| |
|
Thursday, August 24, 2006 |
|
"MENINGGAL.....ASYIIIIIKK!"
|
Dulu, ada seorang alumni ESQ yang berpulang. Saat Pak Ary Ginanjar melayat, sang istri almarhum yang lagi duduk di dekat jenazah hanya berkata:
"Pak Ary, benar kata Bapak. Semua yang ada di dunia ini akan kembali ke Sang Pencipta."
Sang istri sama sekali TIDAK menitikkan airmata, seraya berkata kepada jenazah, "Bapak, selamat jalan. Bapak jangan kuatir, ibu akan menjaga anak-anak kita."
Yang ada pas diceritain begitu, kita para peserta training langsung bersimbah airmata.
Lalu, kita diajarin untuk mengepalkan tangan kanan kita ke atas dan menariknya ke bawah sambil sama-sama berteriak:
"MENINGGAL.....ASYIIIKK!"
Waaah, asli satu ruangan langsung terdiam bengong, dan tidak ada yang sampe hati mengikuti, hehe. Malah dalam pikiran kita nich, Bapak Trainer udah gila.
Kemudian, trainer kita menjelaskan, "Pak, bu..jangan bayangkan seramnya neraka yang menanti kita. Tapi BETAPA indahnya surga yang disediakan Allah untuk kita.
Ingat, rasa bahagia saat kita mendapat pekerjaan baru? Atau menikah dan mendapat anak? Kalikan rasa bahagia itu dengan sejuta dikalikan lagi dengan sejuta dikalikan lagi dengan sejuta dikalikan lagi dengan sejuta..
itulah KEBAHAGIAAN yang yang akan menanti kita di surga. Betapa ALLAH SWT akan menyambut kita dengan tersenyum."
Lalu kita kembali mengepalkan tangan kanan kita ke atas dan menariknya kembali ke bawah, sambil sama-sama berteriak:
"MENINGGAL.....ASYIIIIKK!"
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
1:43:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, August 22, 2006 |
|
Jangan berhenti niup balon, yaaa..
|
Selamat pagi... Semoga hari ini tambah semangat ya, abis libur panjang :-) Yaya mau sharing sedikit cerita nich (semoga menjadi inspirasi buat kita semua). Dari training ESQ yg pernah Yaya ikutin ada 1 permainan, permainannya cepet-cepetan lomba niup balon trus dilempar trus ditiup lg sampe siapa yg duluan nyampe garis finish baru permainan berakhir. Yg menang dapet piala. Dan..peserta gak blh berhenti meniup sampe panitia meniup peluit. Keliatannya maen2 yaa? sebenarnya susah lho, apalagi balonnya gak selalu terbang ke depan. Bahkan ada yg terbangnya ke belakang :-) Permainan niup balon sama aja sama apa yg kita semua kerjakan sehari-hari (bekerja, buat bundas: ngurus anak, rumah nyambi kerja dari rumah, dll). Sama kayak niup balon, balonnya gak selalu terbang ke depan kan? Begitu jg dengan apa yg kita kerjakan. Buat Yaya yg kerjaannya bikin blog, gak selamanya gampang, kadang internetnya matilah, ada client yg pengen ganti ini itu (*berusaha sabar). Kl buat para bunda pasti lbh berat lagi, sambil jaga anak (yg gak selamanya manut) ditambah hrs jualan jg lwt internet kaan (*lirik2 Kak Nadia). Tapi kenapa donk peserta game tetep niup balon (biarpun udah jelas pemenangnya udah ada?). Karena, kan peraturannya: peserta hrs tetap meniup balon sampe panitia meniup peluit ;) Sama kan sama kita kenapa kita tetap jualan jilbab misalnya, padahal kemaren cuman laku 2 umpamanya? Atau kenapa kita tetap pergi ngantor padahal kita tetep gak bisa naik jabatan? Atau bahkan gajinya gak bisa naik? Karena, biarpun gak ada peraturan tertulis.. kita udah tau, kl kita harus balik modal misalnya. Atau bunda udah menargetkan hari ini harus kejual lebih banyak dari yg kemaren. Atau bunda berniat utk menyebarkan hidayah dengan jilbab yg bunda jual (Subhanallaah). Buat yang ngantor, sadar kalo uang makannya sehari-hari bergantung sama pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Piala itu cuman simbol kok, sama dengan kepuasan yg kita rasain pas megang uang hasil penjualan (hehe..). Atau seperti yg bunda Ina sharing kemaren, perasaan senang yg tak tergambarkan pas ngeliat ada yg make jilbabnya bunda Ina. Waah td janjinya cuma sedikit yaa ceritanya, hihi jd banyak. Jadi. Jangan berhenti meniup balon yaaa :) |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:01:00 AM
|
|
|
|
|
|
Sunday, August 13, 2006 |
|
Syukur
|
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari
dan bulan apabila mengiringinya
dan siang apabila menampakkannya
dan malam apabila menutupinya
dan langit serta pembinaannya
dan bumi serta penghamparannya
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaan-Nya)
Quran Surat As-Syam
Saya jatuh cinta sama surat cinta Allah yang ini. MasyaAllah, berapa lama waktu yang terbuang saat dulu saya belum mengenal Surat ini.
Perkenalan saya dengan Surat cinta Allah yang ini berawal di hari pertama saat saya mengikuti ESQ hampir sebulan yang lalu. Pertamanya saya kurang begitu paham kalau yang diucapkan berulang kali oleh Trainer saya itu adalah Ayat Quran.
Subhanallaah, ayat ini begitu indah sampai saya kehabisan kata untuk menjelaskan dimana letak keindahannya.
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah yang menciptakan matahari dan memerintahkan matahari untuk bersinar. Allah jugalah yang menciptakan bulan di malam hati, dan memintanya untuk menerangi malam.
Juga langit dan bumi beserta segala isinya itu semua Allah yang menciptakan dalam hitungan detik.
Lalu kenapa kita sebagai manusia masih suka mengeluh? Jujur, saya sendiri dulu suka sekali mengeluh saat mentari bersinar dengan teriknya.
"Duh, panas banget sih." Tanpa saya sadar kalau keluhan saya sebenarnya berarti saya mencela bikinan Allah. Astagfirullaah..
Kita tidak dapat membayangkan, nanti di alam setelah kita dibangkitkan dari kubur.. matahari jaraknya hanya sejengkal di atas kepala kita.
Ya Allah, maaf saya tidak dapat menjelaskannya. Saya malu, selama ini sering sekali saya meng-complain ciptaan Allah.
Dengan ayat ini saya belajar untuk lebih bisa mensyukuri setiap ciptaan-Nya. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
1:54:00 PM
|
|
|
|
|
|
Friday, August 04, 2006 |
|
Membaca surat cinta
|
Saudaraku, masih inget nggak waktu pertama kali dapet surat cinta?
Wuiiih rasanya gado-gado donk pastinya. Seneng, deg-degan, penuh eforia deh pokoknya :-)
Pasti dibaca berulang kali, sampe apal sampe titik komanya. Ada yang sampe dilaminating mungkin? buat kenang-kenangan untuk ditunjukin sama anak cucunya? hehehe.. Atau dibawa tidur?
Bahkan ada yang sebelum kuliah atau kerja, baca surat cinta dulu. "Biar semangat gitu, Ya."
By the way, emang surat cintanya bisa ngasih petunjuk ya?
Duh, si Yaya nanyanya aneh-aneh aja ya ;-) Ya enggaklaaah, lah cuman secarik kertas. Yang nulis juga sesama manusia.
"Emang, ada yang surat cinta yang bisa kasih petunjuk Ya?"
Saudaraku... coba deh liat di lemari di rumah masing-masing. Di lemari paling atas biasanya apa yang ditaruh?
Kalau di lemari paling atas biasanya kita suka naruh Al Quran kan? Kalau mamaku paling marah kalau naruh Quran di bawah.
Biasanya, kalo jatuh, Qurannya kita ambil, kita cium, trus ditaruh lagi deh di atas lemari.
Astagfirullaah, padahal Quran itu bukti cintanya Allah buat kita lho.
Bayangin, kita dapet surat cinta dari sesama manusia aja senengnya bukan main. Hanya dengan membaca rangkaian abjad yang menjadi kalimat kita sudah berbunga-bunga.
Apalagi dari Allah, Subhanallaah, begitu cintanya Allah sama kita sampai mempersembahkan 114 Surat buat kita.
Dan apa yang telah kita lakukan? Kita lebih baik menghabiskan setiap malam dengan membaca majalah, koran atau yang lainnya.
"Ah nanti ajalah, kalo malam Jumat baca Yasin."
"Kalau ngelayat baru Yasinan."
Astagfirullaah..
Padahal di dalam setiap kalimat yang Allah tuliskan untuk kita, mengandung begitu banyak cinta. Dan kita mengabaikan cinta Allah begitu saja!
Saudaraku, coba tanyakan sama hati kita, sudahkah kita membaca surat cinta Allah untuk kita? |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:50:00 PM
|
|
|
|
|
|
|