|
| |
|
Monday, February 28, 2005 |
|
Pinangan
|
Satu rasa datang rasuki jiwa
Satu mimpi datang mengunjungi lelap
Satu pinangan menanti untuk ditanyakan |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:57:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Kamu (Part II)
|
Kamu membuatku bertanya kenapa
Kamu menjawab tanyaku
Kamu sumber airmataku
Kamu memicu tawaku
Kamu membuat hariku terasa berwarna
Kamu menggelapkan hariku
Kamu membuka dan menutup tabir raguku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:28:00 PM
|
|
|
|
|
|
Saturday, February 26, 2005 |
|
Sebuah kotak masa lalu
|
Setelah semua cerita hitam di atas putih tertulis setelah semua foto telah tercetak
Kusiap untuk menuliskan tamat di akhir semua cerita menata rapih semua foto dan menutupnya
Tanpa ingin lagi meneruskan cerita itu dan menambah jajaran foto
siap aku menyimpan semuanya dalam sebuah kotak bertuliskan kamu masa laluku
Kini masa laluku terbuka lagi
Setelah lama tertutup
Namun, aku tak ingin lagi melihat ke dalamnya
Biarkan ia selamanya tertutup |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:24:00 PM
|
|
|
|
|
|
Friday, February 25, 2005 |
|
Menjelang pagi
|
Menjelang pagi rasa yang sama kembali masuk menyeruak
Sudut hati itu masih ada, masih sama ditempati
Berjalan telah ribuan detik terlupakan sempat kalau hati telah akui hadirnya
Menjelang pagi rasa itu kembali mempertanyakan hati |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:44:00 AM
|
|
|
|
|
|
Thursday, February 24, 2005 |
|
Curahan hati langit
|
Ini aku... dengarkan aku!
Berteriak langit sore Coba menarik perhatian manusia
Aku tidak jahat hanya ingin membasahi bumi, bumi yang terlalu kering dan panas
Hanya ingin aku membagi kuasaku untuk bumi
Manusia jangan benci aku
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:20:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, February 22, 2005 |
|
She
|
When beauty arrives she comes within her inner
She's not withering in spite of rainings poured hot burned
She doesn't need strong tiles to stand.. for she's the tiles
She's not a flower to spread her fragrance.. as she's the flower
She's a beauty within her inner
Embracing world to name herself in the world
*this is for you |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:26:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Fragile
|
Your fragile inside longing to be found
Wanting times to match your heart to be with your soul
Let your longing healed Let your fragile replaced then... strong arrive |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
8:27:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, February 21, 2005 |
|
Aku....hari ini
|
Bertahan dalam sekapan rasa terikat di sudut sepi tercekik oleh sesal
Aku.... hari ini
Sesal kumerasakan hati ini jatuh ke dalammu
Terserak berantakan andai hanya sempat kupungut sudahlah
Aku.. hari ini |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:11:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Hidup
|
Kupandang sinar bulan lekat-lekas seolah ini terakhir kalinya bulan memancarkan nurnya lagi untuk menerangi malamku
Kantuk mulai menyalami mataku dan lelap terbuaiku
Dalam buaian alam tak sadarku bulanpun berganti
terbitlah surya di timur bumi siap untuk menyinari
Sadarku dari pulas gegas kumenyambut pagi
Hidupku ramai bulan,surya selalu menemani
Kutahu malam bulan akan bernur lagi |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:52:00 AM
|
|
|
|
|
|
Saturday, February 19, 2005 |
|
Hadirnya kau
|
Hadirnya kau saat ingin kumemisahkan jiwa dari raga
Kau hadir membuatku membuang semua kenangan tentangnya
Kau hadir di saat aku ingin berbagi
Kau hadir untuk melebur airmata sedihku menghadirkan kembali senyum di bibirku
Kau hadir mewarnai hidupku yang hitam
Hadirnya kau membuatku percaya cinta kembali
*terinspirasi film -tentang dia- |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:20:00 PM
|
|
|
|
|
|
Thursday, February 17, 2005 |
|
Langit tadi
|
Satu bintangpun tak ada yang sudi bermain-main dengan langit
Langit gelap ...hitam
Angin berhembus pelan tapi cukup mendinginkan dunia
Gelegar petir memekakkan kuping kejar-kejaran di langit
Curah hujan akhirnya turun
...ah...langit kau lagi sedih..ya.. kenapa menangis
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:09:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Mungkinkah
|
Asaku timbul kembali setelah sekian lama hilang
Rasaku kembali cair setelah lama ditinggalkan beku mendingin
Senandung kembali terdengar setelah lama bait-bait lagu tak terdengar
Mungkinkah aku telah jatuh cinta kepadamu |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:25:00 PM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, February 16, 2005 |
|
Dirimu
|
Hampiri aku saat sepi menemani
Bicara denganku saat bisu di udara
Peluk tubuhku saat dingin terasa
Di sampingku saat aku butuh
Itu kau dengan semua didirimu
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:39:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Jangan
|
Senyum bersembunyi di balik murung
Cabang-cabang pikiran tenggelam dalam risau
Aku gundah aku lelah
Jangan lagi samakan aku dengan dia |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:21:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Tomorrow
|
When the sun shines again tomorrow
Will you still be gone
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
2:21:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, February 15, 2005 |
|
Sekali saja
|
Aku ingin memandangnya sekali saja tanpa usah berpaling saat ia memandangku mempertemukan penglihatan kita harapku juga hati kita
Aku ingin menebar perbincangan dengannya sekali saja tanpa perlu mencari kalimat-kalimat istimewa
Aku ingin menggenggam tangannya sekali saja merasakan hangat genggamnya tanpa perlu melepasnya kembali
Sekali saja
dia untukku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:42:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Luka
|
Rindu menusuk tajam menembus jiwa
Aku membencinya biarkan jiwaku luka
biarkan lukaku tetap menjadi luka |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:21:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Lelaki
|
Seorang lelaki angkuh memandang
Saat cinta balik memandang
akankah lelaki itu meluruhkan angkuhnya |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:47:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Waiting
|
There he was quiet still
I was here waiting
Silence went by killing me
Only prayers......
ask me....
be mine please... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:43:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Perempuan
|
Saat satu hati tergulung rindu rasapun ikut terbungkus erat oleh kenangan
Rindu menggulung kencang tak mau lepas sampai hati sesak dan nafas tak kuasa terhembus
Bungkusan kenangan rapat tak ingin terbuka
Seorang perempuan datang
melegakan nafas melepas rindu
dan membuka kenangan |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:37:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, February 14, 2005 |
|
What to say
|
Trying to make a poem about him
Along the way I stumbled
What to say
about someone
who made me smile who made me shed tears who made me angry who made me miss him that much who made me want to be by his side who made me fall in love with him
What to say
about someone who made you feel thousand feelings inside you |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:03:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Atas nama cinta
|
Aku melepaskanmu untuk memilihnya
Atas nama cinta akupun tersenyum saat kau pergi
Juga atas nama cinta aku berhenti mengingatmu |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
12:11:00 PM
|
|
|
|
|
|
Saturday, February 12, 2005 |
|
Semua karena cinta?
|
Semua karena cinta
karena cinta jugakah saat cinta pergi
karena cintakah saat cinta berhenti mencintai
karena cintakah saat cinta menyakiti
karena cintakah saat cinta berpaling
karena cintakah saat cinta mendua
karena cintakah saat cinta menangis
karena cintakah saat cinta sakit
Semua karena cintakah |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
2:21:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Ngomongin cinta yuuuk...
|
Jam 23.32 tadi malam pas Yaya udah siap-siap berlayar ke pulau mimpi, handphoneku bunyi menandakan ada SMS masuk. Isinya: Ya, bagaimana dan bilamana mencintai itu disebut egois dan jahat? Daleeeem yaaa pertanyaannya :) Seseorang pernah berkata ke aku, cinta itu sebenarnya gak egois juga gak jahat. Kalopun ada yang mengalami yang sebaliknya, orangnyalah yang membuat cinta itu jadi jahat atau egois. Bingung ya? Gini lho...menurutku sendiri: mencintai itu egois bila kita mencintai seseorang hanya demi kepentingan hati kita sendiri. Kita gak peduli ada yang dikorbankan demi cinta kita dengan orang lain. Yang penting kita bisa mencintai orang itu dan orang itu juga mencintai kita. Itu mencintai yang egois. Dan mencintai itu jahat bila dalam mencintai seseorang kita memaksakan apa mau kita dalam hubungan itu, tanpa memikirkan apa yang pasangan kita inginkan. Sepertinya sich hal yang kecil, tapi menurutku itu mencintai yang jahat. Adakah yang punya pendapat lain? Monggo lho...diutarakan. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:15:00 AM
|
|
|
|
|
|
Friday, February 11, 2005 |
|
Kau dan Dia
|
Kau mengingatkanku akan dia aku merasakan de ja vu' ketika kau hadir pertama kalinya
Kau dan dia hadir hanya untuk sesaat dan pergi lagi
Seperti dia kau membuatku kembali ke masa indah hanya untuk membawaku kembali dalam bimbang
Haruskah aku memegangmu erat karena tak dapat merengkuhnya dulu
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:45:00 AM
|
|
|
|
|
|
Thursday, February 10, 2005 |
|
Allah...tolong aku ya..
|
Allah..
masih ingatkah kau
akan doaku hampir setahun yang lalu
Aku berterima kasih
untuk mata yang kering
tanpa air
saat yang tercinta
mencintai yang lain
juga untuk kekuatan yang Allah berikan
aku tetap dapat menjaga hati ini
untuk tidak jatuh
dan pecah
Aku meminta kepada Allah
untuk dapat melepaskannya
pergi
dan membiarkan aku
tetap hidup
Allah...
sulit sekali
Airmataku tetap tumpah
hatikupun tak utuh lagi
dan melepaskannya masih
enggan aku lakukan
Allah....tolong aku ya...
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:30:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Setelah perpisahan itu
|
Setelah perpisahan itu
tidak ada yang berubah
aku tetap aku
dengan jiwa tegarku
dan kau masih kau
dengan panggilanmu
sekarang
Setelah perpisahan itu
hari masih berputar
siang berganti malam
matahari bulan
datang dan pergi
kau dan aku
masih saling menyapa
dengan jarak seluas lautan
Setelah perpisahan itu
tak ada lagi yang tersisa
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:10:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
More Whys to You
|
I'm here again
come to you
wanting to know
have you got
the answers
for my whys
and now my why is
why
you remain in my heart
after all those times
after our fightings
after our moment of avoiding each other
after we've been through so many denials
after your "I don't"
Now
my why is
why you're so quiet
watching me
trying to fake my own feeling
Why
I just can't even move on
without looking back
once
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:07:00 AM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, February 09, 2005 |
|
Inside my head..tonight
|
Six months ago I said to myself, "Ok, this is it...this is the time to not turn back". Six months later I ask myself, "can I turn back just for once?" I know if I turn back, even just once, I can never get back again. Sometimes, I just want to put all my ratio away and listen to my heart. But if I follow my ratio, I will always regret it. Then, again...if I follow my heart...the whole world will laugh at me. And, I'll be the only person to blame. Months have passed me by, and I think I'm over that thought. No more will I ever think like that again. But Why.... tonight the thought is coming back to me? |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:41:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Cuman mau nanya aja
|
Emang salah ya kalo aku masih merasakan perasaan yang sama dengan 6 bulan yang lalu? Salah kalo aku masih gak bisa menatap matanya waktu kita ngobrol? Salah kalo aku masih pengen deket sama dia? Salah kalo masih sebel tiap kali dia bawa 'dia' ketemu aku? Salah kalo aku masih berharap? Salah kalo aku masih peduli? Salah kalo aku masih kangen sama dia? Salah kalo tiap hari aku berharap melihat senyumnya ke aku lagi?
Yaya dapet salam dari Ada Band... katanya.....Manusia Bodoh....
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:09:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, February 08, 2005 |
|
Hanya Ingin
|
Aku
hanya ingin lepas
darimu
Aku
hanya ingin
tidak memikirkanmu
Aku
hanya ingin
tidak peduli lagi
Hanya ingin....
cuman itu
tidak lebih
Hanya
selalu kenapa kamu
ada dan selalu ada
dan aku tidak pernah bisa
menganggapmu telah hilang
Kamu selalu ada
di setiap langkahku
kamu selalu mengikuti
Aku hanya ingin
lepas darimu
tanpa merasa kehilangan
tanpa terbebani
tanpa rasa apapun juga
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:26:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Dia...
|
Dekat denganmu tadi
merasakan tatapanmmu
alampun mengerti
dan membiru cerah
memayungi aku dan kau
yang bersama tadi
Dia
membuat aku tersenyum kembali
Dia
mengembalikan kepercayaanku
Dia
memulihkan harapku lagi
Dia
membirukan langitku
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:13:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, February 07, 2005 |
|
...tapi kenapa
|
Dia datang
hanya untuk
menyisakan sebuah rasa
tapi kenapa
aku ingin masih ada dia
Datangnya
tanpa kata
langsung membawa pergi
semua harapanku
tapi kenapa
tetap aku menunggunya
untuk kembali lagi
Dia datang
hanya untuk sesaat
terkadang hanya tuk
menguraikan ikatan hatiku
kembali
tapi kenapa
aku masih berharap
dia datang
Tapi kenapa....
aku masih
ingin dia
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:31:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Pertanyaan untuk Cinta lagi...
|
Cinta....aku kembali lagi
dengan tanyaku yang sama dulu
belum sempat kau jawab
hingga kupergi lagi
Tanyaku masih sama
dimulai dengan kata kenapa
kau datang
secepat perginya kau
Tanyaku masih berlanjut
dengan kata kapan
kau datang
dan beristirahat selamanya
di hatiku
Kali ini
aku takkan pergi
sebelum kau jawab
dua tanyaku itu
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:04:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Never Been Asked
|
Me: can I ask you a question? Him: shoot...go ahead. Me: mmmm,on second thought..never mind. Him: why? Me: it's okay, I'll save it for later. Him: why? why must later? why not now? Me: I'll save it for the right moment :) Him: hmmmm...well, up to you then. Me: hehehehe.. ================================= Guess what? The question never been asked, and he never asked again. Why can't I just ask? am I that scared of the answer? or can't I just accept the answer? Tonight I really want to ask that question again. But maybe it's too late. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:37:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
When Virtuals aren't that Virtuals anymore
|
Surprise surpise..Izqa willingly sat on my lap for a few minutes until Linda and the group (read: I don't know their names, sorry) came. And at 1 o'clock Mas Luigi came with his beautiful wife and their children. There were also mbak De (for mbak De, can I borrow Rafa?),Tiwi, mas Andi, Rara and Kidy (for Rara, when is your turn Ra? Kidy is already good at holding a baby...hehehehe...) I can't say much more, just feeling really great finally meeting my blogger family face to face. And thank you mbak Astri for the souvenir :) ----------------------------------------------------------------- WHEN A PICTURE SPEAKS MORE THAN THOUSAND WORDS....(Thanks you Mbak Rieke for the photos) Sit:
Stand:
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:20:00 AM
|
|
|
|
|
|
Saturday, February 05, 2005 |
|
Untuk seseorang yang pernah hadir
|
Terimakasih untuk hadirmu
kemarin
saat aku membutuhkan seseorang
kamu ada
untukku
Terimakasih untuk sapamu
setiap hari
saat aku di dekatmu
kamu selalu
melindungiku
Terimakasih untuk hari itu
kau menemaniku
dan kita saling mencurahkan hati
Terimakasih untuk tatapanmu
malam itu
walau kita tak mampu
mengucapkan kata sayang
Terimakasih untuk ucapan pedulimu
ke aku
Terimakasih untuk tetap tersenyum
buatku hari ini
Terimakasih
Untuk seseorang
yang pernah hadir
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:35:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Your Smile
|
There are times
someone knows
that it is time
to let go
This is
the time
Time for me
to let go
all the sweet memories
of you
Seeing you smile
today
assuring me
today is the day
for me
to just remember
your smile
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:22:00 PM
|
|
|
|
|
|
Friday, February 04, 2005 |
|
Facing LiFe
|
Closed my eyes
resting my eyes
wishing to regain my soul again
Waking up
feeling inside out
hearing my soul
crying her heart
out loud
Regaining my soul
to be better
is why I keep waking up
facing life
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:09:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Finding Myself
|
I got lost
somewhere
as seeking
finding you
I can't find you
till now
Perhaps I need
to find myself first
before
finding you
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
2:59:00 PM
|
|
|
|
|
|
Thursday, February 03, 2005 |
|
Teman Jiwa
|
Jelajahi maya
tinggalkan goresan-goresan kenangan
berharap
temukan
teman jiwa yang sepi ini
Sepi jiwa
ingin ditemani
Kucari
sampai kutemukan
jiwamu
ps: untuk seorang teman
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:32:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Sebuah Jawaban
|
Kubuka kembali puisi
yang kau jalin
dulu untukku
Ku mencari
sebuah jawaban
Kubaca bait demi bait
puisi yang penuh arti itu
dulu
Hati kembali bertanya
arti puisi itu
adakah masih
Bait terakhir tlah selesai
kubaca
Sebuah jawaban
tlah kudapat
Jawabnya
kini aku yakin
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:14:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Pertemuan
|
Pisah kau katakan
dulu
akupun mengiyakan
Maafpun tak terucap
darimu
akupun tak memintanya
Saat hari bahagiamupun
akupun bahagia
Bahagia
karena kitapun berpisah
Aku tidak membenci
perpisahan
Aku hanya
benci pertemuan
denganmu kembali
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:27:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Cinta...cukup untuk cinta
|
Cinta tidak perlu
dipilih
menyebabkan yang tak terpilih
menyebarkan air di sekujur mukanya
juga bertanya
kenapa tak memilihku
Cinta tak perlu
mempertanyakan
meninggalkan tanda tanya
tak terjawab
Cinta tak perlu
air mata
sebelum merasakan
indahnya
Cinta tak perlu
berlembar-lembar teori
menguras pikiran
untuk mengertinya
Cinta cukup untuk cinta
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:26:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Aura Romantisku
|
Matamu terpejam
pulas
bermain di negeri mimpimu
bibirmupun menguntai senyum
waktu kupanggil namamu
Saat aku di dekatmu
menciummu mesra
kurasakan kehangatan
halusnya pipimu
Aura romantisku
kembali
karena seorang Ayya
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:07:00 PM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, February 02, 2005 |
|
Thought
|
I was wandering
with my own thought
When your warm heart
filled mine
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:30:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Moon, Stars, and Sky
|
Moon shone brightly
the stars lighted glowingly
they blanketed the sky
While
witnessing our love
came to the final edge
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:18:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
First Time
|
First time entering my first class, felt like bungee jumping. First time giving my first lesson in the class, felt like taking a bath with sweats. First time scolding my students, regrets showered my heart. First time hearing my students called me Miss, proud feeling came to my soul. First time giving a lesson without a lesson plan, felt like wanting to bang my head. First time preparing my lesson plan, stomachaches came to me. First time grading my students' works, the feeling "am I giving the right grade" played in my mind. First time writing the word 'PASSED' in my students' report card, I finally realized I'm a real teacher.
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:06:00 AM
|
|
|
|
|
|
|
January
|
This morning before I start my routine every Wednesday morning (going to ILP, to attend Teaching Training Course), I'm listening to Glenn's song (Januari). Well, I know it's already February...but this is my favorite song ever. The lyric is very touching, very mellow, every time I listen to Januari, I feel so peaceful (maybe for some people, this is the wrong song to listen if you want to feel peaceful). But, I turn to this song whenever I feel weary. Januari, like my birth month, left so many memories for me, especially this year. This January my fourth niece had born, a day before my birthday. In this January too my birthday fell on the same day with Idul Adha ( the Sacrifice Day for us Moslem). I know eventhough months pass me by, Januari will always be heard in my room. Not that I don't want to move on, but there's a special aura with this song. Anyway.... January has passed me by, now let's welcome February.... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:10:00 AM
|
|
|
|
|
|
|
Memories
|
The memories
come flashing back
I wish I could
catch one of them
For
I could relive it
one more time
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
1:00:00 AM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, February 01, 2005 |
|
Menulis
|
Rajin amat sich posting? ibu yang cantik ini pernah menanyakan pertanyaan ini, sebenarnya gak 1 dua kali pertanyaan ini terlontar. Ibu dosen ini juga pernah menanyakan hal yang sama. Juga semua teman milis sayapun hampir sama dalam berkomentar: Ya, kamu tidur depan komputer ya? Dan jawaban seorang Yaya selalu sama: menulis adalah hidupku (mungkin juga bagi setiap orang). Kalau bagi saya sendiri menulis adalah cara pelepasan rasa di hati, apapun itu, rasa sedih, senang, bersemangat, dan semua yang saya rasakan. Dan mungkin karena saya sering melihat kakak perempuan saya yang bekerja sebagai jurnalis, jadi saya juga ketularan. Setiap manusia pasti tiada hari tanya menulis, entah itu menulis diari, daftar belanja, surat, sampai menulis buat kerjaan. Begitu juga dengan saya. Dari SD sampai sekarangpun saya punya diari sampe 10 buku. Isinyapun bermacam-macam. Dari lirik lagu (oya, mumpung lagi ngomongin lagu, ada yang punya lirik lagunya Sherin, arti sebuah keangkuhan gak?), sampe cerita tentang perasaan. Bahkan waktu kuliahpun, saya senang sekali sama pelajaran writing, biarpun dikasih tugas nulisnya harus dengan penelitian dulu. Dan dari 1 tahun yang lalu, saya mulai menulis puisi. 1 puisi, 2 puisi sampe sekarang Alhamdulillaah sudah lumayan banyak. Seorang Yaya yang tadinya hanya menulis buat kesenangan sendiri, sekarang sudah berani ikutan milis ikut mengemukakan pendapatnya, dan berkembang menjadi punya tempat sendiri untuk menuangkan tulisan-tulisannya. Jadi....Ya.... menulis itu benar-benar merupakan dunia saya. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:02:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
|