Friday, May 30, 2008

Aku dan waktu

Mulutku membuka, siap untuk mengatakannya. Untuk kesekian kalinya aku mencoba mengeluarkan rasaku padanya.

Tatapannya kian membungkamkanku, ia seperti berkata "sudahlah, biarkan kita seperti kita sekarang."

Kembali aku bisu. Dan waktu terus berjalan cepat tanpa henti. Begitu banyak yang pergi, berubah.

Pernah..
"itu untuk kamu.."

"Buat apa?" tanyanya.


Sayang urung terucap dari bibirku. Kembali pertanda itu terberi tanpa makna.Dan waktu kembali melaju kencang. Aku masih memberinya (waktu).

Aku atau waktu yang harus meninggalkannya?

5 comments:

Fitra Irawan said...

hiks :( jadi gimana donk?

mikochin said...

makasih, mbak, dah mampir ke blog sayah...



kisah cinta pribadi, tuh??

Pritha Khalida said...

Oh woow...ngasih waktu sama siapa nih, Bu?? ;)

purwa said...

tak akan ada satu pun yang akan meninggalkannya... ;)


dhie
http://jendelahati.net

Yulia Astuti said...

jeng, kok kayanya jadi mellow? hehe
btw, gimana sih caranya ngubungin dirimu? aku sering telp ke no-mu tapi kok suka gak diangkat ya? maaf tempo hari aku kelupaan kasih vouchernya, jadi merasa bersalah dan ngerasa punya utang nih. next time kalo mo ke moz5 bintaro bilang2 yaaaaaaa