan sayap indah dan rapuh.
Jakarta dan malam panjang, yang menyuguhkan segala kemunafikan

uTHe said...

ibukota memang kejam...

kebebasan terbunuh oleh waktu...
kebahagiaan terkungkung oleh dinamika...
kenyamanan terbayar dengan air mata dan keringat...

owwhhh... ibukota...

but I love this city very much!!!

Rara Vebles said...

"Jakarta Malam" -NGERI-
Tpi, masih ada sudut-sudut yang menyejukkan.. Di sana lah tempat kita..

ipal said...

lah harpan jangan tinggi tinggi nanti jatuh loh...
ibarat kata pepatah jawa "ojo dijagake"

makeblognotwar said...

saya sering disindir waktu dibetawi sana... "hidup kok isinya wisata kuliner terus... njajal makan di sana sini.. gak baik buat kesehatan... mbok kayak saya.. makan dijaga, olah raga teratur, seks teratur... kalo jauh dari bini ya beli seks yang bersih.. jangan asal.... dari pada stres lho??"

untungnya saya gak menggubris kalimat: "daripada stress lho..."

Ida Syafyan said...

itulah jakarta... dua sisi kehidupan ada di sana... yg baik bisa baiiik benerr, yg zalim bisa se zalim2nya...