|
| |
|
Tuesday, November 30, 2004 |
|
Better Job InsyaAllah
|
Ever since my job as a teacher in my currect place is "on a very long vacation", I have to do one thing (the thing that I stopped doing 4 months ago after I got in to my job now), It's time to look for another job. I have to write (type actually) another resume' and CV, and I got to copy all my certificates again, and of course another long waiting for the interview. Hmmmmm......what a bumper....but hey...I try to look at the bright side of it : who knows..InsyaAllah I might land on a better job :) Amiin. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:00:00 PM
|
|
|
|
|
|
Monday, November 29, 2004 |
|
Ada apa dengan Petir?????
|
Semalam nonton malam ekstradisi Penghuni Terakhir (Petir)....soooo controversial sekaliiiii....!! Jadi gini (gaya orang mau cerita) kan minggu lalu bosnya Alex dan pemegang kuci Indri. Naah...ceritanya kan udah 2 mingguan ada 2 kubu di rumah Petir, kubunya Indri (ada alex, Indri, dan pak Asep) dan kubunya Mahdi (dia and Yohan), kalo Juli gak jelas masuk kubu yang mana.
Sekedar info, 2 minggu yang lalu Mahdi dengan arogannya meng-ekstradisi Ernes. Tau sich ini cuman permainan, tapi jelas-jelas Ernes punya andil jadiin Mahdi pemegang kunci. Kok tega banget ya Mahdi ngomong saya tidak minta kalian bantu saya dalam games pemegang kunci..Sebel banget dech nontonnya !! Alhasil, minggu kemarin Mahdi sempet dibetein sama temen-temen Petir. Dan diapun akhirnya mengakui kalo dia melakukan kesalahan.
Balik ke cerita ekstradisi semalam, yang duduk di 3 posisi terbawah ada pak Asep, Juli, dan Mahdi. Nah tibalah saatnya Alex mutusin harus nyelamatin salah satu dari 3. Gak disangka-sangka dan diduga-duga Alex nyelamatin MAHDI...!!! Haaaaaaahh??? kan selama ini Alex dan Mahdi selalu kayak kucing dan anjing.
Kokk???
Kejutan belum berakhir, sekarang giliran Indri nyelamatin yang sisa 2 orang sekaligus meng-ekstradisi sisanya. Kirain (ini pasti perkiraan jutaan orang di luar sana yang nonton) Indri bakal nyelamatin Pak Asep, kan mereka 1 kubu.
Jreng...jreng...jreng........ternyata Indri nyelamatin JULI. Wadoooh, ada apa dengan Petir????? |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:07:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Rintik Hujan
|
Bunyi rintik-rintik hujan
di luar kamarku
tak lagi menggangguku
rintik-rintik itu
tak membawa kesedihan lagi
tlah membersihkan semua keraguanku
kebimbanganku tlah hilang
kudengarkan suara rintik-rintik
seakan alunan lagu yang menghibur
dan tawa alam yang sedang bermain
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:07:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Yaya and printer - getting over my nimo
|
Jam 7 pagi Yaya udah bangun (tumben bangeeet buat seorang Yaya), soalnya hari ini punya jadwal yang harus dijalani. Bukan apa-apa sich, cuman harus ke Snapy ngeprint CV and Resume'. Sebenarnya aku punya printer di rumah, tapi kabel kecilnya ilang..hiks...Stupid banget gak seeeh?? Siap-siap pergi, dan jam 8 udah nyampe di Snapy, tapi.....huaaaaaa...hiks...hiks..udah ada yang ngeprint duluan, terpaksa nunggu.
(manyun) Nyari tempat duduk deket meja ngeprint, 1/2 jam nunggu, gak tahan keluar (sambil sedikit misuh-misuh) nyari warnet langganan lain. Sempet diliatin sich sama petugasnya, tapi karena udah kelewat bete, cuek aja. Lebih dongkol lagi ternyata warnet langganan tercinta masih CLOSED. Hikkkssssssss...balik lagi ke Snapy. Salah sendiri tadi gak nunggu, sekarang udah ada orang lain yang ngantri mau ngeprint. Yaaa, terpaksa nunggu lagi :(
Singkat cerita setelah penantian kurang lebih 1 jam buat ngeprint, akhirnya berhasil juga ngeprint walau lagi-lagi bete soalnya gak bisa ngeprint di atas kertas karton berwarna. Terpaksa di kertas biasa dech. Wallahu Allam deh, biarpun CVnya biasa-biasa aja tadi langsung aja dianterin (rumahnya di Bintaro) juga. Dikit deg-degan siiich takut mau langsung diinterview (huuu...gr banget yaa). Soalnya tadi kostumnya nyantai dan gak matching banget : celana panjang kotak-kotak, atasan kaos lengan panjang merah, jilbab biru dan sandal biru. So not matching kan???
Abis itu langsung ke BP, seperti biasa ke Herolah beli pesenan mama. Sempetin ke Gramed, nyari Cintapuccino. Penasaran sich abis ngeliat sedikit cuplikannya dari blognya Nien. Pas buka hal 13, mau pingsan baca tulisannya "kamu pernah terobsesi dengan seseorang? Yaya bangeeeeettttt......!!!!! This time I finally find My book. Tadinya kirain isinya typical cerita cewek yang can't get over her crush, tapi ternyata beda banget. Intinya sich sama, tapi serasa Ami itu Yaya, yaaaah biarpun sekarang Yayanya gak sama kayak Ami. Kenapa gak sama? soalnya I finally get over my nimo.
Begitulah Yaya hari ini. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
2:52:00 PM
|
|
|
|
|
|
Sunday, November 28, 2004 |
|
TEMPLATE
|
Today I've just realized something is missing in my blog. I don't have the links to my friends' blogs. So, every time I wanna blogwalking I have to type the address manually (so not efficient..). Pardon me, not that I don't want to link my friends' blogs, but (got to admit)..I don't know how and where to put the link code (or whatever its name is) in the template. Well...well...this time Yaya the queen of chatting, the winner of internet-ing for hours, the all time miss mailing lists, has to admit that she has met her match...which is template. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:04:00 PM
|
|
|
|
|
|
Saturday, November 27, 2004 |
|
The FeeLinG HaS GoNe
|
This morning I woke up feeling really incredibly happy, because finally I can get rid of the feeling I have had for this certain someone. This time is for good. A year ago I got to know that someone, and I really really like that guy. I like him so much that I haven't had the courage (until now) to tell him about me liking him, because I'm so afraid he doesn't want to be my friend anymore if he knows. But, that isn't the issue anymore because now the feeling has gone. Thank you GOD. Thank you Allah I finally can get over him. Please don't let me have any feeling for him anymore. Please don't let me fall to anybody anymore. Let the right one comes with his heart, so I can return his heart with mine. Amin... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:16:00 AM
|
|
|
|
|
|
Friday, November 26, 2004 |
|
HappY 3 MonthS AnniverSarY
|
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday dear Yaya's Blogger
Happy birthday to youuuu...
Time really flies, It's been 3 months since I created my dearest blog. At first I just wanted a place where I can write poen, but time went by...and wouldn't I know it, it has become like sort of my diary. All my thoughts, my feelings, they're there typed.
I have a hard times finding the right title for my blog. First, the title was The story of my life, but in times it didn't feel right anymore because there are someone else's story (which I made it into an article or poems) in here. So, I changed it into ..and my love stories continue. I came up with this after having been watched Ordinary People, in its last episode there is the same sentence. And I found that sentence has a deep meaning, that's why I chose it.
Again, that title didn't last long because in here there are more than love stories (thought most of it is about love). Now, I change my blog's title again. Yaya's Reflection seems suitable enough, cos I hope whoever read my blog, that person will feel they are me. I know, the search of finding the right title maybe never end, depends on where my writing going.
Anyway...once again happy birthday dear my blog. Wish you always keep me company whatever I do and wherever I go in my life. Amin.. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:22:00 AM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, November 23, 2004 |
|
Cinta Mama
|
Mama
waktu aku belum bisa jalan
mama rela menggendongku berjam-jam
dan tetap menuntunku
waktu kumulai belajar jalan
Ijinkanlah aku kini
menuntunmu
saat kaki mama mulai tertatih-tatih berjalan
dan mata mama mulai rabun
dimakan waktu
Mama
waktu aku belum bisa makan sendiri
mama rela menyuapiku sendok demi sendok
Bolehkah aku kini
ganti menyuapimu
saat tangan mama mulai rematik dan kaku
dengan bergantinya tahun
Mama
dulu aku begitu senang
bermain air
sewaktu mama memandikanku
Restui aku
bila kini aku ganti
memandikanmu
ketika tubuh mama hampir tak kuasa berdiri sendiri
Mama
cinta mama menjagaku dari kecil
hingga kumampu berdiri sendiri
Mama
kini biarkan aku membalas
cintamu
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:02:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Langit Di LoSaRi
|
100 kata kayaknya gak cukup dech untuk nyeritain pengalaman Yaya di Makassar.Pfuuuuuiiiiihhh....akhirnya jadi juga kita pergi dan pulang dengan selamat . Gak seperti tahun lalu, kita (Yaya dan nyokap bokap) ke Makassarnya setelah Lebaran.
Tanggal 19 November kita pergi naik Garuda yang jam 1 siang, sampe di sana udah jam 3 sore. Langsung check in ke Hotel Sahid, nyegerin badan dulu (mandi) dan sholat maghrib, baru dech langsung cao pake taxi ke Jl. Jipang Raya 34 rumahnya adeknya bokap. Ceritanya kita langsung mau silaturahmi sama keluarganya bokap sambil makan-makan. Yaya yang tadinya udah bersikukuh gak mau lagi ikutan makan gule (gila aja, 4 hari makannya gule dan ketupat...eneeeeeeggg...), sampe sana ngeliat sepupu2 pada asyik makan, akhirnya ikutan juga.
Sedikit cerita tentang Jl. Jipang Raya, supir-supir taksi gak ada yang berani mau nganter kalo ada yang mau ke daerah situ. Soalnya dulu semua penghuni (sebelah rumah adek bokap) dibunuh. Dan tiap ada tukang sayur dan tukang-tukang lainnya lewat situ pasti mereka denger ada yang manggil-manggil. Hiiiiii.....
Dari malam itu udah janjian sama kakak sepupu (kak Ning) mau jalan-jalan ke Losari ngeliat sunset. Dari rumah kakak bokap pulang ke hotel tiduuuurrr.
Besok paginya bokap langsung ke Palopo untuk ngejemput nenek yang lagi sama adek bokap. Jadi nyokap sama Yaya jam 10 dijemput tanteku (tante Muna) buat... makan ikan bakar...!!! di restoran Kaisar. Rasanya ueeenaaaakkk buangeeetttt, sambel ikannya tuh beda dech sama yang di Jakarta. Udah kenyang makan, kita ke mal sebelah hotel. Hehehehe,namanya anak Jakarta, kemanapun kaki melangkah pasti gak jauh-jauh dari mal. Kan, mau tau aja isinya gimana (ngeless..).
Sorenya dibawa keliling-keliling Losari sama 2 orang sepupuku pake mobil, sekalian belanja oleh-oleh di Somba Opu dan makan bakso di resto (namanya restoran Pantai Indah). Sambil makan bakso bisa ngeliat pantai Losari. Indah banget, sayang hari itu gagal ngeliat sunset soalnya lagi hujan.
Hari Minggu Yaya sama kak Ning pergi berdua lagi. Hari itu kita ke Diamond, mall yang lumayan gede di Makassar. Isinya kurang lebih sama kok sama mall-mall di Jakarta. Dari situ kita ke Somba Opu lagi, belanja-belanja lagi sambil liat-liat. Trus pas udah jam 5 sore kita ke Pantai Losari nungguin sunset. Biarpun cuacanya mendung tapi keinginan ngeliat sunset ngebuat kita berdua nekat jadi orang teraneh sore itu. Soalnya pantainya sepiiiii banget kecuali ada kita berdua.
Waktu matahari mulai terbenam, di detik-detik itu Yaya terinspirasi buat puisi:
LANGIT DI LOSARI
Laut menari mengiringi matahari yang pamit dari tugasnya hari ini
Surya mengintip malu-malu dari balik awan mendengar nyanyian laut
Awan melukiskan kubah mesjid langit tak berujung
Ingatku akan kebesaran-Nya kuasa-Nya menggambar pemandangan yang menarik nafas tiap insan yang melihatnya
Dengan berat hati setelah matahari terbenam, Yaya dan saudaraku pulang ke hotel, tapi sebelumnya kita mampir dulu beli pisang epe' trus lanjut ke Jl.Irian makan mie titi' yang terkenal di Makassar. Mie titi' itu sejenis ifumi tapi lebih kecil-kecil mienya.
Sehari sebelum pulang, Yaya mengadakan kunjungan terakhir (lagi-lagi) ke Somba Opu. Kali ini buat beli minyak tawon dan minyak kayu putih.
Hari Selasanya, gak kemana-mana karena paginya udah harus ke airport. Sebelum pulang, dapet kejutan di hotel. Gak menyangka gak menduga salah satu receptionistnya adalah temen SMAku,dunia emang kecil yaaaa....
Tapi gak sempet ngobrol lama-lama soalnya Yaya udah harus check out dan pulang dech ke Jakarta.
Daaa Makassar,sampe ketemu tahun depan yaaaa...InsyaAllah.
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:29:00 PM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, November 17, 2004 |
|
You
|
I'm over you
but why
you keep coming in my life
I've erased you from my memory
but why
you keep showing up in every dreams I have
I don't want to see you again
but why
something always happens
and we always meet
I don't need to hear your voice again
but why
I keep missing your voice
I don't want to know anything about you
but why
I know everything about you
I don't want to have feeling for you
but why
My feeling for you
just won't go away
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:03:00 PM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, November 16, 2004 |
|
FoR Me
|
I don't want you to do it for me I don't need you to say it for me I don't want you to understand me I don't need you to be here for me I want you to do it for me because you want to I need you to say it for me because you need to I want you to understand me because you want to I want you to stay because you want to stay |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
1:30:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Empty
|
I've been sitting in front of my computer for almost an hour, then comes the most dreadful thing : I'm stuck..! I don't have ideas whatsoever of what to write in my blog. I'm blank, I can't feel anything. I can't hate nor love, I feel like I want to scream calling out for my inspiration to come. Is this the end of my writing moment?
Breathe. I'm breathing, inhale...exhale... searching my heart then I stop
I look inside my heart why it feels so empty
My heart you can't do this to me
why you stop feeling |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
11:42:00 AM
|
|
|
|
|
|
Sunday, November 14, 2004 |
|
Ternyata mereka bisa nangis juga
|
Barusan nonton Mega Reality Show Penghuni Terakhir (PeTiR) di ANTv. Pertamanya mikir reality show ternorak yang pernah ada, tapi hehehehe....kayaknya Yaya ketulah sama omongan sendiri dech, soalnya sekarang tiap jam setengah 10 malem udah duduk manis depan tv nonton Petir.
Hari ini kan Lebaran, ternyata panitia Petir udah nyiapin kejutan buat para peserta yang tersisa (ada Alex, Ayah Asep, Mahdi, Ernes, Indri, dan Yohan). Panitia mendatangkan keluarga mereka masing-masing dan dikasih kesempatan untuk ketemu tapi cuman 7 menit.
Yang pertama ketemu keluarganya itu Alex. Alex ini orangya halus, sensitif, gak gampang emosional, tapi tadi pas ketemu keluarganya langsung tersedu-sedu.
Trus yang kedua ayah Asep. Aih, romantis banget dech pas ketemu sama istrinya. Cium pipi kiri, pipi kanan and terakhir cium di bibir. Yaya sebagai penonton langsung bersorak...!! Ayah Asep ini orangnya wise, sabar, gak gampang marah dan beragama banget (terbukti pas mau mengekstradisi Iksan, dia baca bismillah dulu).
Yang ketiga Indri. Ternyata Indri yang tangguh dan hampir selalu memenangkan games, pas ketemu keluarganya langsung nangis terisak-isak sampe terduduk.
Abis itu ada si centil Ernes yang langsung lompat-lompat pas ketemu orangtuanya. Lucunya Ernes sempet curhat kalo dia takut sama Mahdi yang lagi megang kunci.
Setelah itu Mahdi (favorit Yaya nich). Mahdi yang selalu emosian, badannya kayak tukang pukul, pas ketemu istrinya dan ibunya langsung nangis. Tapi tetep, pas waktu untuk ketemu udah abis Mahdi langsung teriak saking sebelnya cuman dikasih 7 menit.
Terakhir, si metal Yohan. Gak nyangka gak menduga, Yohan yang metal pas ketemu ibunya langsung sujud lamaaa depan ibunya.
Emang ya, setangguh apapun para petir itu, mereka tetep bisa mengeluarkan air mata di hari yang suci ini.
Hidup Petir...!!! |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:06:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Hari Yang Fitri
|
Alhamdulillaah, Hari yang Fitri menyongsongku
Kulangkahkan kaki ini menuju mesjid
Kutebarkan sajadahku, kupakai mukenaku
Subhanallaah
Walhamdulillaah
Walailaahaillallaah
Wallaahu Akbar
Haru hatiku, hatiku bersyukur
masih dapat kunikmati
Fitri ini
Kubersihkan hati ini, kubuka hatiku
untuk menghaturkan maafku
dan menerimanya
Aku hanya manusia biasa
Hati ini tidak sempurna
hari yang fitri ini
kusempurnakan hatiku
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
9:21:00 AM
|
|
|
|
|
|
Saturday, November 13, 2004 |
|
Ramadhannya YaYa
|
Pagi ini waktu bangun sahur rasanya sedih banget, karena kan ini sahur terakhir tahun ini. Alhamdulillaah dari kecil Yaya belum pernah mengalami yang namanya susah bangun pas sahur karena kan masih tinggal sama nyokap bokap. Tahun ini cukup berbeda sahurnya soalnya selama waktu sahur pasti ada aja acara-acara TV yang cukup menghibur (biarpun ada yang lumayan garing). Emang sich tahun-tahun yang lalu juga, cuman Yayanya aja yang baru nonton bener-bener nonton. Tapi yang beda banget tahun ini dan bikin seneng (jujur dari lubuk hati yang paling dalem) adalah bisa dengerin suaranya seorang Rudi Dahlan dari jam 3 sampe 5 pagi. Walaupun Yaya gak dengerin sampe habis, tapi membuat Yaya makan sahurnya jadi lebih cepet ketelen. Makanya pagi ini sedih juga sich karena "tidak akan ada suaranya RuDaL" lagi di pagi hari. Ramadhan tahun ini Yaya sering banget sholat Taraweh di rumah, kenapa ya rasanya berat banget ke mesjid padahal pake mobil? Astagfirullaah Ya Allah, ampunilah Yaya yang bandel ini. Walaupun gitu, Alhamdulillaah Yaya tetep bisa merasa dekaaat sama Allah karena aku masih diberi kesehatan lahir batin untuk ibadah malam harinya. Walau sempat diberi cobaan masalah kerjaan, Alhamdulillaah karena berkah Ramadhan Yaya bisa dikasih kemudahan menyelesaikan masalah itu. Mungkin diingetin juga ya, soalnya karena ada masalah Yaya jadi rajin sholat sunahnya. Mudah-mudahan walau Ramadhan udah lewat, Yaya tetep bisa rajin ibadah sunahnya. Amin.... Akhirnya, Yaya cuma bisa berdoa : Ya Allah, makasih karena tahun ini Yaya masih dikasih kesempatan untuk puasa bersama keluarga dan orang-orang yang Yaya sayangi. Makasih Ya Allah, karena Yaya dan keluarga masih diberi kesehatan lahir batin untuk beribadah di bulan yang mulia ini. Terimalah ibadah kami, Ya Allah. Ya Allah, jangan jadikan Ramadan ini Ramadan terakhir bagi Yaya dan keluarga, ijinkanlah kita bertemu Ramadan lagi tahun depan dalam keadaan sehat wal afiat lahir batin. Amin Ya Rabbal Alamiin... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:08:00 AM
|
|
|
|
|
|
|
Cerita Kita
|
Mauku kembali
ke saat cerita kita
dimulai
Mauku balik
di saat hati kita bertaut
dan menyatu
Mauku mengulang kembali
ketika sayang kita ucapkan
Mauku pulang
ke saat peduli masih kita rasakan
Cerita kita telah berakhir
Saat hati kita memutuskan
untuk pergi sendiri
Cerita kita usai sudah
Ketika sayang kita seolah teredam
oleh amarah
Cerita kita telah selesai
sewaktu kita menggantikan peduli kita
dengan ego
Kita telah menutup cerita kita
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
1:30:00 AM
|
|
|
|
|
|
Friday, November 12, 2004 |
|
Jamu....iiiiiih....
|
Seumur-umur Yaya antipati musuhan abiz sama yang namanya jamu. Tapi semenjak nyokap bokap mulai 3 bulan yang lalu menjalani terapi sama Eyang Agung (yang bisa ngobatin segala macam penyakit dengan tenaga prananya dan jamu jahe merah dan madunya), mereka mulai "dari membujuk, merayu, menasehati sampe sedikit ngancem" ngajakin Yaya untuk ikutan diterapi juga dan makan jamunya. Emang sich Yaya sering migren, alergi and maag, dan tau sich nyokap bokap 'meant well'. Ikutan terapi okelah, udah pernah sekali tapi kalo jamu....mmmmm...bentar yeee mikir 1000 kali dulu kali, walaupun pengen juga ngerasain khasiat abis minum jamu itu. Soalnya udah terbukti sama nyokap.
Tibalah di suatu hari migren menyerang sampe Yaya gak tahan dan sedikit malu-malu ke nyokap ngomong "mau deh nyobain jamunya". Nyokap heran donk campur seneng mulai ngeracik jamu dicampur air anget dan madu di gelas. Pas udah jadi, tinggal diminum. "Nich, minum", nyokap nyodorin gelasnya ke Yaya. Dengan deg-degan Yaya mulai mendekatkan gelas ke bibir. Wuiiiiiiiiiiiiiih, bau jahenya tajem bangeeeeett..! Dengan hati dikuatin-kuatin, mulai minum. Baru seteguk tiba-tiba...ueeeeeeeeeekkk...ueeeeeeeeeeeekkkk....!!!
Sukses banget. Dengan suksesnya Yaya langsung muntah-muntah di wastafel dapur, meninggalkan gelas yang masih setengah penuh. Malemnya nyokap sampai ketawa terbahak-bahak nyeritain ke bokap kejadian Yaya muntah abis nyobain jamu.
Tapi tetep ajaa bokap nyokap keukeuh gumekeh minta Yaya minum jamu yang rasanya ajaib itu. Sampe kemarin diambil jalan keluar gimana caranya jamu tersebut bisa masuk ke perut Yaya tanpa muntah-muntah lagi (cukup sekali yaa). Caranya serbuk jahenya dimasukin ke kapsul jadi tinggal makan kapsulnya. Jadi minta tolonglah sama orang apotik untuk masukin ke kapsul.
Akhirnya mulai semalam udah makan kapsul jahe plus madunya Eyang Agung. Jujur aja, madunya teteeeeep rasanya aneh bin ajaib. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:43:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
SMILE
|
Smile I want us to smile even now it's time for us to let us go Let us go from our heart as it can no longer be a heart Let it be no tears The day we let go our memory when we shape a love in our heart Let it be no regrets When we decide it's time to lead own life without each other Smile |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:01:00 PM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, November 10, 2004 |
|
Me aT A Limbo
|
All my life (as far as I can remember) I didn't have any hard decisions to make, until now. I'm working as an English Teacher in one of the English Course in Jakarta. I love my job, because it's a dream come true. Since I was at the university, I knew I want to be an english teacher. I have to say it wasn't an easy road to become one. It took me 3 years from my graduation year until I finally got the job. Alhamdulillaah everything went perfectly fine, until now. Here's why: one of my colleague who worked as an administrator is going to resign because she's going to have a baby. And, my boss wants me to replace her. I know...I know......it's not a big problem, all I have to do is say yes and take the job. The thing is, I might not teach anymore if I be an administrator. I have to work behind the desk and deal with a lot of papers. Everyone included my best friend (who also is my colleague) wants me to take the position, even my parents say go for it, but I don't know why I feel at a limbo. I feel I belong in the class not behind the desks. I don't deny that I'm afraid to lose my job if I don't take the administrator postion, but I don't want to deny my own feeling too. I don't want to disappoint other people if I don't take the job, but I don't want to do something I don't like. I have tried to do "Istikharah prayer" and speak with my heart, what does it want. I know actually somewhere deep in my heart I already have the answer. I'm just afraid to say it out loud. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
10:49:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Baju Baru
|
Kemarin saya pergi ke beberapa "factory Outlets", ceritanya mau beli baju untuk InsyaAllah dipakai di Idul Fitri nanti, apalagi saya kan mau ketemu keluarga besar papa di Makassar. Pagi-pagi jam 9 dengan semangat 45' saya pergi ke satu FO di daerah Fatmawati. Sampai sana, mulailah saya 'hunting' baju. Mulai keluar-masuk kamar ganti nyobain baju-baju. Tapi setelah beberapa jam mondar-mandir milih-milih baju tanpa hasil, saya mulai "desperate" dan mau nangis karena gak ada yang cocok. Kalau bukan bajunya gak ada ukurannya (duh, puasa kok saya makin gemuk sich?), model bajunya yang gak jelas (masa' Lebaran mau pake tank top sich??), pasti harganya kemahalan. Akhirnya setelah 4 jam "from FO to FO" tanpa beli satu bajupun, saya nyerah juga dan dengan sedikit kecewa ngajak supir pulang ke rumah. Di tengah kemacetan, ada dua orang anak ngamen di jendela mobil saya. Walaupun gak tau mereka sebenarnya mau nyanyi lagu apa, saya kasihlah 1 ribuan sambil ngomong "berdua yaa". Saya jadi terenyuh ngeliat mereka rebutan uang 1 ribuan itu (nyesel juga kenapa cuman ngasih segitu). Abis ngeliat adegan rebutan itu, di kepala saya tiba-tiba terngiang lagu "baju baru Alhamdulillaah, gak ada gak apa-apa", sambil mikir anak-anak pengamen tadi boro-boro mau mikirin baju baru buat Lebaran, udah makan hari ini aja pasti mereka udah bersyukur sekali. Sampai rumah rasa kecewa gak dapat baju satupun sudah hilang, dan sambil membatin sendiri "yang penting kan silaturahminya dengan hati yang tulus dan fitri". |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:56:00 AM
|
|
|
|
|
|
Tuesday, November 09, 2004 |
|
Haruskah Aku Menunggumu
|
Kau datang padaku setelah sekian lama pergi dari hidupku Kau rajut helaian asmara antara kita kau jadikan cinta Aku bertanya padamu untuk siapa cinta itu Kau hanya pergi sebelum menjawab tanyaku Haruskah aku menunggumu bila kau hanya membisu |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
5:20:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
IRONIS
|
Ironis sekali, detik-detik terakhir bulan yang mulia ini saf-saf di mesjid bertambah...
Bertambah maju karena makmumnya semua sibuk Sibuk masak di rumah sibuk belanja menjelang hari Kemenangan
Ironis sekali, awal bulan yang Agung ini semua temanku menutup kepalanya pakai jilbab cantik sekali
Kecewanya aku, ketika mereka membuka kembali jilbabnya karena Idul Fitri menjelang
Memang ironis, hari-hari pertama semuanya berubah
Berubah, rajin Tarawihan rajin membuka Quran lebih rajin berdoa
Sekarang lima hari menuju fitrah semuanya berubah kembali
Kembali ke mall-mall, belanja kembali menyimpan Quran dengan rapih di lemari
Ironis karena mungkin itu aku
Astagfirullaah, Ya Allah ampunilah aku jangan biarkan aku kembali dalam lorong-lorong kenistaan
Ya Allah sudah fitrikah aku |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
4:36:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
Let'S BreaK Up....
|
Dear Mr.Allergy, thank you for being in my life. As I know that you're in my life because I was born in an allergic family. Although, I have to admit now I want to break up with you. All these times, I've been a very patient girl with you. I have done whatever you want me to do. You want me to eat Ryzen (my allergic medicine), I eat it. You want me to stop eating prawns and squids, I stop eating them. Even when you want me to cut down eating fish and chickens, I try to cut them down. You even dropped by whenever I have troubles on my mind. I'm very sorry, I have to say : enough is enough..! You are in my life nothing but making me suffer. All my adult life I have spent in and out the Immunology Clinic, not to mention the uncountable dates I had have with my allergic doctor. We have our fun (eventhough for me, I'm missing a lot of good food because of you), but now it's time to say our goodbye. If you love me that much, let's break up. Sincerely, Yaya
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
1:07:00 PM
|
|
|
|
|
|
Sunday, November 07, 2004 |
|
GoinG BacK HoMe ALiaS MuDiK
|
It's the time of the year again, going back home alias "Mudik" (in Indonesia). Not that I hate going back home, but the hustle bustle of the preparation before it that makes me wants to say : oh, noooooo...!!!! But, since I'm the only child of my parents that hasn't married yet, I need to 'chaperone' my parents.
Let's see, first there is a "let-the fighting-over-which-plane-to-take-begins" stage, which my mom and dad have a tense discussion over which plane to take. My dad as usual wants the most practical and cheapest plane to take (any plane), my mom on the other hand wants (also) the cheapest plane but it has to be Garuda (what's with Garudan anyway??). Thanks God, by the time I write this, my mom and dad finally made an agreement which plane to take.
Second, deciding which hotel we're going to stay. I hope we're staying in a hotel near the beach. I love beach, the sand, the ocean, the smell of it, and who knows I might meet someone there....hahahaha...
Well, the preparation doesn't end there, we still have to buy the so called "oleh-oleh" for my grandma, aunties, uncles, and my cousins. Getting oleh-oleh for my grandma is not that hard, since she will love whatever we give her. But, for my aunties, uncles and my cousins (which honestly speaking I'm so confused which one with which name) is not that easy. Last year we gave bags for my aunties, this year I don't know what my mom will get for them.
And of course, the packing. I'm not going to make the same mistake as last year again, this year I only bring clothes that I can mix and match them and lots of daster to wear at the hotel.
Anyway, I have to say, despite the journey (before the actual journey begins, which is mudik) is very exhausted, I'm very excited meeting my family outside Jakarta. Who knows, next year I don't have the chance again. By the way, have I mentioned that I 'm going to Makassar? |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
3:51:00 PM
|
|
|
|
|
|
Thursday, November 04, 2004 |
|
Kontrak HiduPkU
|
Ketika Allah berikan nyawa
saat itulah aku menandatangani
kontrak dengan-Nya
Aku tidak tau
kapan kontrak hidupku
berakhir
Aku terlalu asyik dengan duniaku
ketika riang menyapaku
aku lupa mengucapkan
Alhamdulillaah
saat sedih datang
aku terlalu larut untuk mengucap
Astagfirullaah
Aku tidak sadar
ada yang melihatku
ketika aku senang, pun susah
ada yang mencatat langkahku
mau dibawa kemana hidupku ini
aku lupa
aku tidak tahu kapan kontrakku
dengan Allah berakhir
Allah, aku tidak ingin menyesal
di hadapan-Mu nanti
|
reflected by
Nahria Medina Marzuki
6:19:00 AM
|
|
|
|
|
|
Wednesday, November 03, 2004 |
|
FroM MiLisT, FriEndsTeR to the BloGsPoT
|
- When you're really love something, you will put your heart and soul doing it - I believe that, and I also believe that everything has its own season. There was time when I really loved getting myself into many mailing lists, making friends in the milists, having my own gank from it, being the moderator once, even falling in love with someone in the certain milist. Then, I got to know friendster. Actually, it is also to make new friends, find old friends, even soul mate. It's amazing what a friendster can do. I learn what my friends (even my brother-in-law) thinks of me through their testimonials. I even found my childhood friend and my crush (back in the college) in the friendster. I just love to expand my social life by getting to know new friends through friends' friends. The latest one is blogspot. Everybody can have his/her own blogspot with its uniqueness. With blogspot we can be creative, show the world who we really are. And, I get to know many great people through blogspot too. I also love surfing from one blogspot to another. Not to mention, I learn to write by reading other people's writings. I notice one thing : no matter where you are, in the milist, friendster, or having your own blog, you can always make new friends, find something new, and of course...show the world who you really are. |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
7:06:00 AM
|
|
|
|
|
|
Monday, November 01, 2004 |
|
Stempel
|
Nyadar gak sich kalo kita secara gak langsung suka ngasih stempel ke orang? Misalnya aja stempel -stempel yang melekat di diri Yaya sendiri. Sampai-sampai di testimonial friendsterku ada yang nulis : Yaya itu AFI, AFI, AFI, sekali lagi AFIIIIII (saking senengnya Yaya sama AFI). Stempel yang lainnya yang ada di Yaya yaitu aku ini "banci milis" banget, saking buanyaknya milis yang aku ikuti. Bener sich, sebenarnya stempel yang ini ;) soalnya Yaya dan milis udah kayak amplop dan perangko. Satu "stempel" yang aku sukaaaaa banget yaitu : Queen Of Love :) Seorang yang bijaksana sekali (menurutku) memberikan gelar ini setahun yang lalu. Gak apa-apa sich kalo stempel yang dikasih berdasarkan kenyataan yang ada dan nadanya cuman untuk bercanda aja. Tapi kalo stempel yang dikasih udah berdasarkan penglihatan secara kasar aja gimana? Sebenarnya stempel "miss curhat itu baik atau buruk ya? Mmmmm...karena ada yang ngasih aku stempel ini, aku jadi mikir lebih dalam lagi tentang makna "miss curhat". Bisa dibilang stempel yang baik, bisa juga dibilang stempel yang buruk, tergantung dari sisi mana ngeliatnya. Sisi baiknya : dibilangin miss curhat berarti kita adalah orang yang ekspresif mengungkapkan isi hati kita sendiri kepada orang yang kita udah yakin kalo dia gak ember'. Sisi buruknya : kalo miss curhat, curhatnya ke beberapa orang (apalagi orang yang baru dia kenal). Stempel "miss curhat" yang ada di aku membuat aku jadi merenung daleeeem banget. Bener gak sich seorang Yaya itu "miss curhat"? Ternyata setelah direnungkan dalam-dalam, bener kok stempel itu karena seorang Yaya adalah orang yang most of the times, ekspresif. Tapi salah besar kalo stempel ini membuat orang mengira aku miss curhat yang sembarangan numpahin curhatannya ke sembarang orang. Jadi, stempel? siapa takut.... |
reflected by
Nahria Medina Marzuki
1:26:00 PM
|
|
|
|
|
|
|
|