Redlicious Campaign
Photobucket
Contact Me

Me, mine & My Family
Inside My world

blognya kakak iparnya Yaya


Inspirations


Hi there :)
Name :
Web URL :
Message :
Previously
Aksara mengeja maaf
Mengais kenangan
Antara aku, indent, Lebaran dan keluarga
Kalau emang harus mundur
Jangan ngalah sebelum berjuang
DREAM BIG
Menembus "bulan sulit"
They're not my downlines, but..
Finding your own Nemo
Belahan jiwa
Archivess
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009
February 2009
March 2009
May 2009
June 2009
July 2009
September 2009
October 2009
Awards
Menang lagi

juarafavorit

BF Girl

Happy B'day Indonesia

Aktivis Kopdar Blogfam '05

Fun Stuff
thank you :)
The Writers
Friends' Banners
Dhira dan Lia




Ebook Gratis
ebook-bisnisonline
Communities
banner150x26orange





banner angingmammiri
Siap bergabung?
click me
Thanks to
Free Blogger Templates

BLOGGER

 
Monday, January 31, 2005
Tulisanku
Aku hanya ingin menulis
tentang aku...tentang kamu
atau tentang kita
yang tidak jadi


Tulisan apa saja


atau


kuakhiri saja tulisanku

tak akan membawa perbedaan
juga


nanti kita akan ketemu lagi

tapi jarak
pasti akan ada



reflected by Nahria Medina Marzuki
11:52:00 PM
|
Sunday, January 30, 2005
Setengah Tahun
Enam bulan lalu
kumulai menjalin kata demi kata
kumerajut kalimat-kalimat
kujalin cerita-cerita hidup

Malam ini
setengah tahun sudah
kumpulan tulisanku
terkumpul jadi satu






reflected by Nahria Medina Marzuki
11:22:00 PM
|
Senyumku
Dunia juga tersenyum
saat kau hadir
pagi ini

Sepertiku
yang kau sapa tadi



reflected by Nahria Medina Marzuki
11:31:00 AM
|
Kamu
Kamu
membuat hariku lebih indah
hari ini, kemarin dan besok
Kamu
membuatku lebih menikmati
hari-hariku
Kamu
membuatku tersenyum
setiap hari
Kamu
selalu menyejukkan hatiku
dan menyegarkan kalbuku

reflected by Nahria Medina Marzuki
10:49:00 AM
|
Tanyaku
Dari hati ini
kau pergi

Sudah menemukan
tempat lainkah
untuk kau
singgahkan hatimu

Hanya itu tanyaku
pagi ini


reflected by Nahria Medina Marzuki
1:52:00 AM
|
Saturday, January 29, 2005
Puisi Untuk Seorang Sahabat
Ketika Allah memberi ujian
itu pertanda
betapa mulianya
seorang manusia di mata-Nya

Mungkin ujian itu
teramat berat
dan terasa dahsyat
di luar jangkauan hati manusia
serta meninggalkan sejuta tanya
mengapa

Untuk temanku Enno
jika saja
dapat kupinjamkan hatiku
untukmu

ingin kuberbagi laramu
dan memperingan duka di hati

Aku memang tidak dapat membagi hatiku
yang aku bisa hanyalah

berada di sisimu
untuk mendengarkan
isi hatimu

Enno sayang
bila kini hatimu pecah
dan serpihannya masih berserakan

biarkan aku mengumpulkan
serpihan-serpihan itu
untuk menyatukan kembali hatimu


Percaya ya sayang
Allah sayang sekali
sama Enno

dan aku
selalu mendoakan
yang terbaik untukmu



PS: Puisi ini buat Enno








reflected by Nahria Medina Marzuki
5:27:00 PM
|
Friday, January 28, 2005
Terpasung Jemu...terikat hening
Kini jemu memasungku
aku terjerat olehnya

Lepas...inginku

tapi
hening ikut mengikatku




reflected by Nahria Medina Marzuki
9:56:00 PM
|
Duniaku
Kau datang
mengisi duniaku

saat kau pergi
kau membawa duniaku
juga


Kini...aku menunggumu
mengembalikan duniaku
kembali



reflected by Nahria Medina Marzuki
6:59:00 PM
|
IF
If my eyes were blind folded
find you, I still could

If not...
I'd spend the rest of my life

telling world
bout you

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:49:00 PM
|
Questioning Love....again...
Questioning you
again

Why love

You're lurking away

only stillness
comes out of you













reflected by Nahria Medina Marzuki
3:04:00 PM
|
Thursday, January 27, 2005
ILuSi
Memanjakan diri
dengan potongan-potongan mimpi
yang menjadi
ilusi

Satu ilusi yang melenakan...


kemudian

Satu hentakan
memaksa ilusi memisahkan diri







reflected by Nahria Medina Marzuki
10:25:00 PM
|
Terlambat
Rumputku masih menguning
saat badai datang dan menghancurkannya

dan rumputku
tak sempat merasakan hijaunya



reflected by Nahria Medina Marzuki
2:41:00 PM
|
Reflection
I saw reflections of my life
written black on white
and I found
odysseys splattered around it

The odyssey when
I bade farewell to my loved ones
but
there's odyssey when
it's so colorful and lighten
my life

I mirror at my life's reflection
for lessons of my own life





reflected by Nahria Medina Marzuki
1:56:00 PM
|
Sesal
Aku ingin mengenalmu
walau hanya lewat
barisan kata-kata

Pun ketika kau berhenti menyapa
ada sesal tertinggal

Lewat rangkaian katapun
kau enggan

Saat kau tak lagi
membiarkanku masuk
dalam hidupmu

Sesal kembali menyergap...

Lewat katapun
ku tak bisa
menahanmu keluar
dari
pintu hidupku



reflected by Nahria Medina Marzuki
1:11:00 PM
|
Tuesday, January 25, 2005
Buku Hidupku
Kamu....
kenapa selalu hadir
di tiap halaman hidupku

Aku lelah...
menghapus kamu
di lembar hidupku


Bab tentangmu
telah tertulis
kata Tamat

Dan asaku
hanya ingin memulai
buku kehidupanku
tanpa kamu
menodai halaman bukuku



reflected by Nahria Medina Marzuki
6:04:00 PM
|
Satu Sayap
Satu sayap tak dapat
menerbangkanku
jauh ke angkasa biru

Maukah kau
menjadi sayapku


untuk menemaniku
terbang



reflected by Nahria Medina Marzuki
10:30:00 AM
|
Monday, January 24, 2005
Harapku...Dulu..
Dulu aku berharap kamu
datang dan tinggal

Dulu aku berharap kamu
melihat ke arakhu

Dulu aku berharap kamu
mendengarkan suara jiwaku

Dulu aku berharap
kamu menjadi belahan jiwaku

Aku tahu kini
harapanku semu, naif

Malam ini
aku berhenti berharap



reflected by Nahria Medina Marzuki
9:24:00 PM
|
Putih
Kertas itu masih putih
belum sempat kuuntai nada-nada rindu untukmu
alunannyapun belum sampai kepadamu

Hanya ingin
mengirimkan kata hatiku
keadamu

sampai sekarang tapi
kertas itu tetap putih

dan aku
membiarkannya putih terus







reflected by Nahria Medina Marzuki
6:58:00 PM
|
Sunday, January 23, 2005
Unspoken
Time was still for us
giving us permission
to pronounce
our love
I Love you
can't we say
as earth might tear apart
after it said
Then..time moved on
the words stay
unspoken

reflected by Nahria Medina Marzuki
1:55:00 PM
|
Saturday, January 22, 2005
Bukan Cinta
bukan..cinta

saat ia berkata
tak mungkin,
cintapun mengucapkan
tinggalkan aku

Juga bukan cinta
ketika tatapannya
mengucap maaf,
cintapun berucap
sudahlah...
tak usah maafmu

Masih bukan cinta
kala ia kembali
dan bertanya
adakah masih,
cinta menjawab
tak sama lagi

Memang...

bukan cinta



reflected by Nahria Medina Marzuki
6:14:00 PM
|
Me & RuDaL


reflected by Nahria Medina Marzuki
5:59:00 PM
|
Friday, January 21, 2005
Puisi Kita
Serpihan luka ini
belum terekat kembali

Walau masa telah berlalu
dan cinta baru
menawarkan perban

Masih tersisa
puisi lama
tentang dia, aku dan kita

Satu serpihan enggan terekat
seakan tahu
jikapun jadi satu...


Puisi itu kan tetap tertuang
dalam selembar
kertas putih
dan
takkan dapat hilang

Walau masa
datang dan pergi

Puisi itu
tetap ada


reflected by Nahria Medina Marzuki
8:12:00 PM
|
Puisinya Ayya
Ketika kubertemu denganmu
dan menatapmu

Hatiku mengakui
kau telah ada di hatiku
sebelum hari ini

Sayangku
aku pasti selalu ada
untukmu

Saat mata kita bertemu
hati kita
juga ikut menyapa

Ayyaku sayang
selamat datang


PS: can't help not to make this Indonesian Poem after the moment "Meet the sister---> Isya&Ayya <---yesterday"


reflected by Nahria Medina Marzuki
1:21:00 PM
|
Terima Kasih Allah...Usia 26
Alhamdulillaah usiaku dua puluh enam
terima kasih Ya Allah
memberikan Ayya menjelang
hari bahagiaku

Alhamdulillaah masih diberi kesempatan
menghirup udara segar
hari ini

Alhamdulillaah walau kutahu
berarti berkurangnya waktu
di bumi Allah ini

tetap bersyukur aku
betapa sayangnya Allah
kepadaku
dan masih membiarkan
waktu berjalan denganku

Alhamdulillaah semua
yang Allah telah dan akan berikan
ke seorang Yaya


reflected by Nahria Medina Marzuki
5:41:00 AM
|
Thursday, January 20, 2005
Bukan Jodoh
Berat aku rasa
akui tiga kata itu

Enggan aku denganmu
untuk bilang

Menjauh ingin aku
tapi akupun
akuinya

Tiga kata
yang menyakitkan

Kita
bukan
jodoh


reflected by Nahria Medina Marzuki
9:35:00 PM
|
Raden Roro Khaira Athaya Yuniardo
January 20, 2005 jam 8.05
telah lahir Raden Roro Khaira Athaya Yuniardo (Ayya)


reflected by Nahria Medina Marzuki
7:02:00 PM
|
5 Lights Of My Life
Waktu jalannya cepet banget ya. Kayaknya baru kemarin ikutan nangis pas ijabnya Daeng, nangis lagi pas Mas Imran yang mau ijaban dan tetep nangis giliran kakak di Mesjid Bintaro.
Next thing I know, udah muncul Hayyu, menyusul Walid dari Daeng, kembali disusul dengan Valerie dan tak mau ketinggalan Isyapun lahir. Sekarang, tepatnya hari ini Aya (nama sementara) lahir.
Wow !! I have 5 lights of my life.....
Speaking of Aya, eheeem tuh nama kalo jadi lucu aja. Ada Yaya, Isya dan Aya.

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:21:00 PM
|
Telah lahir Yang Tersayangku
Dengan kuasa Allah
nyawa bisa diambil
atau diciptakan
saat ini juga

Dengan kuasa Allah
seorang nyawa
telah lahir pagi ini

Dengan kuasa Allah
seorang anak perempuan
meneriakkan tangisnya
yang pertama
jam 8 lewat 5 tadi

Alhamdullillaahirrabbilaalaamiin

Telahir lahir
Yang tersayangku


reflected by Nahria Medina Marzuki
9:55:00 AM
|
Bebas
Tanpa apapun di diri
aku mengucap
bebas

Lepaslah aku
dari jaring kesenduan
tanpa sisa

Bebas
bisa aku warnai hidupku lagi
dengan teriakan tawa

Tak perlu lagi
terpasung
dalam noda kesedihan

Peluk aku
selamati aku

aku sudah lepas
dari semuanya


reflected by Nahria Medina Marzuki
1:01:00 AM
|
Wednesday, January 19, 2005
Untuk waktu
Hendak kita bersama
waktupun berpaling

dan waktupun berjalan
tanpa kita

Almanak tlah berganti
kita tetap tak dapat

dan kitapun berhenti
untuk waktu


reflected by Nahria Medina Marzuki
6:10:00 PM
|
Letih
Biarkan aku keluar
dari kelam ini

Hentikan kelabu
batin ini

Perlihatkan aku terang
di jiwa

Aku letih
dan ingin kembali



PS:buat Dino..




reflected by Nahria Medina Marzuki
5:34:00 PM
|
Marriage
Marriage is not about spending the rest of your life with someone you can live with, but it's about spending the rest of your life with someone you can't live without.
For a girl whose birthday is in 2 more days (January 21 InsyaAllah), I've got to think about what I wanna do for the rest of my life. And, for a girl whose friends are mostly married or about to, I can't help myself not to think about the word MATE.
Not that I wanna get married now, noooo. I just have to give 2 thumbs up for my dearest friend, because she really makes it clear all she wants to do is being her boyfriend's wife. I want it too, being married to someone I love.. but maybe not now. Right now, I've to catch my dreams and be somebody I wanna be. I know it sounds cliche' but..really...
What I know for sure is...
When it's the time for me to say my ijab kabul, I want to say it to be with someone I can't live without...

reflected by Nahria Medina Marzuki
4:26:00 PM
|
Karena Kamu
Hapuskah sepiku
ada kau di sini

adakah bimbang hilang
saat kau tiba

inginkah bersamamu
jika adamu

Tidak...
Kau ada
sepiku tertulis lagi
Kau tiba
bimbangku kembali
Ada kau
inginku denganmu


reflected by Nahria Medina Marzuki
4:05:00 PM
|
Tuesday, January 18, 2005
Bisu
Terus saja rintikmu
jangan berhenti
tak perlu reda

diapun takkan ada
dan diamnya tak mungkin pecah

hujan, panas
mau aku membisu

Bisu

Seperti rintik-rintik

kenapa perlu
ada kata terucap

hatinyapun tak ada
jadi
hatiku buat apa


reflected by Nahria Medina Marzuki
10:21:00 PM
|
Invisible
By changing your status to Invisible to Everyone you will appear on other people's Messenger Lists as offline.
You can still send and receive messages and see your contacts' status.
OK atau Cancel?
Aku terdiam. Bingung. Hanya karena 2 pertanyaan itu. Akhirnya....OK. Click.
Statusku berubah jadi invisible di layar YMku. Aku bosan padanya, yang pasti menyapa dan berusaha ngajak ngobrol. Yaaa, aku emang pernah suka sich sama dia. Tapi maaf aja, dia kelamaan menyatakan perasaannya. Dan aku gak mau lagi menunggu. Mungkin dia juga sama, tak merasakannya lagi.
Kenapa perasaanku berubah. Rasanya muak membaca tulisannya di chatting. Buat apa sich basa-basi? toh, rasa kita udah sama. Apa cuman perasaanku saja?
Sekarang lagi ngedengerin radio. Hmmm, udah lama juga ya gak mendengar suara sejuknya. Sambil mendengarkan RD, pikiranku terbang ke setahun yang lalu.
Setahun yang lalu
Senin sampai Jumat tak kulewatkan malam tanpa mendengarnya. Rela juga ngabisin pulsa untuk sms dia, dan seperti orang tolol setiap dia membaca SMSku. Biarpun namaku tak disebut: yy,nm, terserahlah mau dirubah jadi apa namaku. Dan waktu ketemu sama dia, again seperti orang tolol aku berusaha tampil secantik mungkin. Kemeja pink dan rok jeans. Dan memang waktu itu dia duduk semeja denganku.
Rasanya I don't wanna that day to end.
Tapi sekarang rasanya memang sudah berubah. Senang aja denger suaranya lagi. Aku emang lagi kangen. Itu aja.
Dan status YMku stays invisible...

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:05:00 PM
|
kata Jadi
Tak ada kata jadi
antara kita
cukup kita tahu
hati kita masing-masing

Tak perlu ada kata jadi
cukup hati kita saling terpaut

Tanpa perlu
kata jadipun
kau dan aku
tau

Jiwa kita
telah saling mengisi



PS: puisi ini untuk Cie


reflected by Nahria Medina Marzuki
5:52:00 PM
|
Pintaku...Ya Allah
Ya Allah
aku tahu Allah selalu ada
dan selalu melihat
Aku sudah terlalu banyak
meminta
Tapi
ini pintaku sekarang
Jika Allah mengijinkan
untukku
masih dapat bertemu lagi
dengan saudaraku
dan satu orang lagi keluargaku
Mudahkanlah jalannya Allah
ketika saudaraku berjuang
menghadirkan satu nyawa
di bumi ini

reflected by Nahria Medina Marzuki
4:18:00 PM
|
Mohon doanya
Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan jiwa, Yaya mohon doanya semua untuk Kakak Yaya (kak Nadia). Kak Nadia InsyaAllah masuk rumah sakit hari Rabu (19 Januari) jam 5 sore dan akan dioperasi Caesar Kamis jam 7 pagi.

reflected by Nahria Medina Marzuki
1:12:00 PM
|
Monday, January 17, 2005
Bayang-bayangku
Gelap hadir lagi
aah...
sama saja

Bayanganmu tetap ada


Kau hadir
hanya untuk menjadi bayang-bayangku
dan selalu ada

Pagi dan gelap
kau tidak pernah pergi

Pintaku kau nyata

Hanya kau
lebih senang
untuk menjadi bayangku


reflected by Nahria Medina Marzuki
7:32:00 PM
|
Awal huruf namamu
Mencoba aku menulis tentangmu
tapi aku terhenti
di awal huruf namamu

Hati kecilku berteriak
bodoh..!
untuk apa kau bercerita
tentangnya

Diapun takkan tahu


reflected by Nahria Medina Marzuki
8:36:00 AM
|
Sunday, January 16, 2005
Cinta Datang Mengetuk
Sudahkah kau dengar
cinta sedang mengetuk hatimu
berharap menjadi
tuan rumah


Kau terlalu pulas
dengan dirimu
dan tak dengarkan
cinta datang mengetuk

dan membiarkan
cinta
masih menunggu


reflected by Nahria Medina Marzuki
10:31:00 PM
|
Langit Dan Bintang
Malam ini bintang tidak bermain
di langit
langitpun kesepian
seperti aku

bintang dan langit
seperti aku dan kamu
terpisahkan

Maukah kamu
menjadi bintangku

Kau tahu
langit selalu ada
untuk bintang




reflected by Nahria Medina Marzuki
10:02:00 PM
|
The Day You Said Your Vow
On the day you said your vow
I gave you blessing
though I knew
it meant goodbye

On the day you said your vow
I smiled and laughed
with you
and tried not to listen
for the cry inside me

On the day you said your vow
I gave her a warm hug
for marrying someone
I once loved

After the day you said your vow
I move on
without you
and never look back


reflected by Nahria Medina Marzuki
3:06:00 PM
|
Am I ?
Am I happy
seeing you with the other
while I was waiting for you
here

Am I contend
when you share
about your someone
with me

Am I joyful
being with you
but knowing
I can't have you

Am I....

All my doubts before
I couldn't answer
for I was in denial

Now..

Am I?

My heart says yes..






reflected by Nahria Medina Marzuki
2:38:00 PM
|
Bangsal 13
Apa yang terjadi kalo seseorang yang takut sama film Suzanna, gak berani ngeliat tontonan misteri di tv, dan gak mau dengerin apapun bentuk cerita hantu nonton Bangsal 13?
Pertama, nontonnya pasti berdua lah, kali ini rasa gengsi ditepiskan dulu. Nontonnya sama.....(biar penasaran).
Kedua, hampir nyerah di pertengahan film. Mau udahan aja nontonnya.
Ketiga, sepanjang film teriak :aaaaah, takuuuuuuttt!!
Dibilang norak, cuek aja dech.
Keempat, udah gak pake malu-malu teriaknya. Sampe pas filmnya selesai, penonton yang di depan kita pada noleh ke arahku. Mungkin sambil mikir:oo, ini toh yang berisik tadi...

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:53:00 AM
|
Saturday, January 15, 2005
My Heart In Yours
My path used to be different
from yours
but at the end
our paths are crossed

I used to not finding your heart
only you
found mine

I now know
where to lay my heart

It will lay
in your heart
forever



PS: I dedicate this poem to my dearest friend and her husband



reflected by Nahria Medina Marzuki
3:41:00 PM
|
Friday, January 14, 2005
Salah
Memang salah hati ini
untuk merasakannya
jadi marah saja

tidak perlu
ada kata andai
hati ini
sudah terlanjur jatuh

tidak perlu
ada tanya masihkah
hati ini
memang masih suka

Tapi
ini hati yang salah
jadi
marah saja








reflected by Nahria Medina Marzuki
4:21:00 PM
|
RaiSinG HeLeN...
Last nite I watched
There are 3 sisters with their different characters. There's Lindsey who has 3 children. We can say she has a happy family. And there's Jenny, whose a very bold woman, very proud to be a mom. And of course, Helen, she has a good job, she's a single woman who has everything she wants.
Life is perfect for them, until one day when Lindsey and her husband died. And they chose Helen over Jenny to be their children's guardian angel.


reflected by Nahria Medina Marzuki
8:12:00 AM
|
KetidakSempurNaaN
Layoutnya rame...
ko judul postingannya gak ada sich..
sidebarnya kurang ke kanan tuh..
kok gak ada buat comment sich...
Wayaaah, pusing daku baca para komentator yang ngomentarin tentang layout baruku. Belum lagi, kok pas dibaca kembali postinganku yang dulu, jadi ada banyak karakter aneh gitu ya di tulisannya? waduh, gimana donk? harus diperbaiki segera nich...
Waktu lagi dalam kepanikan pengen diperbaiki semuanya, dalam hati ada yang bisikin: tenang donk Ya, jangan panik gitu. Tidak semuanya harus sempurna. Lagian hidup juga gak harus sempurna supaya jadi indah. Terkadang kita butuh ketidaksempurnaan dalam hidup supaya hidup menjadi lebih indah.

reflected by Nahria Medina Marzuki
7:01:00 AM
|
Thursday, January 13, 2005
My DeaRest To Be
My dearest to be
it's just days away
for you
to embrace this world

I pray
for your safety
I know
God is taking care of you now
before your arrival

You're the one
everybody's been waiting for
days and nights...

My dearest to be
your world
is waiting for your coming

The colorful world
is here
to be your world...

My dearest to be
you are so loved
by me..

your auntie to be




reflected by Nahria Medina Marzuki
6:54:00 PM
|
Terkadang
Terkadang ingin pergi saja
tapi mau tinggal juga

Terkadang mau bilang
tapi logika ikut campur
mulut kembali diam

Terkadang hendak melangkah ke arahmu
tapi ragu lagi datang
langkahku tidak sampai ke kamu


Bimbang memang sedang bertamu di aku




reflected by Nahria Medina Marzuki
1:45:00 PM
|
My Simple Request For You
My simple request for you
will you look at me
and see me

My simple request for you
is you to listen for me
even just for a while

My simple request for you
can you say
you'll be mine

My simple request for you
if you don't want to
or won't and can't
just go.. out of my life




reflected by Nahria Medina Marzuki
1:31:00 PM
|
Wednesday, January 12, 2005
Keep Living Please
Nyawa taruhanmu
tiap nafas yang kau hembuskan
adalah usahamu
untuk menghadirkan
seorang manusia di bumi


Buat kakakku
terima kasih untuk keponakan
yang akan kau lahirkan nanti

As much as I want my next niece to be
I want you to keep living too


reflected by Nahria Medina Marzuki
7:13:00 PM
|
Bukan Salahku
Ketika aku mulai melupakan kamu
kamu datang
jadi jangan salahin aku
kalau tidak bisa
melupakan kamu

reflected by Nahria Medina Marzuki
7:04:00 PM
|
Stress nich....
Harus bisa, pasti bisa, InsyaAllah Yaya bisa. Itulah obrolan batin Yaya tadi pagi pas tau ntar di akhir kursus di ILP ada acara ngajar bersama tim selama 2 jam (ngajarnya dengan temen-temen yang lain). Yang terbayang langsung ribetnya bikin 1 lesson plan untuk diajarin oleh 4 orang. Mata mulai gatel, pertanda alergi akibat stress mulai menyerang. Sesal mulai muncul di hati, kok dulu nekat sich ngambil TTC (teacher training course) kayak gini. Emang sich masih lama (bulan Maret nanti), tapi kan udah mulai sport jantung. Mulai cemas, kalo gak bisa gimana? ini kan kerja tim, kalo Yaya yang ancur-ancuran ngajarnya, yang lain bisa kena juga.
But there's no turning back lagi. Bisa gak bisa, harus bisa (InsyaAllah).

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:51:00 PM
|
A Wisdom
A very wise friend of mine once said: Yaya, there's reasons why God won't let you be with someone you love. God wants you to learn loving sincerely

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:11:00 PM
|
Nobody reads anymore
Dilema banget dech..!! Udah hampir 10 orang yang ngomong "happy birthday Yaya". Maunya sich seneng banget, tapi ada satu hal kecil yang terlupakan. Ultah Yaya tanggal 21 Januari. Hiks..hiks...pada kecepetan ngucapinnya :D
Tau kok, mereka pasti ngeliatnya di friendster. Pasti yang diliat cuman gambar kuenya aja di bawah fotoku, gak dibaca tanggal ultahnya. Hayooo, pada ngaku..hehehehehehehe...
Terbukti 1 teori : nobody reads anymore...!!!
Buat temen-temenku sayang...makasih ya early birthday greetingnya...hahahahahaha...

reflected by Nahria Medina Marzuki
3:30:00 PM
|
Sejak mengenal kamu
Sejak mengenal kamu
aku ingin pagi cepat datang lagi

Sejak mengenal kamu
aku merasa takut lagi
takut kehilangan kamu

Sejak mengenal kamu
malam serasa berat
karena harus berhenti
membaca tentangmu

Sejak mengenal kamu
aku belajar untuk jujur pada diriku

Sejak mengenal kamu
aku belajar untuk berani
berani bilang
aku suka kamu


reflected by Nahria Medina Marzuki
6:18:00 AM
|
Tuesday, January 11, 2005
Beda
Di antara sepi
aku ingin berteriak
melawan kesepianku

Di tengah galau
aku ingin tenang
mengusir kegalauanku

Di saat ramai
aku ingin menyepi
merasakan keramaianku sendiri

Aku memang berbeda
aku ingin yang tak sama

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:45:00 PM
|
I'm not the same girl anymore...
I'm not the same girl anymore. Yes, that's true. I used to be so fragile, don't know how to handle my own feeling. But, now I'm not. Now I know when to put limits when I start to fall for someone. I know how to cry when I feel like crying. I know where to stand when people start to push me away. I know what to do when I'm down.
I used to be whom other people called "a loner". Yes, I used to be a geek, but that's before I knew I'm an introvert. I'm not ashamed to say I'd rather be alone than spending my time wandering around the cafes. I'd rather pouring my sorrow and happiness in writing than with a human being.
I'm not like my girl friends who like to be beautiful, I just want to be beautiful inside.
I'm no longer who I was. Now, I am me. I am not the same girl anymore.

reflected by Nahria Medina Marzuki
9:13:00 PM
|
Will You stop...
Would you stop if you see an injured man? maybe that's the moral of the story from one of the episode in Ally McBeal I watched today. Ally becomes one of the bridemaids of the daughter that her firm represented to. When the priest took the bride and groom's vows, suddenly Ally cut in and said "may I speak to the bride first?" everybody in the church were stunned but Ally is Ally with her "be yourself" attitude, and she insisted to speak with the bride.
Then she and the bride's to be entered a room and Ally started to talk , saying "I have met with the groom before and he is a great lover but he doesn't know how to touch a woman (a.k.a abusive). The bride-being told like that by Ally-just kept quite and went out back to the church saying "I'm sorry, but the wedding is off".
The church audience were shocked then looked at Ally with their "it's-your-fault" look.
Later on, her colleagues asked her why did she even did that. Ally just answered : will you stop if you see an injured man?

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:27:00 PM
|
Layout baru lagi dan sebuah cerita
Gara-gara keseringan nyari skin buat layout blog, sekarang jadi ketagihan pengen ganti terus dech (soalnya udah tau caranya). Maaf ya buat yang udah manggil Yaya the pinky girl, sekarang Yaya pengen ganti suasana aja dan kebetulan nemu skin yang "gue banget", tapi kalo kangen sama layout lama Yaya bisa balik lagi kok. Btw, ini skin gak ada tag commentnya dari sananya jadi kalo ada yang mau comment silahkan di chatterbox saja ya.
Semalam kan Yaya nonton film judulnya Just Cause di Hallmark. Nah pas adegan seru seperti biasa Yaya terbawa suasana dan gak sadar teriak dengan kenceng "Cepet,cepet !!" sampe berdiri segala malah. Tiba-tiba bokap ngetok kamar, "kenapa sich?" pas tau Yaya cuman lagi nonton tv, bokap cuman ngeliatin dengan pandangan "Yaya, please dech it's just a movie".

reflected by Nahria Medina Marzuki
11:43:00 AM
|
Monday, January 10, 2005
Missing You
I don't need reasons
to long for you here
by my side

I can't deny
I want you in my heart

I won't question
why you
who I miss

I'm just missing you


reflected by Nahria Medina Marzuki
7:31:00 PM
|
I've Learned
Alhamdulillaah I can finally present my new outlook for my dearest blog (have I told you that I share a strong bond with my blog?). These past 3 days, I've been busy changing my blog. You know something, I've also learned a lot of things while changing this blog.
I've learned:
1.to be patient, searching for the right skin wasn't an easy job. I had to search in the blogskins, in Google, and finally in Marina.
2.that it turns out I have friends that care for me. I know it's only a blog, but they helped me in giving advice where to look for nice skins, how to conquer the template (man, this template thing is very frustrating), and they cheered me up when I started giving up.
3.to accept changes, it's not easy for me to finally decide to change my blog. At the end, I got to admit that my blog needs changes (not just the colors or the fonts, but everything).
4. to believe in me, actually I don't understand a thing about templates. At first, I thought let my friend fix the template. But, since my desire to have a new blog was on Sunday and on Sunday she wasn't online, I decided to jump right to the template. And yes....
I could do it!! (thought I still needed my friend to fix the codes). There's a will, there's a way..right?

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:59:00 PM
|
Sunday, January 09, 2005
I'm Sorry
I'm sorry
I stop trying
to have faith on you
as you
stop trying too

I'm sorry
I'm no longer waiting for you
cos the waiting
is too much


I'm sorry
I just don't have the heart anymore
as you
stop putting your heart on me



reflected by Nahria Medina Marzuki
9:40:00 PM
|
Counting Down
Yes, we are counting down. For what? new year? nooo, it's already in the past. My birthday? still 2 more weeks (InsyaAllah). So, what are we counting down to? Listen up everybody....
we are counting down for my sister's time to deliver her baby!!!
It's only a matter of time for my sister to deliver her baby (my fifth niece/nephew InsyaAllah). God Bless Us...

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:35:00 PM
|
REUSE
Hayaaaaaah..pusing membedah blog mending posting dulu kali. Aku punya 2 kakak perempuan. Nah kita itu bener-bener menerapkan sistem reuse (kan ada tuh sistem recycle, reuse dan 1nya lupa) dalam hal berpakaian. Being the youngest of 3 sisters, aku kelimpahan baju-baju 2 orang kakakku. Eits, sebelum pada kasian sama aku karena bajunya semua bekas pakai, menurutku enak banget malah. Soalnya pertama ngirit, kedua bisa lebih mix n' match-in baju. Eh tapi bukan aku aja yang suka kelimpahan baju dari 2 kakakku.
Yaya juga suka ngasih baju (yang tergolong kegedean/ masih baru) ke kakakku, specially my oldest sister, karena kak daeng (daeng itu artinya kakak dalam b.bugis) itu orangnya nrimo. Bahkan sering lho bajunya balik lagi ke pemilik asal. Ada 1 baju yang tadinya punya kak daeng, trus dikasih ke kak Nadia, dihibahkan lagi ke Yaya. Bertahun-tahun kemudian, aku ngasih baju itu ke kak daeng lagi (tanpa sadar). Biasanya sich komentarnya cuman : lho, ini kan baju daeng dulu...

reflected by Nahria Medina Marzuki
1:36:00 PM
|
Saturday, January 08, 2005
Sampai di sini
Meraih asa yang sempat menghilang
menepis hampaku
mencoba untuk menghapus butir-butir lara

aku ingin tegar
ingin melepas beban di jiwa ini
mengeluarkan semua sedih di batin

sampai di sini saja
semuanya
tak mampu
aku merasakan hampa
atau melihat lara kembali

Cukup sudah
kupegang beban ini
tak kuasa lagi
kurasa sedih ini

Sampai di sini saja
semuanya

Biarkan aku
kembali melangkah
tanpa semua rasa itu

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:15:00 AM
|
Friday, January 07, 2005
Imagine
Close your eyes
enter the darkness
for a moment..
IMAGINE

IMAGINE
if blood stops running
in your body
when veins are cut
from your body
as if your heart stops beating

all are the same
when your siblings
leave forever

makes you thinking hard
thinking
all the fights, or the tears
are worthed a million times
than losing them

when you start giving up
to them
ask yourself

would you rather
have the moment of your life
without them
or
would you trade
the moment of your life
with them

I want to share every moments
of my life
with them




reflected by Nahria Medina Marzuki
6:05:00 PM
|
Aquarius
Ternyata banyak juga temen-temenku yang berbintang sama. Ayo..ayoo..daftarkan nama anda bila bintangnya Aquarius :)
Kalo bintangnya aquarius kayak gimana ya orangnya? gak mau tergantung sama ramalan bintang ah, karena aku aquarius juga kan aku tau aku kayak gimana. Entah karena bintangnya aquarius atau bukan, menurutku aku itu:
1. moody, dalam 5 menit moodnya bisa berubah, denger 1 kalimat atau mengalami 1 kejadian aja bisa bikin moodku berubah jadi bete atau seneng. Gak heran kalo unkymood di blogpun bisa berubah dalam hitungan jam.
2. sensitif, aku tuh sensitif banget, bisa ngerasa kalo ada yang lagi gak suka atau suka (bukan geer niich..) sama aku.
3. menghormati setiap kenangan yang ada, mungkin saking menghormatinya untuk ngebuang 1 barang yang sebenarnya gak dibutuhin lagipun harus mikir lama banget. Jangankan barang, 1 postinganpun di blog susah banget untuk diapus atau diedit. Bahkan pernah aku sampe nangis abis ngapus postinganku. Mungkin karena itupun, buku diariku sampe 10 buku.
4. gak gampang melupakan sesuatu atau seseorang, percaya atau gak aku masih inget banget pas aku dioperasi jantung umur 7 tahun, sampe suster-susternya aku masih inget banget. Setiap mengenal orang, aku belajar sesuatu dari orang tersebut. Bahkan kalopun orang itu pernah berbuat salah sama aku atau aku yang melakukan kesalahan, gak pernah sekalipun aku nyoret namanya dari daftar teman.
5. terlalu gampang percaya, itu mungkin satu kelemahanku. Tentang yang ini, iya sich (iya apanya?bener-bener gak nerangin apapun deh yaya ini).
Masih banyak sebenarnya yang lain, tapi for the mean time..udah cukup yaaaa.....

reflected by Nahria Medina Marzuki
3:14:00 PM
|
Thursday, January 06, 2005
Hiks...hiks....hiks...
Gak bisa ngomong, gak tau harus ngomong apa. Jam 7 kurang 15 pagi ini tanteku kakaknya mama (Tantabi) meninggal dunia. Hiks, terakhir ketemu lebaran 2 tahun yang lalu. Almarhumah mukanya halusss sekali seperti kulit bayi. Kerjaannya sholat, sholat dan hanya sholat. Sampe dibuatin baju plastik untuk menutupi bajunya yang selalu basah kena air wudhu.
2 tahun yang lalu Tantabi udah mulai pikun, sampe kita harus memegang tangannya sambil ngasih tau kita itu siapa, anaknya siapa. Huhuhuhu...yang selalu diinget hanya namaku :(
Innalillaahi Wainna Ilaihi Rajiuun..

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:36:00 AM
|
Mendengarkan Cinta
Malam tadi
kudengarkan cinta
ia berbicara dengan hatiku

Selalu saja cinta kudengarkan
tanpa hati ini berani tuk berkata lebih

Lebih dari tiga ratus hari
kudengarkan cinta
sambil hatiku berandai
berharap cintapun mendengarkanku






reflected by Nahria Medina Marzuki
5:58:00 AM
|
Wednesday, January 05, 2005
The Wind
You're like the wind
your breeze is so quick
that I can't catch you

Like the wind
you flew in front of me
before and now

Like the wind
you've never stayed

Like the wind
you're just a wind


But not me

You're a wind
whose breeze
touched my heart

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:58:00 AM
|
Wind
Gara-gara ngisi bulletin di friendster nich. Biasalah question and answer gitu. Jadi pertanyaannya: who is your first crush di kampus?
Jadi inget sama the guy. Jadi dulu sebelum kuliah ada kayak masa orientasi gitu, nah pas hari pertama (ini agak-agak memalukan yaa) aku tuh jatoh dan harus istirahat di ruang senat. Di ruang senat itulah there was the guy yang baek banget. Sebenarnya bukan first crush sich, cuman dia baek banget. Stupid me, I forgot to ask his name, dan kita gak pernah ketemu lagi!!!! The guy is like a wind (eh jadi pengen buat puisi tentang wind..hehehehehe).

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:46:00 AM
|
Tuesday, January 04, 2005
My Right
I don't have the right
to feel sad waiting for your silence
to not at ease when you change

I don't have the right
to wait for your feeling
or to change my own

I'm the owner of my heart
not you

I want to smile when you're around
not letting it to fade away
when you go

It's my right
to keep my feeling for you

it is my right
not
yours



reflected by Nahria Medina Marzuki
5:47:00 PM
|
Kosong
Dia pergi
hati ini jadi kosong
walau ikatan belum terjalin

Dia gak ada
pikirankupun dibawa sertanya
kosong rasanya


Kita bukan siapa-siapa
kita tidak ada apapun
kita kosong

Kita kosong, aku kosong
tapi
aku ingin dia


reflected by Nahria Medina Marzuki
3:12:00 PM
|
Monday, January 03, 2005
Late
Finally I said it
but it's too late
for me, or us


It was said when you've gone
you quit
even before you started

My wrong, or yours
I've been questioning myself
since then


sorry is too late
missing you is no more
the sparks are gone off

It's so late

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:57:00 PM
|
1 titik
Entah sudah keberapa kalinya
aku bertengkar dengan hati
mempertanyakan rasa yang ada

Rasa yang kutunggu sekian lama
akhirnya datang
tapi keraguan mulai menyelimuti
apakah rasa ini
harus dijaga
atau
dibuang

1 titik
yang membungkus hatiku
dan membuatnya merasa lain

1 titik
yang kembali kurasakan

reflected by Nahria Medina Marzuki
5:19:00 PM
|
Percikan
Mengutip KPG, hari ini aku merasakan percikan di hati. Kenapa ya? padahal kan I just got to know him. Gawat nich...

tapi kenapa percikan itu tetap ada yaa?? mungkin besok udah ilang, hope so. Otherwise...tidaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk!!!!

reflected by Nahria Medina Marzuki
4:46:00 PM
|
Sunday, January 02, 2005
Mystery
I listen to your voice
knowing only your voice in my ears
can comfort me

I meet you now and then
knowing we'll always meet
just wait for the right time

I can listen to you, I can meet you
I put off my pride for you
I'm here for you

Reaching you I can't
you just my dream
always had been and will always be

You remain a mystery for me
I tried hating you, but back loving you more

My mysterious guy
whose had taken my heart with him



reflected by Nahria Medina Marzuki
5:19:00 PM
|
Diam
Aku benci diammu
kau mengelak dengan diammu
kau sembunyi di balik diammu

Kau tak pernah bisa menguntai kata
kau lebih memilih untuk diam
kau tak mau untuk berekspresi
membisu adalah jalan keluarmu

Aku benci jika kau diam
di balik diammu aku tak tau
kau marahkah sedih atau riang

Aku benci
bukan, aku kecewa
kau tetap diam
biar aku pergi
karena tak bisa
menunggu kediamanmu

Aku benci diam
karenanya kita tak lagi sama
diam menang
karena telah memisahkan kita







reflected by Nahria Medina Marzuki
10:35:00 AM
|
Saturday, January 01, 2005
Satu, dua, tiga
aku mencoba menghitung
berapa banyak manusia tak bernyawa lagi
di Aceh

Aku menghentikan hitunganku
saat aku tau jumlahnya tak lagi
dapat dihitung

Gempa tak menyisakan apapun lagi
semuanya habis ditelan amukan alam
tak kenal ampun
tua muda kaya tak berpunya
semuanya harus tunduk pada alam

Tahun memang telah berganti
tapi tangisan tetap terdengar
rintihan tetap ada

Saat bayi tak berdosa lelap untuk selamanya
di pangkuan ibunda tercinta
dan ibu hanya dapat memeluknya erat
berharap napasnya kembali terdengar

ketika ibu telah pergi
meninggalkan darah dagingnya
dan ia hanya dapat memanggil nama ibu
tak tau ibu tak mungkin menjawab


Allah
kapan semuanya akan usai
di mana senyum saudaraku di Aceh dulu





reflected by Nahria Medina Marzuki
7:19:00 PM
|
Tak Nyata
Kulihat bayang-bayangmu
hendak kupeluk
ternyata itu hanyalah ilusiku

Kudengar gaung suaramu
ingin kumerajut kata-kata denganmu
ternyata itu hanya sebuah gema

Kurasakan uluran tanganmu menggandengku
mau kugenggam kau erat
ternyata itu hanyalah mimpi sesaatku

Kau tak nyata ternyata
hanya ada dalam angan semuku

Sepertinya aku belum ingin terbangun
dari sadarku

Aku masih mengharap
kau bukan sekedar
inginku

reflected by Nahria Medina Marzuki
7:04:00 PM
|
...and so it begins
Many pictures sketched
black, white and colorful
stories were told
good times, bad times
let all sad memories
left behind
New day begins
let's picture our life
colorful
let's tell our stories
and let it ends good
let's make memories
happy
let us be content
and..so it begins
new life, new excitement
let us have life

reflected by Nahria Medina Marzuki
6:33:00 AM
|