Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Thursday, February 23, 2006
Nothing Lasts Forever
Terkadang orang yang kita kira akan tetap tinggal dalam hidup kita, justru malah pergi. Sebaliknya, orang yang kita kira jauh sekali dari hidup kita, malah datang untuk tinggal di dalam hidup kita.


Akhir-akhir ini, saya mulai mengakui kalau kiasan di atas..ada benarnya juga. Siapa sich yang tidak ingin berteman dengan siapa saja dan kalau bisa mempersatukan semua temannya, bahkan yang dari komunitas yang berbeda? saya salah satunya.

Iya, saya termasuk orang yang ingin berteman dengan siapa saja dan berusaha membaurkan teman dari komunitas yang satu dengan teman dari komunitas yang berbeda.

Kemarin ketika saya menghabiskan akhir minggu dengan teman-teman dari suatu komunitas, saya berpikir "siapa yang mengira pada akhirnya saya malah berteman dengan mereka?"

Emang sih, saya akui kalau pertama-tama pasti akan terasa adanya jarak antara kita. Maklum, teman ngumpul saya yang baru itu usianya jauh lebih tua :)

Tapi kayaknya tidak perlu ya, mempersoalkan umur? Mau lebih tua atau lebih muda, yang penting nyambung' aja sama kita. Kalau kata teman saya, "tidak perlu sehati Ya, yang penting kita menikmati berteman dengan mereka dan mereka juga senang berteman dengan kita."

Kalau hanya dengan kunci "menikmati sebuah pertemanan" kenapa donk kita sering merasa "kok si Romi gak pernah telpon aku lagi ya?" atau kenapa kita sering membatin "Si Wulan apa kabar yaa?"

Ayooo, ngaku deh..pasti sering merasa "kenapa kita gak bisa temenan deket lagi sama si A, B, atau si C."

Saya ngaku nich, guilty as charged :p

Tadinya saya sering mempertanyakan sama diri sendiri, apa saya yang salah yaa jadinya ada temen yang tadinya temen baik, sekarang malah menghilang ke negeri antah berantah ataupun kalau ketemu seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal(baca: penuh basa-basi).

Hmmm, cukup mempersalahkan diri sendiri yaaa.

Waktu membuat saya banyak belajar. Dan yang saya sadari sekarang ini adalah: kita tidak pernah bisa meramal siapa yang akan tetap tinggal dalam hidup kita dan menjadi teman kita. Kita tidak akan bisa menahan seseorang untuk tetap menjadi teman kita. Setelah kita berusaha untuk menjadi seorang teman yang baik untuknya, itu saja. Yaaah, samalah dengan kalimat-kalimat klise (tapi bener juga) seperti: teman kita punya kehidupan sendiri, life goes on tanpa ada dia sekalipun, dan siapa kita yang berhak menahan temen kita untuk tetap tinggal.

Selanjutnya, kita serahkan sama Yang Di Atas untuk menentukan, apakah dia akan tinggal dan menjadi seorang teman kita atau tidak.

After all, nothing lasts forever, right? but, the important thing is we have to make every moment with our friends counts. Karena siapa tau besok dia gak akan ada lagi di hidup kita. Jangan sampai kamu menyesal tidak bilang kalau kamu sayang banget sama teman kamu itu.










reflected by Nahria Medina Marzuki
7:53:00 PM
|
Monday, February 20, 2006
Bikin status sendiri
Me: "Artinya Domestic Partnership apaan sich?"

Him: "Itu status di Friendster, ya?"

Me: "Iya."

Him: "Punya istri/suami rumahaan kali, hehehe."

Me: "Trus apa bedanya donk sama Married? Kalau Complicated apaan?"

Him: "Pilih Complicated aja...hahahahahaha."

Me: "Complicated but looking gak ada sich, atau Complicated but waiting."

Him: "Rasanya kalo married udah jelas tapi kalo complicated atau yang lain termnya lebih gampang untuk dibuat ngeles."

Me: "Kalau menurutku domestic partnership kayak (maaf) kumpul kebo deeh, complicated = lg berantem sama pasangan."

Him: "Hahahahahahha.."

Me: "Kenapa orang gak mau ngaku??? Merit ya merit aja...divorced ya divorced. Knp gak ada status straight/not?"

Him: "Ini khan masalahnya di net... gak semua bisa dikatakan dengan jujur khan?"

Me: (dalem hati) Iya sich. Tapi Misleading sekali rasanya."


Coba ya kalau di Friendster bisa ada pilihan make your own status. Pasti akan banyak bermunculan status seperti:

- Heartbreaker
- Not sure
- Not single, but still looking
- In a relationship, but available
- Broken heart


Jadi keinget nich, waktu itu ngobrol dengan temenku.

Me: "Mbak, kenapa gak sama Mas itu aja?"

Her: "Enggak aaah, hubungan kita hanya sebuah Platonic Relationship aja kok."

Pas ngeliat di kamus artinya Platonic, yaitu affection but not sexual love.


Hmmm, menurutku sich..mereka bukan lagi dalam sebuah Platonic Relationship, tapi mereka itu couple in denial :-)



reflected by Nahria Medina Marzuki
7:36:00 PM
|
Tuesday, February 14, 2006
Aku menikmati hujan..kangen
Mungkin ada baiknya. Kali ini aku tahu pasti alasannya. Tidak harus aku menunggu hujan berhenti.

Aku menikmati hujan. Bukan karena hujan menghapus semua dukaku. Laraku telah terhapus dengan sendirinya, seiring dengan waktu.

Sejak sebulan lalu, aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menyebut bahkan menuliskan namanya lagi. Juga seiring jalannya waktu, aku telah menghapusnya dari ingatanku.

Semua kenangan..semua pertanda..kuanggap semuanya hanyalah semu, tidak nyata, dan hanya ada dalam khayalku semata.

Walaupun masa membawanya kembali untukku, aku tidak akan ikut dengannya.

Aku menikmati hujan. Tanpa harus membawa bayangnya di tengah gemericik di luar sana.

Aku menikmati hujan. Walau harus kuakui

kangen..

reflected by Nahria Medina Marzuki
12:15:00 PM
|
Tuesday, February 07, 2006
Selamanya
Selamanya..berapa lama?

Selamanya apa berarti sampai tergantung janur kuning di salah satu rumah, baik yang menunggu ataupun yang ditunggu?

Selamanya akan berujung dengan selembar bendera kuning?

Menunggu isi hati terungkap sendiri?

atau..aku tidak pantas menanyakan berapa lama selamanya?

Aku menunggunya, karena aku tidak tahu bagaimana mematikan rasa peduliku terhadapnya.
Aku menunggunya, karena aku hanya mengikuti kata hatiku.
Aku menunggunya, karena ia membuatku dapat bernafas setiap hari.

Selamanya? aku tak dapat menjawabnya, bukan karena aku tak mampu menunggunya selama itu. Hanya aku tak ingin mendahului rencana Sang Khalik.

Selamanya?

reflected by Nahria Medina Marzuki
8:24:00 AM
|
Thursday, February 02, 2006
Episode tentang hidup
Aku di sini
walau terkadang..atau..seringkali?
merasa begitu jauh

Aku tidak tahu
apakah aku masih berada
dalam sebuah episode kehidupan
yang bukan milikku

yang telah meleburku
ke alam yang lebih jauh
dari realita

Atau
aku telah beranjak
meninggalkannya?

Aku begitu gamang
dalam keberadaanku kini

Seakan
aku telah menempuh perjalanan jauh

dan saat aku kembali..

Aku hanya membawa kegamangan
yang lebih..

Dan..episode itu
masih berlanjut

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:56:00 AM
|