Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Wednesday, February 27, 2008
Menjemput imaji
Rasanya sudah lama tidak menggoreskan pena ini. Beberapa episode hidup terlewatkan begitu saja, tanpa ada catatan tentang mereka.

Kemana perginya luapan kata-kata yang selama ini memenuhi imajiku?

Ketika imaji sudah terganti dengan logika kehidupan..
langkahku tersaruk menapaki ruang-ruang imaji..terhenti sesaat.

Catatan terakhir tentang hujan meninggalkan begitu banyak noktah..
menghalangku untuk menceritakan tentang hidup yang masih ada.

Apa harus selalu menggores pena tentang hidup?

Guratan pena terseok-seok
di atas lembaran..

menjemput imaji yang masih enggan menggantikan logika.

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
4:34:00 PM
|
Monday, February 11, 2008
(Bukan) lelaki hujan
Kenapa ya, setiap hujan..setiap rintik-rintik datang..aku selalu teringat kamu?

Padahal, kita tidak memiliki kenangan dengan hujan. Bahkan, saat kamu pergi juga bumi malah mengering. Tapi hujan malam ini..membuatku teringatmu.

Padahal, kamu sudah nyaman. 1 kata yang belum kumiliki. Kamu itu nyamanku. Kamu pergi bersama nyamanku.

Malam ini hujan..rintik-rintik..
tapi kamu masih tidak ada.

Ini hanya racauanku
tentang kamu..hujan.

Padahal kamu bukan lelaki hujanku

Labels:


reflected by Nahria Medina Marzuki
6:12:00 PM
|
Friday, February 08, 2008
Kisah hujan
Menghapus tulisan kemarin
karena hujan tak lagi dapat menyampaikan pesanku padanya..

Maka kisah hujan, dia dan bintang juga mencapai titik akhir.

Hujan masih deras mengetuk-ngetuk jendela kamarku, tak peduli pena yang telah mengering karena terus menggores kata untuknya.

Hujan masih terus turun..
menungguku memintanya untuk pergi.

Hujan tidak salah..
tak usah cepat mengering
karena pena masih enggan menggores lagi.

reflected by Nahria Medina Marzuki
12:14:00 AM
|