| |
|
Thursday, May 18, 2006 |
|
Untuk anakku, kelak
|
Buka hatimu, nak. Dunia luas menantimu. Untuk tumbuh, berkembang, menjadi dirimu sendiri. Juga, untuk tetap menyayangi kedua orangtuamu yang selalu berada di belakangmu. Untuk menahanmu sebelum kau terjatuh, memberitahu ketika kau terlupa sesuatu.
Buka hatimu, nak. Manusia mungkin tidak semuanya baik, ada saja yang akan menerkammu dari belakang saat kau mengira ia baik. Ada yang akan melupakan dirimu, walaupun kalian telah menjadi sepasang manusia yang erat hubungannya. Bahkan akan ada yang akan mencintaimu sepenuh jiwanya.
Iya nak, kau harus tetap menjaga hatimu. Sekecewa apapun dirimu pada dunia. Karena nak, dunia boleh boleh berkata tidak suka atau berbuat jahat terhadapmu. Kamu harus tetap hidup, jadikan sisa tangismu kekuatan yang akan memapah langkahmu ke depan.
Anakku, dunia mungkin akan terlihat sempit di matamu. Sesungguhnya, engkau akan bertemu dengan orang-orang yang selalu akan ada di hatimu. Hiduplah nak, jangan biarkan dunia mendiktemu. Jalani hidupmu di dunia sebagai orang baik, karena kebaikan tambah langka seiring dengan majunya zaman.
Anakku, buka hatimu nak. Untuk apapun yang akan kamu lakukan, katakan, dan pikirkan. Jangan kamu tinggalkan hatimu di balik kata logika.
Untuk anakku, kelak... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:33:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, May 16, 2006 |
|
Cinta lain
|
Buat apa aku berlari bila akhirnya kuberlari di jalan yang salah
Buat apa aku memilih terbang bila harapanku bukan berada di langit
Juga.. untuk apa aku berharap denganmu
bila kamu meracaukan semua anganku
Jika akhirnya kumemilih tinggal tak melanjutkan mimpiku
bukan kumenyerah pada cintaku
Aku hanya memilih cinta yang lain
boleh? |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:13:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, May 15, 2006 |
|
Mengusung tradisi dengan panggilan
|
Haloo semua! salam kenal! Nama Saya Ami.. saat ini saya berlokasi di Melbourne karena sedang nemenin suami kuliah dan menjadi full time mother disini untuk anak Saya tercinta Addry (2 thn).
Sekilas isi email perkenalan di salah satu milis penulisan yang saya ikuti. Email sejenis itu bukan hal yang baru lagi yang mengisi milis. Karena memang memperkenalkan diri bisa dibilang hukumnya wajib bagi setiap anggota baru, bila tidak mau dibilang tidak memiliki etika :-)
Tapi email ini sempat membuat saya mengerutkan kening. Sebentar, Ami..Addry..Melbourne. Sounds familiar. Baru saya ingat. Ya ampuuun, dunia sempit sekali. Karena Ami ini ternyata istrinya anaknya keponakan mamaku.
Selanjutnya, saya dan Ami saling menyapa lewat Yahoo Messenger. Kembali, kita ditimpa kebingungan saat harus membiasakan diri dengan panggilan. Lho, kenapa? Soalnya Ami harus memanggil saya dengan sebutan tante, padahal secara usia kita hampir sepantaran.
Saya sempat protes juga, kenapa harus tante? Apakah saya sudah begitu tuanya sampai harus dipanggil dengan sebutan itu? Tapi ya mau bagaimana lagi, karena kalau diurut secara silsilah Ami musti menghormati saya dengan panggilan tante.
Jadi beginilah, bila sepasang saudara yang sepantaran harus mengusung tradisi. Saya harus rela dipanggil tante oleh selain anak-anak dari kakak-kakak saya :-) |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:00:00 PM
|
|
|
|
|
|
Thursday, May 11, 2006 |
|
Done you
|
Knowing my heart belongs to me
Thus, no one could ever take it out of me
nothing could make me do otherwise
Even so..
I'm done crying over you I'm done doing things for you I'm done making poem about you...
I'm done you... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:07:00 AM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, May 10, 2006 |
|
Perempuan itu..
|
Perempuan itu berdiri di pinggir jurang. Siap untuk melompat menuju kedalamannya. Siap untuk mengakhiri segala sakitnya.
Semilir angin bertiup ia rasakan sejuk di kulit mukanya yang basah karena tangisnya sekian lama. Tubuhnya menggigil, entah karena hembusan angin atau kebekuan hatinya yang mulai mencair.
Perempuan itu telah berdiri selama satu jam di situ, di pinggir jurang itu. Segala peristiwa dalam hidupnya silih berganti bermunculan di benaknya, seperti slide-slide rol film yang berputar.
"Berusahalah, sampai jiwa dan ragamu lelah." Lewat monitor komputernya siang itu, seorang sahabat menasehatinya.
"Aku sudah lelah, tapi aku masih memiliki rasa itu," jawabnya.
"Ketika kamu lelah, tapi kamu masih memiliki rasa itu. Itulah cinta."
Perempuan itu menutupi mukanya dengan sebelah tangannya, untuk mengusir kecamuk di hatinya.
"Namanya Rena. Aku sayang sama dia."
"Selamat ya, akhirnya kamu menemukan belahan jiwamu."
Ia mengucapkan selamat dengan tulus, walau sebelah jiwanya patah saat mengatakannya.
Sudah 3 jam lebih perempuan itu berdiri. Kali ini kedua belah tangannya menutupi mukanya. Tangisnya melebur dalam jari-jemarinya.
"TUHAN, AKU SUDAH LELAAAAH!" teriaknya kepada alam sore itu. Kini raut mukanya menunjukkan kemarahan, keletihan, kebimbangan, semua rasa yang saling beradu dalam jiwa ragany
"Aku sudah teramat lelah. Tolong hilangkan saja semua rasaku, Tuhan," isaknya yang kini kian menjadi.
Gaung suaranya memantul dari penjuru alam.
Angin tetap berhembus lembut. Seolah ingin mendamaikan hati perempuan itu.
Jurang tempatnya berdiri masih di sana. Siap untuk dijadikan tempat terakhir bagi siapa saja yang ingin mengakhiri segalanya.
Perempuan itu beranjak menjauhi jurang. Menatap semburat mentari yang kian terbenam. Ia melangkahkan kakinya menjauhi jurang itu.
Perempuan itu..aku.
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
1:23:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, May 08, 2006 |
|
Catatan di hujan
|
De ja vu' lagi...
Kenapa aku? lama-lama ini menjadi sebuah rutinitas kehidupan cintaku. Saat aku mulai nyaman dengannya, sesuatu terjadi.
Kenapa dia? dari sejuta lebih hembusan nafas di dunia ini, haruskah selalu nafasnya yang selalu lebih banyak mengisi relung hatiku.
Kenapa kita? dari jutaan nyawa di dunia fana ini, kenapa harus aku dan dia yang tak saling menyapa?
Aku tak bisa lagi menjalani ini. Bilang aku pengecut, seorang yang pengalah, atau apalah sesukamu. Tapi terimakasih. Aku tak perlu lagi untuk menyerahkan jantungku, hatiku bahkan hidupku ke tangan orang lain.
Kenapa aku yang benci pada hujan malam ini?
Gemericiknya yang tiada henti menyenandungkan nada-nada memori lama
Malam ini, hujan
Ingin kudekap rintiknya yang bertetesan membasahi dunia
Kukejar jejakmu di lembabnya angin malam bersama maaf yang tertinggal
Parau suaraku memanggil namamu yang hilang tertelan kerasnya nyanyian hujan
Malam ini, hujan
saat kupeluk sisa-sisa rintiknya
ia mengering
meninggalkanku dengan ingin yang sangat
untuk hujan membawanya kembali buatku lagi |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:01:00 PM
|
|
|
|
|
|
Sunday, May 07, 2006 |
|
Saat itu
|
Pergi
..memenuhi janji untuk musnah darinya
Bila puing-puingku tlah terurai menjadi debu dan tak terbudakkan rasa lagi
Bila ku tlah berhenti mencari jawaban dan membiarkanmu lewat dari hidup seorang ria
Saat itu akan ada
..saat kutak lagi rasakan darahku beku di sela-sela kecewaku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:43:00 AM
|
|
|
|
|
|
Friday, May 05, 2006 |
|
Bayangmu di aku
|
Musim belum berganti tapi daun-daun berguguran, ikut menunaikan kewajibannya merasakan gemuruh di hatiku.
Gemuruh di hatiku kembali terdengar, sekian lama melarutkan diri dalam kesunyian hati. Kini kembali menyuarakan apa yang teredam lama.
Kesunyian hati terusung di paling dalam, tak berani menyuarakan sedikitpun kata hati. Takut, kalbu akan remuk mendengarnya.
Dan tadi..semuanya porak-poranda habis memakan semua janji untuk tetap dalam keheningan. Tadi terlalu ramai untuk dibiarkan tak bersuara. Tadi terlalu indah untuk dibiarkan tak terlukis. Tadi terlalu merdu untuk dibiarkan tak bersenandung.
Tapi tadi..aku membiarkannya tanpa sempat.
Bahkan untuk membekukan waktu. .. untuk meleburkan bayangmu di aku. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:45:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, May 01, 2006 |
|
?
|
Begitu banyak inginku
Pena ini memburu menuju kering
Cepat! Tinggalkan! Sekarang!
Hatiku menderu mengejar..
Aku harus cepat meninggalkan keinginanku padanya
sebelum ia mencabikku menjadi manusia tanpa rasa
(boleh, aku beristirahat sejenak. Sampai senja membawa lelakiku kembali?)
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:01:00 AM
|
|
|
|
|
|
|