Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Monday, February 28, 2005
Pinangan
Satu rasa datang
rasuki jiwa

Satu mimpi datang
mengunjungi lelap

Satu pinangan
menanti
untuk ditanyakan

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:57:00 PM
|
Kamu (Part II)
Kamu
membuatku bertanya
kenapa

Kamu
menjawab
tanyaku

Kamu
sumber
airmataku

Kamu
memicu
tawaku

Kamu
membuat hariku
terasa berwarna

Kamu
menggelapkan
hariku

Kamu
membuka dan menutup
tabir raguku

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:28:00 PM
|
Saturday, February 26, 2005
Sebuah kotak masa lalu
Setelah semua cerita
hitam di atas putih tertulis
setelah semua foto
telah tercetak

Kusiap untuk menuliskan
tamat
di akhir semua cerita
menata rapih semua foto
dan menutupnya

Tanpa ingin lagi
meneruskan cerita itu
dan menambah
jajaran foto

siap aku menyimpan semuanya
dalam sebuah kotak
bertuliskan kamu
masa laluku

Kini
masa laluku terbuka lagi

Setelah lama
tertutup

Namun,
aku tak ingin
lagi melihat
ke dalamnya

Biarkan
ia selamanya tertutup

reflected by Nahria Medina Marzuki
7:24:00 PM
|
Friday, February 25, 2005
Menjelang pagi
Menjelang pagi
rasa yang sama
kembali
masuk menyeruak

Sudut hati itu
masih ada, masih sama
ditempati

Berjalan telah ribuan detik
terlupakan sempat
kalau hati telah akui hadirnya

Menjelang pagi
rasa itu kembali
mempertanyakan hati

reflected by Nahria Medina Marzuki
8:44:00 AM
|
Thursday, February 24, 2005
Curahan hati langit
Ini aku...
dengarkan aku!

Berteriak langit
sore
Coba menarik
perhatian manusia

Aku tidak jahat
hanya ingin
membasahi bumi,
bumi yang terlalu
kering dan panas

Hanya ingin aku
membagi kuasaku
untuk bumi

Manusia
jangan benci aku


reflected by Nahria Medina Marzuki
7:20:00 PM
|
Tuesday, February 22, 2005
She
When beauty arrives
she comes
within her inner

She's not withering
in spite of
rainings poured
hot burned

She doesn't need
strong tiles to stand..
for
she's the tiles

She's not a flower
to spread her fragrance..
as
she's the flower

She's a beauty
within her inner

Embracing world
to name herself
in the world

*this is for you

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:26:00 PM
|
Fragile
Your fragile inside
longing to be found

Wanting times
to match your heart
to be with your soul

Let your longing
healed
Let your fragile
replaced
then...
strong arrive

reflected by Nahria Medina Marzuki
8:27:00 PM
|
Monday, February 21, 2005
Aku....hari ini
Bertahan dalam sekapan rasa
terikat di sudut sepi
tercekik oleh sesal

Aku....
hari ini

Sesal kumerasakan hati ini
jatuh ke dalammu

Terserak berantakan andai
hanya sempat kupungut
sudahlah

Aku..
hari ini

reflected by Nahria Medina Marzuki
7:11:00 PM
|
Hidup
Kupandang sinar bulan
lekat-lekas
seolah ini terakhir kalinya
bulan memancarkan
nurnya lagi
untuk menerangi
malamku

Kantuk mulai menyalami mataku
dan lelap terbuaiku

Dalam buaian alam tak sadarku
bulanpun berganti

terbitlah surya
di timur bumi
siap untuk menyinari

Sadarku dari pulas
gegas kumenyambut pagi

Hidupku ramai
bulan,surya
selalu menemani

Kutahu malam
bulan akan bernur lagi

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:52:00 AM
|
Saturday, February 19, 2005
Hadirnya kau
Hadirnya kau
saat ingin
kumemisahkan jiwa
dari raga

Kau hadir
membuatku
membuang semua kenangan
tentangnya

Kau hadir
di saat aku ingin berbagi

Kau hadir
untuk melebur airmata sedihku
menghadirkan kembali senyum
di bibirku

Kau hadir
mewarnai hidupku
yang hitam

Hadirnya kau
membuatku percaya
cinta kembali


*terinspirasi film -tentang dia-

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:20:00 PM
|
Thursday, February 17, 2005
Langit tadi
Satu bintangpun
tak ada yang sudi bermain-main
dengan langit

Langit gelap
...hitam

Angin berhembus pelan
tapi cukup
mendinginkan dunia

Gelegar petir
memekakkan kuping
kejar-kejaran
di langit

Curah hujan
akhirnya turun

...ah...langit
kau lagi sedih..ya..
kenapa menangis

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:09:00 PM
|
Mungkinkah
Asaku timbul kembali
setelah sekian lama
hilang


Rasaku kembali cair
setelah lama ditinggalkan
beku mendingin

Senandung kembali terdengar
setelah lama
bait-bait lagu tak terdengar

Mungkinkah
aku telah jatuh cinta
kepadamu

reflected by Nahria Medina Marzuki
12:25:00 PM
|
Wednesday, February 16, 2005
Dirimu
Hampiri aku
saat sepi menemani

Bicara denganku
saat bisu di udara

Peluk tubuhku
saat dingin terasa

Di sampingku
saat aku butuh


Itu kau
dengan semua
didirimu


reflected by Nahria Medina Marzuki
9:39:00 PM
|
Jangan
Senyum bersembunyi
di balik murung

Cabang-cabang pikiran
tenggelam dalam risau

Aku gundah
aku lelah

Jangan lagi
samakan aku
dengan dia

reflected by Nahria Medina Marzuki
7:21:00 PM
|
Tomorrow
When the sun shines again
tomorrow

Will you
still be gone

reflected by Nahria Medina Marzuki
2:21:00 PM
|
Tuesday, February 15, 2005
Sekali saja
Aku ingin memandangnya
sekali saja
tanpa usah berpaling saat ia memandangku
mempertemukan penglihatan kita
harapku
juga hati kita

Aku ingin menebar perbincangan dengannya
sekali saja
tanpa perlu mencari kalimat-kalimat
istimewa

Aku ingin menggenggam tangannya
sekali saja
merasakan hangat genggamnya
tanpa perlu
melepasnya kembali

Sekali saja

dia untukku

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:42:00 PM
|
Luka
Rindu menusuk tajam
menembus jiwa

Aku membencinya
biarkan jiwaku luka

biarkan lukaku
tetap menjadi luka

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:21:00 PM
|
Lelaki
Seorang lelaki
angkuh
memandang

Saat cinta balik memandang

akankah lelaki itu
meluruhkan
angkuhnya

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:47:00 PM
|
Waiting
There he was
quiet still

I was here
waiting

Silence went by
killing me

Only prayers......

ask me....

be mine
please...

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:43:00 PM
|
Perempuan
Saat satu hati tergulung rindu
rasapun ikut terbungkus
erat oleh kenangan

Rindu menggulung kencang
tak mau lepas
sampai hati sesak
dan nafas tak kuasa
terhembus

Bungkusan kenangan rapat
tak ingin terbuka

Seorang perempuan
datang

melegakan nafas
melepas rindu

dan membuka kenangan

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:37:00 PM
|
Monday, February 14, 2005
What to say
Trying to make a poem
about him

Along the way
I stumbled

What to say

about someone

who made me smile
who made me shed tears
who made me angry
who made me miss him that much
who made me want to be by his side
who made me fall in love with him

What to say

about someone
who made you feel thousand feelings
inside you

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:03:00 PM
|
Atas nama cinta
Aku melepaskanmu
untuk memilihnya

Atas nama cinta
akupun tersenyum
saat kau pergi

Juga atas nama cinta
aku berhenti mengingatmu

reflected by Nahria Medina Marzuki
12:11:00 PM
|
Saturday, February 12, 2005
Semua karena cinta?
Semua karena cinta

karena cinta jugakah
saat cinta pergi

karena cintakah
saat cinta
berhenti mencintai

karena cintakah
saat cinta
menyakiti

karena cintakah
saat cinta berpaling

karena cintakah
saat cinta mendua

karena cintakah
saat cinta menangis

karena cintakah
saat cinta sakit

Semua karena cintakah

reflected by Nahria Medina Marzuki
2:21:00 PM
|
Ngomongin cinta yuuuk...
Jam 23.32 tadi malam pas Yaya udah siap-siap berlayar ke pulau mimpi, handphoneku bunyi menandakan ada SMS masuk. Isinya:
Ya, bagaimana dan bilamana mencintai itu disebut egois dan jahat?
Daleeeem yaaa pertanyaannya :)
Seseorang pernah berkata ke aku, cinta itu sebenarnya gak egois juga gak jahat. Kalopun ada yang mengalami yang sebaliknya, orangnyalah yang membuat cinta itu jadi jahat atau egois.
Bingung ya?
Gini lho...menurutku sendiri:
mencintai itu egois bila kita mencintai seseorang hanya demi kepentingan hati kita sendiri. Kita gak peduli ada yang dikorbankan demi cinta kita dengan orang lain. Yang penting kita bisa mencintai orang itu dan orang itu juga mencintai kita. Itu mencintai yang egois. Dan mencintai itu jahat bila dalam mencintai seseorang kita memaksakan apa mau kita dalam hubungan itu, tanpa memikirkan apa yang pasangan kita inginkan. Sepertinya sich hal yang kecil, tapi menurutku itu mencintai yang jahat.
Adakah yang punya pendapat lain? Monggo lho...diutarakan.

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:15:00 AM
|
Friday, February 11, 2005
Kau dan Dia
Kau mengingatkanku akan dia
aku merasakan de ja vu'
ketika kau hadir
pertama kalinya

Kau dan dia hadir
hanya untuk sesaat
dan pergi lagi

Seperti dia
kau membuatku
kembali ke masa indah
hanya untuk membawaku
kembali dalam bimbang

Haruskah aku
memegangmu erat
karena tak dapat
merengkuhnya dulu

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:45:00 AM
|
Thursday, February 10, 2005
Allah...tolong aku ya..
Allah..
masih ingatkah kau
akan doaku hampir setahun yang lalu

Aku berterima kasih
untuk mata yang kering
tanpa air
saat yang tercinta
mencintai yang lain

juga untuk kekuatan yang Allah berikan
aku tetap dapat menjaga hati ini
untuk tidak jatuh
dan pecah

Aku meminta kepada Allah
untuk dapat melepaskannya
pergi
dan membiarkan aku
tetap hidup

Allah...
sulit sekali

Airmataku tetap tumpah
hatikupun tak utuh lagi
dan melepaskannya masih
enggan aku lakukan

Allah....tolong aku ya...


reflected by Nahria Medina Marzuki
7:30:00 PM
|
Setelah perpisahan itu
Setelah perpisahan itu
tidak ada yang berubah

aku tetap aku
dengan jiwa tegarku

dan kau masih kau
dengan panggilanmu
sekarang


Setelah perpisahan itu
hari masih berputar

siang berganti malam
matahari bulan
datang dan pergi


kau dan aku
masih saling menyapa
dengan jarak seluas lautan

Setelah perpisahan itu
tak ada lagi yang tersisa





reflected by Nahria Medina Marzuki
7:10:00 PM
|
More Whys to You
I'm here again
come to you
wanting to know

have you got
the answers
for my whys

and now my why is
why
you remain in my heart

after all those times
after our fightings
after our moment of avoiding each other
after we've been through so many denials
after your "I don't"

Now
my why is
why you're so quiet
watching me
trying to fake my own feeling

Why
I just can't even move on
without looking back
once






reflected by Nahria Medina Marzuki
11:07:00 AM
|
Wednesday, February 09, 2005
Inside my head..tonight
Six months ago I said to myself, "Ok, this is it...this is the time to not turn back".
Six months later I ask myself, "can I turn back just for once?"
I know if I turn back, even just once, I can never get back again.
Sometimes, I just want to put all my ratio away and listen to my heart. But if I follow my ratio, I will always regret it. Then, again...if I follow my heart...the whole world will laugh at me. And, I'll be the only person to blame.
Months have passed me by, and I think I'm over that thought. No more will I ever think like that again. But Why....
tonight the thought is coming back to me?

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:41:00 PM
|
Cuman mau nanya aja
Emang salah ya kalo aku masih merasakan perasaan yang sama dengan 6 bulan yang lalu?
Salah kalo aku masih gak bisa menatap matanya waktu kita ngobrol?
Salah kalo aku masih pengen deket sama dia?
Salah kalo masih sebel tiap kali dia bawa 'dia' ketemu aku?
Salah kalo aku masih berharap?
Salah kalo aku masih peduli?
Salah kalo aku masih kangen sama dia?
Salah kalo tiap hari aku berharap melihat senyumnya ke aku lagi?
Yaya dapet salam dari Ada Band...
katanya.....Manusia Bodoh....



reflected by Nahria Medina Marzuki
9:09:00 PM
|
Tuesday, February 08, 2005
Hanya Ingin
Aku
hanya ingin lepas
darimu

Aku
hanya ingin
tidak memikirkanmu

Aku
hanya ingin
tidak peduli lagi


Hanya ingin....
cuman itu
tidak lebih


Hanya
selalu kenapa kamu
ada dan selalu ada

dan aku tidak pernah bisa
menganggapmu telah hilang

Kamu selalu ada
di setiap langkahku
kamu selalu mengikuti

Aku hanya ingin
lepas darimu
tanpa merasa kehilangan
tanpa terbebani
tanpa rasa apapun juga



reflected by Nahria Medina Marzuki
11:26:00 PM
|
Dia...
Dekat denganmu tadi
merasakan tatapanmmu

alampun mengerti
dan membiru cerah
memayungi aku dan kau
yang bersama tadi

Dia
membuat aku tersenyum kembali
Dia
mengembalikan kepercayaanku
Dia
memulihkan harapku lagi
Dia
membirukan langitku






reflected by Nahria Medina Marzuki
10:13:00 PM
|
Monday, February 07, 2005
...tapi kenapa
Dia datang
hanya untuk
menyisakan sebuah rasa

tapi kenapa
aku ingin masih ada dia

Datangnya
tanpa kata
langsung membawa pergi
semua harapanku

tapi kenapa
tetap aku menunggunya
untuk kembali lagi

Dia datang
hanya untuk sesaat
terkadang hanya tuk
menguraikan ikatan hatiku
kembali

tapi kenapa
aku masih berharap
dia datang

Tapi kenapa....
aku masih
ingin dia


reflected by Nahria Medina Marzuki
11:31:00 PM
|
Pertanyaan untuk Cinta lagi...
Cinta....aku kembali lagi
dengan tanyaku yang sama dulu
belum sempat kau jawab
hingga kupergi lagi

Tanyaku masih sama
dimulai dengan kata kenapa
kau datang
secepat perginya kau

Tanyaku masih berlanjut
dengan kata kapan
kau datang
dan beristirahat selamanya
di hatiku

Kali ini
aku takkan pergi
sebelum kau jawab
dua tanyaku itu






reflected by Nahria Medina Marzuki
10:04:00 PM
|
Never Been Asked
Me: can I ask you a question?
Him: shoot...go ahead.
Me: mmmm,on second thought..never mind.
Him: why?
Me: it's okay, I'll save it for later.
Him: why? why must later? why not now?
Me: I'll save it for the right moment :)
Him: hmmmm...well, up to you then.
Me: hehehehe..
=================================
Guess what? The question never been asked, and he never asked again.
Why can't I just ask? am I that scared of the answer? or can't I just accept the answer? Tonight I really want to ask that question again. But maybe it's too late.

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:37:00 PM
|
When Virtuals aren't that Virtuals anymore
On Sunday, February 6, I finally got to meet my virtual blogger family. Before I continue, I must apologize because I'm not very good at reporting an event. Actually I was the first one to come (after mbak Astri, Mas Hendra and of course the cute Deeja). Then comes mbak Erfi and the family with Izqa.
Surprise surpise..Izqa willingly sat on my lap for a few minutes until Linda and the group (read: I don't know their names, sorry) came. And at 1 o'clock Mas Luigi came with his beautiful wife and their children. There were also mbak De (for mbak De, can I borrow Rafa?),Tiwi, mas Andi, Rara and Kidy (for Rara, when is your turn Ra? Kidy is already good at holding a baby...hehehehe...)
I can't say much more, just feeling really great finally meeting my blogger family face to face. And thank you mbak Astri for the souvenir :)
-----------------------------------------------------------------
WHEN A PICTURE SPEAKS MORE THAN THOUSAND WORDS....(Thanks you Mbak Rieke for the photos)
Sit:
Stand:

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:20:00 AM
|
Saturday, February 05, 2005
Untuk seseorang yang pernah hadir
Terimakasih untuk hadirmu
kemarin
saat aku membutuhkan seseorang
kamu ada
untukku

Terimakasih untuk sapamu
setiap hari
saat aku di dekatmu
kamu selalu
melindungiku

Terimakasih untuk hari itu
kau menemaniku
dan kita saling mencurahkan hati

Terimakasih untuk tatapanmu
malam itu
walau kita tak mampu
mengucapkan kata sayang

Terimakasih untuk ucapan pedulimu
ke aku

Terimakasih untuk tetap tersenyum
buatku hari ini

Terimakasih

Untuk seseorang
yang pernah hadir



reflected by Nahria Medina Marzuki
10:35:00 PM
|
Your Smile
There are times
someone knows
that it is time
to let go

This is
the time

Time for me
to let go
all the sweet memories
of you

Seeing you smile
today
assuring me
today is the day

for me
to just remember
your smile



reflected by Nahria Medina Marzuki
10:22:00 PM
|
Friday, February 04, 2005
Facing LiFe
Closed my eyes
resting my eyes
wishing to regain my soul again

Waking up
feeling inside out

hearing my soul
crying her heart
out loud

Regaining my soul
to be better
is why I keep waking up

facing life

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:09:00 PM
|
Finding Myself
I got lost
somewhere
as seeking
finding you

I can't find you
till now

Perhaps I need
to find myself first
before
finding you


reflected by Nahria Medina Marzuki
2:59:00 PM
|
Thursday, February 03, 2005
Teman Jiwa
Jelajahi maya
tinggalkan goresan-goresan kenangan
berharap
temukan
teman jiwa yang sepi ini

Sepi jiwa
ingin ditemani

Kucari
sampai kutemukan
jiwamu


ps: untuk seorang teman





reflected by Nahria Medina Marzuki
10:32:00 PM
|
Sebuah Jawaban
Kubuka kembali puisi
yang kau jalin
dulu untukku

Ku mencari
sebuah jawaban

Kubaca bait demi bait
puisi yang penuh arti itu
dulu

Hati kembali bertanya
arti puisi itu
adakah masih

Bait terakhir tlah selesai
kubaca


Sebuah jawaban
tlah kudapat


Jawabnya
kini aku yakin

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:14:00 PM
|
Pertemuan
Pisah kau katakan
dulu
akupun mengiyakan

Maafpun tak terucap
darimu
akupun tak memintanya

Saat hari bahagiamupun
akupun bahagia

Bahagia
karena kitapun berpisah

Aku tidak membenci
perpisahan

Aku hanya
benci pertemuan
denganmu kembali








reflected by Nahria Medina Marzuki
7:27:00 PM
|
Cinta...cukup untuk cinta
Cinta tidak perlu
dipilih
menyebabkan yang tak terpilih
menyebarkan air di sekujur mukanya
juga bertanya
kenapa tak memilihku

Cinta tak perlu
mempertanyakan
meninggalkan tanda tanya
tak terjawab

Cinta tak perlu
air mata
sebelum merasakan
indahnya

Cinta tak perlu
berlembar-lembar teori
menguras pikiran
untuk mengertinya

Cinta cukup untuk cinta

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:26:00 PM
|
Aura Romantisku
Matamu terpejam
pulas
bermain di negeri mimpimu

bibirmupun menguntai senyum
waktu kupanggil namamu


Saat aku di dekatmu
menciummu mesra
kurasakan kehangatan
halusnya pipimu

Aura romantisku
kembali
karena seorang Ayya




reflected by Nahria Medina Marzuki
5:07:00 PM
|
Wednesday, February 02, 2005
Thought
I was wandering
with my own thought

When your warm heart
filled mine

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:30:00 PM
|
Moon, Stars, and Sky
Moon shone brightly
the stars lighted glowingly
they blanketed the sky



While
witnessing our love
came to the final edge





reflected by Nahria Medina Marzuki
9:18:00 PM
|
First Time
First time entering my first class, felt like bungee jumping.
First time giving my first lesson in the class, felt like taking a bath with sweats.
First time scolding my students, regrets showered my heart.
First time hearing my students called me Miss, proud feeling came to my soul.
First time giving a lesson without a lesson plan, felt like wanting to bang my head.
First time preparing my lesson plan, stomachaches came to me.
First time grading my students' works, the feeling "am I giving the right grade" played in my mind.
First time writing the word 'PASSED' in my students' report card, I finally realized I'm a real teacher.



reflected by Nahria Medina Marzuki
7:06:00 AM
|
January
This morning before I start my routine every Wednesday morning (going to ILP, to attend Teaching Training Course), I'm listening to Glenn's song (Januari). Well, I know it's already February...but this is my favorite song ever.
The lyric is very touching, very mellow, every time I listen to Januari, I feel so peaceful (maybe for some people, this is the wrong song to listen if you want to feel peaceful). But, I turn to this song whenever I feel weary.
Januari, like my birth month, left so many memories for me, especially this year. This January my fourth niece had born, a day before my birthday. In this January too my birthday fell on the same day with Idul Adha ( the Sacrifice Day for us Moslem).
I know eventhough months pass me by, Januari will always be heard in my room. Not that I don't want to move on, but there's a special aura with this song.
Anyway....
January has passed me by, now let's welcome February....

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:10:00 AM
|
Memories
The memories
come flashing back

I wish I could
catch one of them


For
I could relive it
one more time




reflected by Nahria Medina Marzuki
1:00:00 AM
|
Tuesday, February 01, 2005
Menulis
Rajin amat sich posting? ibu yang cantik ini pernah menanyakan pertanyaan ini, sebenarnya gak 1 dua kali pertanyaan ini terlontar. Ibu dosen ini juga pernah menanyakan hal yang sama. Juga semua teman milis sayapun hampir sama dalam berkomentar: Ya, kamu tidur depan komputer ya?
Dan jawaban seorang Yaya selalu sama: menulis adalah hidupku (mungkin juga bagi setiap orang).
Kalau bagi saya sendiri menulis adalah cara pelepasan rasa di hati, apapun itu, rasa sedih, senang, bersemangat, dan semua yang saya rasakan. Dan mungkin karena saya sering melihat kakak perempuan saya yang bekerja sebagai jurnalis, jadi saya juga ketularan.
Setiap manusia pasti tiada hari tanya menulis, entah itu menulis diari, daftar belanja, surat, sampai menulis buat kerjaan. Begitu juga dengan saya. Dari SD sampai sekarangpun saya punya diari sampe 10 buku. Isinyapun bermacam-macam. Dari lirik lagu (oya, mumpung lagi ngomongin lagu, ada yang punya lirik lagunya Sherin, arti sebuah keangkuhan gak?), sampe cerita tentang perasaan. Bahkan waktu kuliahpun, saya senang sekali sama pelajaran writing, biarpun dikasih tugas nulisnya harus dengan penelitian dulu.
Dan dari 1 tahun yang lalu, saya mulai menulis puisi. 1 puisi, 2 puisi sampe sekarang Alhamdulillaah sudah lumayan banyak. Seorang Yaya yang tadinya hanya menulis buat kesenangan sendiri, sekarang sudah berani ikutan milis ikut mengemukakan pendapatnya, dan berkembang menjadi punya tempat sendiri untuk menuangkan tulisan-tulisannya.
Jadi....Ya....
menulis itu benar-benar merupakan dunia saya.

reflected by Nahria Medina Marzuki
7:02:00 PM
|